
Bimo menelan ludahnya, perkataan sang istri membuat ngeri dan takut. Bimo tidak rela jika itu terjadi, dalam hati ia berkata jangan sampai ia mengulangi kesalahan bodoh itu. Karena resikonya sangat besar ia akan kehilangan cinta seorang Bunga yang begitu tulus.
"Baiklah istri cantikku, untuk sementara kita akan tinggal di rumah orang tuaku dan aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu. Apa lagi yang ingin mas cari dari wanita lain, semuanya sudah ada pada dirimu sayang. Kamu dan anak kita sudah cukup untukku." Ucap Bimo membelai pipi Bunga.
Sore harinya Bimo dan Bunga langsung berangkat menuju rumah orang tuanya. Sesampai di kota tersebut Bimo dan Bunga langsung ke rumah sakit untuk menjenguk papa Bimo. Syukurlah kondisi papa Bimo sudah membaik beliau hanya terkena serangan jantung ringan saja.
"Wah ternyata kamu yang jadi Dokter papa, kamu kerja di sini sekarang?" Tanya Bimo pada Dani sahabatnya.
Saat datang tadi Dani sedang memeriksa kondisi papa Bimo sehingga keduanya bertemu dan kini mereka sedang berbincang di sofa yang ada di ruangan papa Bimo.
__ADS_1
"Iya sekarang gue kerja di sini, sekalian mencari jodoh siapa tahu ada yang cocok. Mama gak mau punya menantu bule." Ucap Dani bercanda.
"Hahaha.... Kami yakin mau nikah, Casanova seperti kamu bisa komitmen dengan satu wanita bro." Ejek Bimo sembari tertawa.
Dani memang sudah terkenal dengan jiwa casanovanya yang suka berganti-ganti pasangan apalagi selama ini ia tinggal di luar negeri yang sangat dekat dengan pergaulan bebas.
Rio segera turun setelah memarkir mobil sembarangan dengan cepat ia membuka pintu mobil dan membawa Dira ke dalam gendongannya. Dengan wajah panik ia dan Lisa berlari membawa Dira ke dalam rumah sakit. Beberapa perawat dengan sigap menyuruh Rio untuk meletakkan Dira di atas brankar .
Rio dan Lisa mengikuti perawat yang mendorong brankar tersebut sampai mereka berada di ruang UGD. Seorang perawat tidak memperbolehkan mereka untuk masuk menemani Dira.
__ADS_1
"Mas dan mba tidak boleh ikut masuk, sebaiknya tunggu di sini saja. Kami akan menangani pasien dengan sebaik mungkin." Ucap Seorang perawatan dengan sopan.
Lisa dan Rio terpaksa menuruti perintah perawat tersebut dengan rasa cemas dan khawatir keduanya menunggu di luar dengan gelisah.
"Aku takut Dira kenapa-kenapa, aku takut jantungnya kambuh lagi. Apa kita sebaiknya menghubungi suami Dira saja." Ucap Lisa memberi saran.
"Apa kamu yakin suaminya akan peduli jika kita memberi kabar kalau istrinya masuk rumah sakit. Bukankah bajingan itu sedang sibuk dengan kekasihnya itu. Apa kamu tidak ingat pesan Dira yang menyuruh kita tutup mulut perihal penyakitnya. Sudahlah tidak usah pikirkan laki-laki bodoh itu, sekarang kita harus berdoa semoga Dira tidak apa-apa." Ucap Rio.
"Sudah dua hari author gak up, entahlah rasanya semangat author mulai kendor apalagi melihat novel ini sepi sekali. semoga mood author kembali happy biar bisa semangat dan up banyak ya."
__ADS_1