Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 30


__ADS_3

...Terima kasih atas kata cinta yang terucap dari mulutmu....


...~ Nafisah Humaira...


...Happy Reading...


Hari ini memang Nafisah hanya di rumah saja sedangkan Altaf sudah kembali bekerja.


Nafisah akan bersikap biasa saja kepada Altaf, dia juga sadar diri siapa dia. Dia hanyalah orang yang sudah berani masuk ke dalam hubungan orang walaupun mereka sekarang sudah resmi bercerai.


" Mbok mau kemana?. " Tanya Nafisah saat melihat mbok mau pergi.


" Mau ke supermarket non. "


" Mbok, Fisah ikut ya. " Ujar Nafisah


" Tapi non. "


" Sudah mbok nggak apa, bentar Fisah ambil tas dulu ya. " Nafisah langsung berlari ke kamar nya untuk mengambil tas sedangkan mbok duduk di sofa.


" Ayo mbok. "


Nafisah dan mbok pergi ke supermarket berjalan kaki saja karena hanya keluar kompleks tidak jauh.


...•••...


Setelah belanja, Nafisah dan mbok mampir ke warung untuk membeli bumbu dapur yang tidak ada di supermarket.


Nafisah melihat seseorang yang tak asing sedang menyebrang tapi dari kejauhan dia melihat mobil sedang mengebut kencang sekali.


" MAS. " teriak Nafisah dia langsung mendorong Altaf untuk menjauh.


Bruk


Tubuh Nafisah terpental tidak jauh tapi cukup parah karena banyak darah segar yang keluar dari kepalanya dan hidungnya.


" Nafisah. " Ucap Altaf sambil menaruh kepala Nafisah di pangkuannya.


" Kenapa kamu lakuin ini. " Tanya Altaf kepada Nafisah yang setengah sadar itu.


" Aku hanya ingin orang yang aku cinta selamat meskipun mas tidak mencintai ku. " Ucap Nafisah dengan suara yang melemah.


Altaf terdiam akan ucapan Nafisah, apa ini saatnya dia jujur kepada Nafisah kalau dia sudah mencintai Nafisah sejak dulu.


" Nafisah hey bangun. " Ucap Altaf saat melihat Nafisah hampir menutup matanya.


" Aku cinta sama kamu Nafisah, aku cinta terus bertahan Nafisah demi aku. " Ucap Altaf bersama dengan air matanya yang mengalir deras.


" Terima kasih. " Ucap Nafisah yang hampir sudah tidak terdengar dan bersamaan dengan kedua matanya yang menutup.


" NAFISAH BANGUN. " teriak Altaf sambil terus menangis tak lama kemudian Altaf menggendong Nafisah untuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Astagfirullah Non Fisah. " Teriak mbok yang baru melihat keadaan Nafisah.


" Mbok bantuin saya bukakan pintu mobil. " Titah Altaf, mbok langsung membukakan pintu mobilnya setelah itu mbok duduk sambil memangku kepala Nafisah yang di balut jas Altaf.


Altaf langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit.


...•••...


Jakarta Hospital


" Suster tolong bantu. " Ucap Altaf kepada suster yang sedang berjaga, suster segera mengambil brankar.


Nafisah di bawa ke UGD untuk di kasih pertolongan segera.


Dokter dan suster tampak susah payah mengatasi Nafisah karena detak jantung Nafisah sempat terhenti.


Altaf melihatnya hanya bisa terduduk lemah di lantai sambil berdoa dalam hati.


" Nafisah aku mohon terus berjuang ya, aku tau kamu wanita kuat. " Ucap Altaf dalam hati.


Dokter pun keluar dan mengatakan kondisi Nafisah kepada Altaf


" Gimana keadaan istri saya dok. " Tanya Altaf


" Detak jantung Ibu Nafisah sempat terhenti tapi sekarang sudah ada lagi namun kondisi ibu Nafisah saat ini kritis, Kita akan segera pindahkan ke ruang ICU. Mohon bapak untuk menyelesaikan administrasi untuk masuk ke ruang ICU segera mungkin. " Ucap Dokter


" Baik dok saya akan selesaikan administrasinya. "


" Den gimana kondisi non Fisah. " Tanya mbok yang menghampiri Altaf


" Nafisah harus masuk ICU mbok jadi Altaf mau menyelesaikan administrasi sebentar. " Ucap Altaf yang segera mengambil di meja.


" Oh ya mbok, altaf minta tolong sama mbok untuk hubungi ayah sama bunda. Kabarin ke mereka soal Nafisah kecelakaan soalnya handphone Altaf lowbet. " Perintah Altaf.


" Baik den. "


Altaf langsung lari ke bawah menuju meja administrasi.


...•••...


Di lain tempat tak jauh berbeda dengan keadaan di rumah sakit di sana juga keadaan sangat panik.


" Astagfirullah. " Pekik bunda, ayah yang melihat bunda tampak khawatir sekali langsung menghampiri bunda.


" Bun, kamu kenapa?. " Tanya Ayah, Bunda masih tak jawab dia masih sangat syok sekali.


" Bunda hey kenapa kamu. " Tanya ayah lagi.


" Fisah. " Bunda hanya mampu mengucap nama Nafisah saja.


" Ya Nafisah kenapa?. " Tanya ayah.

__ADS_1


" Fisah kecelakaan yah dan kondisinya kritis. "


" Astagfirullah, terus sekarang dia dimana?. " Tanya ayah kesekian kali.


" Di Jakarta Hospital. "


" Ya sudah kalau gitu kita ke sana sekarang, kamu siap-siap sana. " Titah ayah, bunda pun mengangguk dan langsung berjalan ke kamar nya.


Jakarta Hospital


Selesai urusan Administrasi, Nafisah pun segera di bawa menuju ICU. Altaf ikut mengantar Nafisah sambil terus menyemangati walau hanya dalam hati saja.


" maaf pak, anda hanya boleh sampai di sini saja. " Ucap suster yang langsung menutup pintu ICU.


Altaf dan mbok menunggu di kursi, Altaf tak henti mengeluarkan air mata sungguh dia merasa menyesal sekali.


Dia sangat takut kehilangan Nafisah


" Altaf. " Panggil bunda, Altaf yang melihat nya langsung memeluk ibunda nya. Dia langsung menumpahkan air matanya di pelukan sang bunda.


" Gimana kondisi Fisah Al. " Tanya Ayahnya.


Altaf langsung melepas pelukannya


" Al juga belum tau yah soalnya Nafisah baru saja masuk ke ICU dan tadi pas di UGD dokter bilang detak jantung Nafisah sempat terhenti sejenak. "


" astaghfirullahaladzim."


" Mbok. " Bunda memanggil mbok


" Ya bu, ada apa?. " Tanya mbok


" Saya boleh minta tolong untuk beli makanan buat Altaf. " Ucap bunda.


" Boleh bu. "


Bunda mengeluarkan selembar uang dan mbok segera pergi untuk membeli makanan.


" Keluarga pasien. " Ucap dokter yang baru saja keluar dari ruangan ICU.


" Saya suami nya dok. " Altaf langsung menghampiri dokter.


" Bisa ikut saya sebentar. " Ucap dokter, Altaf mengangguk dan mengikuti dokter.


...•••...


" Al gimana kata dokter?. " tanya bunda, altaf kembali memeluk bunda


" Kondisi Nafisah___________."


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2