Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Diatas Angin


__ADS_3

Setelah memasuki kamar dengan segera Dira masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Wanita itu butuh waktu untuk menenangkan diri dengan berendam di bathtub agar semua lelahnya berkurang. "Sepertinya tuhan sangat sayang padaku hingga ia tidak habis-habisnya mengujiku. Apa dengan mengambil kedua orang tuaku belum cukup tuhan. Apa kamu juga akan menjauhkan aku dari orang yang aku cintai. Apa aku di takdirkan untuk hidup sendiri? Kenapa tidak kau ambil saja nyawaku tuhan, sungguh aku lelah menghadapi semua ini. Aku hanya ingin bahagia tuhan." Tangis Dira kembali pecah, wanita itu hanya mampu menangisi nasibnya di dalam kamar mandi. Agar tidak ada yang bisa melihat sisi lemahnya.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Dira langsung menaiki tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lemah akhir-akhir ini. Entah Dira merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, tak mau ambil pusing Dira segera berusaha memejamkan matanya. Berharap beban yang ada di pikirannya hilang sejenak saat ia berada di alam mimpi.


Sedangkan di kamar tamu Arya berbaring di atas ranjang, memikirkan bagaimana cara agar bisa lepas dari Dira tanpa harus merelakan harta orang tuanya menjadi milik istrinya. Arya yang sudah sangat membenci Dira memutuskan untuk tidur di kamar tamu, karena tidak ingin dekat dengan Dira.

__ADS_1


*


*


Waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari tidak terasa sudah dua Minggu setelah pertengkaran Arya dan Dira malam itu. Tidak ada yang berubah bahkan hubungan sepasang suami istri itu. Malah terlihat semakin buruk. Tidak ada komunikasi baik dari Arya dan Dira. keduanya sama-sama sibuk dengan aktivitas masing-masing.

__ADS_1


Arya semakin luluh dengan sikap Tari yang rela menjalin hubungan seperti ini, karena tidak ingin melihat karirnya hancur. Arya tidak tahu jika Tari tidak rela jika seluruh harta itu beralih ke tangan Dira.


Dira terlihat melamun sembari menatap jalanan dari jendela kaca yang ada di ruangannya, rasanya beban itu semakin berat dari hari kehari. Walau ia mencoba menyibukkan diri setiap hari tapi jauh di lubuk hatinya wanita itu sangat terluka. Dira bukanlah wanita yang serakah dengan harta, karena harta peninggalan kedua orang tuanya sudah cukup banyak. Sejujurnya ia hanya mengancam Arya dengan mengingatkan isi surat perjanjian pranikah mereka. Melihat Tari yang berbuat curang dengan memitnah orang tuanya membuat wanita itu berpikir akan mempersulit tujuan Tari. Dira sudah dapat menebak jika wanita murahan itu ingin kembali kepada suaminya hanya karena Arya adalah pewaris tunggal perusahan Nugroho.


Dira akan sedikit licik untuk menghadapi wanita licik seperti Tari.

__ADS_1


"Aku bersumpah tidak akan memberi jalan mulus untuk bersatunya hubungan kalian. Aku akan menjadi duri dalam hubungan kalian. Tari lihat saja aku akan membongkar siapa kamu sebenarnya. Mungkin saat ini kamu merasa menang karna aku belum mengetahui yang sebenarnya. Nikmatilah kebahagian sesaatmu ini, sebelum engkau menangis darah."


"Mana like, komentar vote dan hadiahnya author udah up dua bab Lo."


__ADS_2