
Arya dengan setia menatap Dira yang masih tertidur pulas karena efek obat bius, lelaki itu tidak bosan menunggu istrinya membuka mata. Sungguh rasanya Arya tidak sabar menanti momen itu, Arya ingin dirinyalah yang di lihat Dira saat pertama kali membuka mata. Sehingga ia enggan meninggalkan Dira untuk bergabung dengan orang tua dan para sahabatnya yang sedang berbincang di sofa yang ada di ruang rawat Dira. Dira memang sudah di pindahkan ke ruang rawat setelah para tim Dokter memastikan keadaannya stabil, bahkan sempat terjadi perdebatan antara Arya dan Dani melihat Dira yang tidak membuka matanya.
Arya yang tidak paham dengan dunia medis menuduh Dani membohonginya karena istrinya belum juga sadar. Sementara Dani hanya menarik napas dengan kasar melihat kelakuan sahabatnya itu. Dengan sedikit kesal Dani kembali menjelaskan jika Dira masih dalam pengaruh obat bius jadi Arya di harap bersabar.
"Kenapa kamu tidak sabar sekali menunggu Dira sabar, kamu lupa kalau kamu sudah menunggu istrimu koma selama tiga bulan. Masa menunggu beberapa jam saja kamu sudah seperti cacing kepanasan." Ucap Dani dengan kesal.
"Lo juga akan merasakan apa yang gue rasakan saat Lo sudah bertemu dengan wanita yang sangat berarti di hidupmu. Oh iya gue lupa, mana mungkin Casanova seperti Lo bisa mengerti apa artinya mencintai." Ledek Arya yang melihat Dani menahan kesal pada dirinya.
__ADS_1
"Gaya Lo Ar, sudah seperti pujangga cinta saja. Gak ingat dulu Lo itu gobloknya gak ada lawan. Kalau bukan gue dan Bimo yang bertindak mungkin sampai sekarang kamu masih bego bin oon." Balas Dani dengan mulut pedasnya.
Semua orang yang ada di sana hanya menggelengkan kepala mereka menyaksikan perdebatan antara Arya dan Dani. Ya beginilah jika Dani dan Arya bersatu, mereka akan sering terlibat perdebatan, untunglah ada Bimo yang menjadi penengah diantara mereka. Seperti saat ini Bimo menegur keduanya agar tidak berisik karena mereka sedang di rumah sakit.
"Sudah sudah jangan ribut terus, sudah tua tapi kelakuan kayak anak kecil. Lihat situasi kalau ingin berdebat. Kita lagi di rumah sakit jangan sampai mengganggu orang lain. Kamu juga sudah Dokter tapi tidak memberi contoh yang baik." Ucap Bimo menegur Dani.
"Ya maaf, gue kan cuma nanya doang Dan. Lo aja yang nyolot, mana gue tahu kalau istri gue masih dalam pengaruh obat bius gue kan bukan Dok...." Ucapan Arya terpotong karena terdengar suara Dira memanggilnya dengan pelan.
__ADS_1
"Kak.... Kak Arya." Ucap Dira dengan lemah.
Semua orang langsung mendekati Dira, suasana menjadi haru saat melihat orang yang mereka tunggu kini sudah membuka mata. Arya dengan sigap memegang tangan Dira, menatap mata indah sang istri yang kini sedang menatapnya. Dengan suara bergetar Arya menjawab panggilan Dira.
"Iya sayang, kakak disini. kamu mau apa, apa ada yang sakit? Katakan sayang jangan buat kakak khawatir." Ucap Arya mengecup tangan Dira. Rasa haru dan bahagia bercampur jadi satu terselip juga rasa khawatir karena melihat Dira yang masih terlihat lemah sehingga Arya sedikit tidak tenang.
Dira tersenyum melihat Arya yang begitu mengkhawatirkan kondisinya, Dira juga bahagia melihat semua orang yang ada di ruangan tersebut. Dira merasa sangat di cintai dan di sayangi karena banyak yang menunggu kesembuhannya.
__ADS_1