Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Dira Mengetahui Semuanya


__ADS_3

Dira sangat terkejut mengetahui kebenaran yang baru saja ia saksikan. Dira tidak dapat lagi membendung air matanya. Dadanya terasa sesak, sakit yang di rasakan wanita itu serasa berkali-kali lipat saat mengetahui siapa pelaku yang menyebabkan ia kehilangan orang tuanya.


Rasanya ia tidak bisa lagi menahan emosinya saat Tari kembali menyulut amarahnya.


"Kematian kedua orang tua Dira adalah bayaran karena dia telah merebut posisiku sebagai istri kamu Ar. Dia pasti memanfaatkan kepergianku waktu itu." Ucap Tari.


Perdebatan masih berlanjut dengan serius hingga ke empat orang itu tidak menyadari kedatangan Dira yang mampu membuat ketiga lelaki itu merasa takut dan khawatir. Dira mendekati Tari yang belum mengetahui kedatangannya, dengan cepat Dira menarik rambut wanita yang menyebabkannya kehilangan kedua orang tuanya.


"Arrgh.... Sakit lepaskan, siapa kamu berani-beraninya menjambak rambut saya." Teriak Tari kesakitan, ya Tari masih belum melihat wajah Dira.


Bukannya melepaskan, Dira malah semakin kuat menarik rambut Tari sembari melampiaskan amarahnya. Arya langsung memeluk istrinya, mencoba menghentikan Dira yang sedang emosi. Arya Takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


"Dira sayang lepaskan, jangan seperti ini. Kamu harus ingat kondisi kamu. jaga emosi kamu pikirkan bayi kita sayang." Bujuk Arya masih mencoba merayu sang istri.

__ADS_1


"Tapi kak, wanita ini yang sudah membuat Dira kehilangan mama dan papa. Aku tidak terima dia masih bebas berkeliaran. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." Tangis Dira.


"Kamu memang pantas mendapatkan semua ini, kamu sudah berani merebut milikku." Ucap Tari membuat Dira kembali murka.


Plak....


Plaakkk....


"Aku tidak merebut apapun darimu, bukannya kamu sendiri yang meninggalkan calon suami. Aku tidak pernah merebut kebahagianmu justru kamu yang merebut kebahagiaanku menghancurkan hidupku. Ketika kamu kembali mendekati suamiku, aku sudah rela dan ikhlas karena mungkin suamiku tidak mencintaiku. Tapi untuk kali ini aku tidak akan diam dan memaafkan mu karena kamu sudah membunuh kedua orang tuaku. Akan ku buat kamu menyesal karena sudah berani mengusikku."


"Berani kamu menamparku, dasar wanita sialan." Tari berusaha untuk membalas Dira, dengan sigap Arya melindungi sang istri.


"Jangan berani menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu, sedikit saja kamu menyentuhnya. Akan ku patahkan tanganmu itu." Ucap Arya mencengkram pipi Tari.

__ADS_1


Dira mulai merasakan sakit di jantungnya, dadanya terasa perih dan mulai merasakan sesak yang begitu hebat. Wanita hamil itu mulai memegang dadanya, Dira juga mengalami sulit untuk bernapas membuat Dani langsung menyadari jika keadaan Dira sedang tidak baik dan langsung mendekati Dira yang hampir saja tumbang.


"Dira...." Teriak Dani.


Dani dengan sigap menangkap tubuh lemah yang menjadi pasiennya itu, sementara Arya terkejut karena tidak menyadari jika istrinya sedang kesakitan. Ya Arya masih sibuk beradu mulut dengan Tari sehingga ia tidak melihat Dira yang sedang kesakitan.


"Astaga Dira, Dani apa yang terjadi dengan istriku?"


Arya langsung mendekati Dira dengan wajah paniknya. Laki-laki itu sangat takut melihat kondisi Dira yang terlihat kesakitan.


"Jantung Dira kambuh, kita harus segera membawanya ke rumah sakit." Ucap Dani.


Maaf ya lama up-nya, dari kemarin anak saya rewel sekali lagi batuk filek. Jadi gak bisa up. Kalau anak udah sakit, amburadul semuanya. Tidur gak bisa, kerjaan gak beres karena anakku kalau sakit gak mau sama siapa-siapa, maunya sama mamanya terus.

__ADS_1


__ADS_2