
...“Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak, ia memercikkan air pada wajahnya. Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, ia memercikkan air pada wajahnya.”...
...(HR. Abu Daud, sanadnya sahih)...
...Happy Reading...
Nafisah terbangun di sepertiga malam seperti biasa karena ini memang kebiasaan dia. Nafisah langsung beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah itu dia berniat akan membangun kan Altaf.
" Mas. " Panggilan pertama dari Nafisah, dia masih terus berusaha membangunkan Altaf.
" Mas. " Panggil kedua dari Nafisah dan akhirnya ada sahutan dari Altaf meski hanya deheman saja.
" Mas ayo bangun, kita sholat tahajud dulu sebelum adzan subuh. " Ajak Nafisah, Altaf berusaha membuka matanya.
" Ya sayang. " Ucap Altaf yang membuka matanya, dia berusaha mengumpulkan nyawa nya.
" Mas udah ah ayo bangun ih. " Ucap Nafisah yang sedikit gregetan sama Altaf.
" iya ya sayang. "
' cup. ' Altaf mengecup pipi Nafisah singkat lalu dia buru-buru lari ke kamar mandi karena dia tau Nafisah akan teriak sebentar lagi karena tingkah nya barusan.
" MAS ALTAF. " Teriak Nafisah
" Nah kan benar. " Gumam Altaf dikamar mandi sambil terkekeh.
" Nafisah kamu berhasil membuat aku menjadi tidak bisa kehilangan mu bahkan sehari saja saya tidak melihatmu saya akan kangen ke kamu. " Ucap Altaf dalam hati.
Altaf segera bergegas mencuci muka dan mengambil wudhu tidak lupa dia juga mengganti pakaian nya.
__ADS_1
" Mas cepat ih. " Nafisah sungguh gregetan sekali ke Altaf karena sangat lama sekali.
" Sabar sayang mas ambil peci dulu. " Ucap Altaf setelah itu mereka langsung melangsung kan sholat tahajud nya.
Selesai melangsungkan sholat Tahajud mereka mengisi waktu sambil menunggu adzan subuh dengan membaca al-qur'an bersama.
Adzan subuh pun berkumandang mereka berdua langsung menjalan ibadah sholat subuh.
" Sayang. " Panggil Altaf ke Nafisah tapi Nafisah malah diam.
" Kenapa diam, mas manggil kamu loh. " Ucap Altaf, Nafisah menunduk malu karena lagi dan lagi Altaf membuat dia tersipu malu.
" Sepertinya kamu harus terbiasa deh mendengar ku memanggil mu sayang. " Ucap Altaf, Nafisah hanya mengangguk dan dia juga akan mulai terbiasa sepertinya.
" Mas ingin bicara apa tadi ke Nafisah. " Ujar Nafisah.
" Kenapa mas merasa bersalah?. " tanya Nafisah
" Karena liburan yang kemarin seharusnya kita honeymoon tapi mas malah mengajak Tyas dan membuat mu sakit hati lalu kamu juga menangis karena mas. " Ucap Altaf yang menunduk karena dia sangat merasa bersalah sekali waktu itu, dia sudah banyak sekali membuat Nafisah menangis.
" Mas. " Nafisah memegang tangan Altaf, sontak membuat mata mereka berdua bertemu. Nafisah tidak melanjutkan ucapannya karena dia memilih untuk merapihkan alat sholat nya dan lebih baik mereka bicara kan ini tidak di atas sajadah juga.
" Dengerin Nafisah, yang lalu biarlah berlalu toh kita sudah sepakat kan mas kemarin untuk memulai semua nya dari awal jadi kita jangan pernah mengingat masa lalu. Masa lalu hanya boleh kita jadikan pelajaran hidup untuk sekarang, nanti dan selamanya. " Ucap Nafisah yang melanjutkan ucapannya saat mereka sudah di atas ranjang tempat tidur.
" Tapi__." Ucapan Altaf ter jeda karena Nafisah yang memotong ucapannya.
" Tidak ada tapi tapi, bisa jangan membantah. " Ucap Nafisah yang meniru gaya bicara Altaf saat sedang memerintah dia untuk tidak selalu membantah ucapannya.
" Berani ya kamu sekarang meniru gaya mas. " Altaf menatap Nafisah dengan tatapan aneh yang membuat Nafisah sudah yakin apa yang akan terjadi selanjutnya dan benar saja Altaf menggelitik kan pinggang.
__ADS_1
" Hahaha sudah mas cukup, Fisah tidak sanggup." Ucap Nafisah yang sudah tak kuat untuk ketawa terus.
" Cantik. " Gumam Altaf yang membuat Nafisah langsung merona lagi.
" Memerah lagi pipinya, Humaira. " Ucap Altaf
" Ih sudah ah mas jangan menggoda Fisah terus." Ucap Nafisah.
" Berarti kamu mau kan kita liburan dua hari lagi, eum sekalian kita honeymoon membuat baby. " Ucap Altaf yang sedikit agak frontal sekarang.
" Apa sih mas. "
" Loh benar kan honeymoon buat baby masa buat adonan kue, kan nggak mungkin dong Humaira sayang. " Ucap Altaf.
" Ih mas kenapa menjadi seperti om om pedofil seperti ini. " Ucap Nafisah
" Wah wah istrinya mas sudah berani ya mengatai mas seperti om om pedofil, awas ya kamu nanti pas kita honeymoon akan habis kamu sama om om pedofil ini. "
" Aww fisah takut, tolong fisah. " Ujar Nafisah dengan gaya agak centil seakan-akan ketakutan manja.
Kedua nya pun larut dalam tawa dan candaan mereka berdua seperti saat ini.
Baik Altaf maupun Nafisah dia tidak mau kebahagian ini akan berakhir karena mereka berdua mau, mereka selalu bahagia bersama dengan kedua orang tua mereka juga baik ayah, bunda, ummah dan abi nya Nafisah di surga sana juga bisa menikmati kebahagian mereka berdua sekarang.
Altaf dan Nafisah juga berharap semoga secepatnya mereka di berikan putra dan putri yang sangat tampan dan cantik sebagai pelengkap kebahagian mereka berdua.
Amin Ya Robbal Alamin
To be continue...
__ADS_1