Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Keputusan


__ADS_3

"Hai ibu Dira bagaimana keadaannya, apa ada keluhan?" Tanya Dokter spesialis kandungan yang kini berdiri di samping Dira.


"Saya sudah jauh merasa lebih baik Dokter." Jawab Dira.


"Syukurlah, semoga ibu Dira dan janinnya selalu sehat dan kuat." Ucap Dokter tersebut.


Semua yang ada di ruangan itu mengaminkan ucapan Dokter tersebut.


"Kami datang kemari untuk menjelaskan beberapa hal kepada ibu dan suami tentang kondisi ibu Dira. Apakah bapak suami ibu Dira?" Tanya Dokter itu kepada Rio.

__ADS_1


"Bukan Dok, saya sahabat Dira." Jawab Rio dengan cepat.


"Suami ibu Dira dimana ya? Karena beliau juga berhak tahu kondisi istrinya." Ucap Dokter tersebut.


"Suami saya sedang di luar kota Dok, biar saya saja yang memberitahu kepada suami saya nanti." Ucap Dira berbohong.


Dira harus menelan pil pahit saat mendengar penjelasan Dokter tentang kehamilannya yang beresiko. Kini wanita cantik itu ada di persimpangan jalan untuk memilih keputusan yang akan ia ambil. Pilihan yang sangat sulit untuk di pilih karena janin yang ia kandung sudah lama ia impikan. Dira rasanya tidak sanggup untuk melepas darah dagingnya itu.


"Dira sebaiknya kehamilan kamu tidak usah di teruskan lagi, karena sangat beresiko untuk keselamatan nyawa kamu." Ucap Dani mencoba memberi saran untuk istri sepupunya itu.

__ADS_1


"Tidak kak Dani, Dira tidak akan menggugurkan janin ini. Dira akan mempertahankannya. Aku yakin dengan kontrol dan dalam pengawasan Dokter spesialis aku bisa bertahan sampai anakku lahir ke dunia ini." Jawab Dira dengan yakin.


"pikirkan lagi, nyawa kamu yang jadi taruhannya Dira. Apalagi sekarang kondisi jantungmu semakin parah. Kakak tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa kamu." Bujuk Dani.


"Keputusanku sudah bulat kak, jika memang nyawaku jadi taruhannya aku ikhlas. Asalkan anakku bisa lahir dengan selamat ke dunia ini." Ucap Dira yang kembali meneteskan air matanya.


Dira sudah memutuskan untuk mempertahankan janinnya, setidaknya jika ia mampu bertahan akan ada penyemangat hidup untuknya setelah anak itu lahir. Dira berharap anak itu bisa menjadi menemani dan menjadi penyemangat untuknya nanti. Dira yang sudah lelah dengan semua cobaan hidup hanya pasrah dan mengikuti takdirnya saja. Setidaknya ia bisa mewujudkan mimpinya untuk bisa mengandung dan melahirkan buah hatinya. Walau ia tidak tahu apa ia bisa merawat dan membesarkan anaknya kelak.


"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2