
Arya ikut terpancing melihat Dani yang menarik kerah bajunya, dengan cepat ia menghempaskan tangan Arya. Arya heran kenapa semua orang selalu membela istrinya.
"Sepertinya kamu sangat perhatian pada istriku, apa kamu menyukainya. Tenang saja setelah aku menceraikannya kamu bisa mengambilnya. Casanova seperti kamu ternyata tertarik dengan istri orang. Apa Dira terlihat menggoda di matamu tapi sayang kamu akan dapat bekasku." Ejek Arya membuat Dani emosi.
Bugh...
"Dasar brengsek, jaga mulut kamu Arya. Jangan sampai kamu menyesali semua kata-katamu ini. Jangan terlalu percaya pada Tari karena aku lebih tahu wanita itu dari pada kamu, wanita itu bukan wanita baik-baik Arya. Jangan sia-siakan waktumu dengan wanita itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Jangan sampai kamu menyesalinya nanti. Aku perhatian pada istrimu karena aku sudah menganggapnya adik, bukan perasaan suka terhadap lawan jenis. Aku hanya mengingatkan tolong perhatikan istrimu di saat seperti ini hanya perhatian dan kasih sayang darimu yang ia butuhkan. Ingat dia sedang mengandung anakmu." Ucap Dani kemudian pergi meninggalkan Arya yang terdiam mendengar ucapan sepupunya.
"Akh.... kenapa jadi begini. Apa yang harus aku lakukan. Kenapa semakin rumit, bagaimana dengan Tari. Aku tidak akan bisa menceraikan Dira jika ia sedang mengandung." Ucap Arya prustasi.
__ADS_1
Deg....
Rasa sakit seperti ribuan panah menancap di hatinya mendengar semua yang keluar dari mulut laki-laki yang ia cintai. Sempat mengira jika ia memiliki harapan untuk membina kembali rumah tangganya yang berada di ujung tanduk saat sang suami mengetahui kehamilannya.
Dira yang sudah sadar saat Dani memasuki ruangannya memilih diam karena mendengar perdebatan antara kedua lelaki itu. Dira ingin mendengar apa yang di bahas oleh mereka yang akhirnya membuat wanita hamil itu semakin terjatuh dalam kesakitan yang amat dalam. Dira tidak menyangka jika suaminya dengan mudah menyerahkannya pada laki-laki lain belum lagi Dira merasa di rendahkan oleh Arya yang mengatakan bahwa dirinya adalah bekas Arya.
Dira membuka matanya saat mendengar suara pintu tertutup, air mata yang ia tahan sedari tadi kini mengalir deras diiringi rasa sakit yang teramat dalam.
"Sebenci itukah dirimu padaku kak, apa aku sama sekali tidak ada harganya untukmu. Dengan mudahnya kamu menawarkan aku pada pria lain. Apa tidak ada tempat di hatimu untukku. Apa penantianku selama ini sia-sia, cinta suamiku tidak akan pernah aku miliki. Apa takdirku begitu buruk bahkan di ujung usiaku aku tidak bisa di cintai laki-laki yang aku cintai." Guman Dira dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya wanita itu menyerah menanti cinta suaminya yang tak kunjung ia dapatkan. Dira menangis dalam diam menikmati rasa sakit hatinya sebelum ia membuat sebuah keputusan yang teramat berat untuknya. Setelah mendengar kata-kata menyakitkan dari mulut suaminya, membuat wanita itu mantap untuk melepaskan Arya dari pernikahan mereka tetapi Dira akan meminta satu permintaan sebelum melepas lelaki yang ia cintai itu.
Ceklek....
Arya kembali masuk ke dalam ruangan sang istri dan sangat terkejut mendapati Dira yang menangis tersedu-sedu dengan cepat ia mendekati Dira.
"Kamu sudah sadar, kenapa menangis?"
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya author udah up 2 bab nih😁😁
__ADS_1