Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Fatamorgana


__ADS_3

Dira sudah berbaring di tempat tidur setelah mertuanya pamit pulang, Arya dengan sigap kembali membawa sang istri ke kamar mereka. Tak lupa ia memberikan obat yang harus diminum Dira.


"Kamu tunggu sebentar, kakak akan membuat susu untukmu. kamu belum minum susu kan?"


Dira hanya mengangguk dan membiarkan Arya membuatkannya susu ibu hamil.


"Tunggu sebentar ya sayang, papa bikin susu untuk kamu dan mama dulu." Ucap Arya mengelus perut Dira.


Dira menghela napasnya setelah Arya keluar dari kamar mereka, wanita itu membaringkan tubuhnya sembari mengingat perkataan sang mertua di meja makan tadi, untung saja Dira bisa membuat mertua dan suaminya percaya kalau dia baik-baik saja.


Flashback


"Tidak usah pa, Dira baik-baik saja. Ini cuma efek dari kehamilan Dira saja, kemarin juga Dokter mengatakan kalau Dira baik-baik saja hanya perlu istirahat dan jangan banyak pikiran saja." Ucap Dira mencoba menyakinkan papa mertuanya.

__ADS_1


"Tapi nak tubuh kamu semakin kurus, kami hanya khawatir dan tidak tega melihat kamu seperti ini." Kini sang mama mertua yang bersuara.


"Ini hanya efek dari muntah-muntah terus ma, semenjak hamil Dira sering muntah dan gak nafsu makan. Jadi berat badan Dira turun." Jawab Dira setenang mungkin, walau kini jantungnya berdetak kencang takut semua orang mengetahui penyakitnya.


"Arya kamu harus ekstra perhatian dengan istri kamu, jangan lupa perhatikan makannya dan buat dia bahagia. Jika Dira sedih dan stres maka bayi yang ada di dalam kandungan istri kamu juga ikut merasakannya. Ingat sebentar lagi kamu jadi ayah jadi papa mohon ubah sikap kamu. Jangan tergoda dengan kebahagiaan sesaat, ingat kamu sudah punya istri dan calon anak." Ucap Hendra mengingatkan sang anak.


Arya hanya menganggukkan kepalanya, lelaki itu tidak ingin membantah semua ucapan orangtuanya .


Flashback off


"Kamu tidur sekarang, jangan begadang gak baik untuk kamu dan anak kita." Titah Arya sembari menyelimuti tubuh Dira.


"Tapi aku mau tidur sambil di peluk kakak. sepertinya anak kita rindu dengan papanya." Pinta Dira memanfaatkan janin yang ada di dalam kandungannya. Berharap Arya menuruti permintaannya. Sejujurnya ia hanya ingin dekat dengan Arya.

__ADS_1


Dengan cepat Arya naik ke atas ranjang dan segera berbaring di samping Dira, tak lupa Arya membawa Dira ke dalam pelukannya sesuai dengan permintaan sang istri.


"Sekarang tidur, aku sudah memenuhi permintaanmu." Ucap Arya.


Dira membalas pelukan Arya, rasanya sangat senang bisa kembali tidur di pelukan laki-laki yang ia cintai.


"Walau memilikimu adalah halusinasi dan kamu adalah objek nyata namun terasa fatamorgana" Ucap Dira dalam hati.


Dengan cepat Dira memejamkan matanya menikmati pelukan hangat suaminya. Dira akan menggunakan sisa waktunya dengan mengukir cerita cinta yang selalu ia impikan dahulu.


Terdengar suara deru napas Dira dengan teratur yang menandakan pemilik raga sudah tertidur pulas.Arya memandangi wajah Dira yang kini terlihat tirus, perkataan kedua orangtuanya membuat Arya kepikiran dan menaruh curiga kepada wanita yang kini dalam pelukannya itu.


Dipandanginya wajah pucat itu, tangannya kini membelai pipi yang kini semakin tirus "Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku Dira. Apa benar kamu baik-baik saja." Ucap Arya lirih.

__ADS_1


Yang komen kapan si Tari dapat karma, kapan terbongkar kapan si Arya menyesal. Tenang tenang, kita buat si Arya menikmati waktu manis bersama Dira dulu baru kita hajar dengan penyesalan yang membuatnya hancur sedalam-dalamnya. Gak akan lama kok jadi di harap sabar ya.


ngomong-ngomong autor masih bingung nih mau nentuin endingnya. Author masih ragu mau milih yang mana, apa nanti endingnya happy atau sad ending. Kalau para reader maunya gimana?


__ADS_2