
Dira langsung menghapus air matanya, tidak ingin Bunga tahu kesedihannya. Sementara Bunga masih mencercanya dengan berbagai pertanyaan. Wanita yang kini duduk di hadapannya itu terlihat khawatir dengannya.
"Kamu kenapa Dira? Jangan di pendam sendiri, kamu bisa cerita sama aku. Siapa tahu aku bisa bantu atau paling tidak kamu bisa merasa kesedihanmu sedikit berkurang." Ujar Bunga.
"Aku gak apa-apa kok Bunga. Tadi aku cuma teringat dengan Almarhum kedua orang tuaku saja. Aku sedang merindukan mereka, maaf jika aku sedikit cengeng dan membuatmu khawatir." Ucap Dira berbohong.
"Tidak apa, itu hal yang wajar jika kamu merindukan mereka. Tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan karena kedua orang tuamu pasti akan sedih melihat kamu seperti ini. Kamu harus bahagia dan jangan lupa kirimkan doa untuk mereka. Aku yakin hanya itu yang mereka inginkan sekarang ini. Maaf karena tidak bisa datang ke pemakaman kedua orang tuamu" Tutur Bunga
__ADS_1
Dira hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu keduanya makan siang bersama. Keduanya sudah terlihat akrab padahal ini adalah pertemuan mereka yang kedua. Bunga yang mudah bergaul membuat keduanya semakin dekat, bahkan Dira merasa bahagia memiliki teman seperti Bunga. Rasa sakit di hatinya sedikit terobati dengan kehadiran bunga. Bahkan keduanya sudah memutuskan akan pergi shopping setelah makan siang.
Bunga juga sangat bahagia, akhirnya ia mendapatkan teman di kota ini sehingga ia sudah tidak bosan lagi karena menghabiskan waktu di rumah seharian.
"Aku hubungi mas Bimo dulu, nanti dia khawatir jika aku tidak memberi kabar. Aku juga ingin izin pulang terlambat karena kita akan senang-senang dulu. Kamu tidak menghubungi Arya dan minta izin dulu. Nanti dia nyariin kamu Lo Dir." Ucap Bunga.
"Aku udah mengirimkannya pesan tadi kalau aku akan pulang terlambat." Ucap Dira berbohong.
__ADS_1
"Suami kamu sangat perhatian ya, beruntung sekali kamu bertemu dan di cintai laki-laki seperti Bimo." Ucap Dira setelah Bunga mematikan teleponnya.
"Kamu bisa saja. Kamu juga beruntung mempunyai suami seperti Arya. Dia juga pasti sangat beruntung mempunyai istri sepertimu. Dia juga pasti sangat mencintaimu."Puji Bunga.
"Semoga saja." Ucap Dira dengan tatapan kosong.
Mendengar ucapan Dira barusan membuat Bunga sedikit curiga dengan wanita yang duduk di sampingnya. Sepertinya Arya dan Dira sedang tidak baik-baik saja. Tapi ingin bertanya lebih dalam rasanya tidak pantas apalagi mereka baru terbilang baru dalam berteman. Bunga hanya berdoa semoga saja apa yang ia pikirkan tidak benar dan hubungan Dira dengan suaminya baik-baik saja.
__ADS_1
"Terkadang apa yang kita impikan tidak akan bisa tergapai dengan mudah. Kita akan melewati cobaan-cobaan sebelum kita bisa menggapai mimpi itu. Sebaiknya kita berpikiran positif dan menjalani hidup ini dengan kebahagiaan. Jika orang yang kita harapkan untuk membuat kita bahagia tidak bisa membahagiakan kita maka kita harus membahagiakan diri kita sendiri. Ingat Dira mencintai diri sendiri itu lebih penting. Jangan terlalu berharap pada mahkluk ciptaan tuhan sebaiknya kita menyerahkan semuanya pada sang pencipta. Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita." Tutur Bunga.
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat.