Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Surat Wasiat


__ADS_3

Davina dan Notaris tersebut memasuki rumah bersama-sama, kemudian mempersilahkan Notaris tersebut untuk duduk di ruang tamu sementara ia berniat memanggilkan sang menantu.


"Silahkan duduk pak, tunggu sebentar saya akan panggilkan Dira."


Davina mendekati anak dan menantunya yang masih duduk di meja makan, terlihat Arya sedang menyiapkannya obat yang rutin di konsumsi Dira. Davina juga tersenyum saat melihat sang anak yang begitu baik dalam menjaga menantunya.


"Selesai minum obat, kamu temani istri kamu ke ruang tamu. Disana sudah menunggu seorang Notaris. Katanya mau ada yang di bicarakan dengan Dira." Ucap Davina memberitahu.


"Iya ma" Ucap Arya dan Dira bersamaan.


"Kalau begitu mama ke dapur dulu, mau nyuruh si mbak siapin minuman untuk tamu." Davina berlalu meninggalkan anak dan menantunya.


*****


"Maaf ya pak, sudah membuat bapak sedikit menunggu." Ucap Dira menyapa Notaris tersebut.

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak Dira, saya hanya ingin memberitahukan kalau surat wasiat yang nak Dira inginkan sudah jadi. Saya hanya ingin memperlihatkannya kepada nak Dira saja. Apakah masih ada yang kurang atau tidak." Ucap pria seumuran almarhum papanya Dira memberikan sebuah map yang berisi surat wasiat yang di inginkan Dira.


Deg....


Arya terkejut dengan penuturan dari notaris itu, surat wasiat kenapa Dira tidak pernah cerita perihal tersebut. Arya sedikit emosi dan tersinggung karena Dira tidak pernah mendiskusikan hal tersebut padanya, sebisa mungkin Arya menahan rasa penasarannya dan akan bertanya pada Dira setelah urusan sang istri dengan notaris tersebut selesai.


Dira membaca surat wasiat tersebut dengan teliti memastikan semuanya sesuai dengan keinginannya. Kemudian ia membubuhkan tanda tangannya pada surat wasiat tersebut.


"Sepertinya sudah sesuai dengan keinginan saya pak, tidak perlu ada perbaikan lagi." Ucap Dira kemudian mengembalikan surat wasiat tersebut kepada notaris.


*****


Arya masih diam tidak menanyakan perihal surat wasiat yang kini selalu mengganggu pikirannya, lelaki itu menahan rasa ingin tahunya karena tak ingin ribut dengan Dira.


Sungguh ia sebenarnya tidak habis pikir jika Dira sampai berbuat sejauh itu, apa istrinya itu meragukannya? begitulah pikiran Arya.

__ADS_1


"Kak kenapa dari tadi kamu diam terus, apa kamu sakit?" Tanya Dira sembari mencek suhu Arya dengan menempelkan tangannya di dahi suaminya.


"Tidak, aku baik-baik saja." Jawab Arya dingin.


"Kamu kenapa Kak, apa kakak tidak suka dengan surat wasiat yang aku buat ?" Tanya Dira yang menebak jika hal itu penyebab suaminya mendiamkannya.


Arya yang berubah menjadi pendiam setelah notaris itu pergi membuat Dira menyadari jika suaminya tidak menyukai hal tersebut.


"Ya aku tidak suka karena kamu tidak pernah bercerita mengenai surat wasiat tersebut. Apa kamu sudah tidak menganggap aku sebagai suamimu Dira." Ucap Arya dengan tegas.


"Bukan seperti itu kak, tapi aku sudah lama mengurus surat wasiat itu. Aku tidak memberitahukan kak Arya karena aku pikir kakak tidak akan peduli, karena saat itu kakak sangat membenciku."


"Tapi sekarang kamu sudah tahu kalau aku mencintaimu, kenapa kamu tidak batalkan saja surat wasiat itu. Apa kamu masih tidak percaya padaku atau kamu masih meragukan aku. Kamu pikir aku tidak akan bisa merawat kedua anakku dengan baik atau kamu takut kalau aku akan menghabiskan hartamu itu." Teriak Arya lepas kendali."


Maaf ya teman-teman beberapa hari ini tidak up karena author lagi sibuk dengan drama menyapih anakku yang dadakan. Gak tahu kenapa tiba-tiba anakku tidak mau minum asi lagi. Akibatnya anakku jadi rewel terus, di kasih susu formula tapi gak mau. Sekarang alhamdulilah sudah mulai beradaptasi dengan keadaan. Tapi author takut berat badan anakku turun karena tidak asi lagi mana di kasih susu gak mau. Ada yang mau kasih saran biar berat badan anak tidak turun walau sudah minum asi lagi.

__ADS_1


__ADS_2