
Tanpa mereka sadari jika orang yang sedang mereka bicarakan itu mendengar semua obrolan mereka. Dira yang tadi berniat mengantarkan minuman untuk mereka tidak sengaja mendengar curahan hati suaminya. Dira tidak menyangka kini cintanya berbalas, hal yang paling ia impikan kini terwujud. Arya lelaki yang sangat ia cintai ternyata juga mencintai dirinya.
Dira mengurungkan niatnya untuk memberikan minuman tersebut, wanita hamil itu kembali ke arah dapur dan menyuruh asisten rumah tangga mereka untuk memberikan minuman tersebut.
Dira segera memasuki kamarnya, wanita itu duduk di atas ranjang dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Bukan tangis kesedihan tapi tangis haru dan bahagia karena akhirnya ia mampu membuat Arya mencintainya. Laki-laki yang dulu sangat membencinya, menolak kehadirannya bahkan menorehkan luka dalam padanya saat laki-laki itu memasukkan wanita masa lalunya dalam rumah tangga mereka.
"Akhirnya aku berhasil membuat kak Arya mencintaiku, ya kak Arya mencintaiku bukan mengasihaniku. Ini nyata bukan pura-pura, terima kasih tuhan ini adalah hadiah terindah di ujung usiaku. Jika memang umurku tidak panjang lagi aku akan ikhlas karena akhirnya aku berhasil menanti cinta suamiku." Ucap Dira.
Ceklek....
Pintu kamar tiba-tiba terbuka, terlihat Arya memasuki kamar mereka dengan senyum indahnya, rasanya ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya. Tapi senyum itu mendadak hilang karena mendapati sang istri menangis. Arya memasuki kamarnya dengan cepat karena khawatir dengan sang istri.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa, apa yang sakit sayang katakan pada kakak?" Tanya Arya dengan panik.
Dira hanya menggelengkan kepalanya, sebagai tanda kalau apa yang di khawatirkan suaminya tidak terjadi.
"Terus kamu kenapa, apa ada yang berbuat jahat padamu atau ada perkataan orang yang menyakiti hatimu? Katakan sayang jangan di simpan sendiri kamu tidak boleh banyak pikiran." Terlihat Arya sangat takut melihat istrinya menangis seperti ini.
Inilah yang selalu di takutkan oleh Arya jika ia meninggalkan sang istri sebentar saja, laki-laki itu selalu berusaha menjaga mood dan pikiran sang istri agar Dira selalu merasa bahagia.
Deg....
Arya terkejut dengan ucapan sang istri, bahkan ia tidak membalas pelukan Dira karena masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Apa Arya salah dengar, istrinya itu percaya jika ia benar tulus mencintai Dira. Bukannya kemarin-kemarin Dira selalu menganggapnya berpura-pura dan sekarang tidak ada angin tidak ada hujan istrinya itu percaya jika ia sangat mencintai wanita hamil itu.
__ADS_1
Setelah tersadar dari rasa terkejutnya barulah Arya membalas pelukan sang istri, bahkan Arya memeluk istrinya dengan erat meluapkan rasa bahagia di hatinya.
"Kak hati-hati, peluknya jangan erat-erat kasihan si kembar." Ucap Dira memperingati.
"Astaga maaf ya sayang, aduh anak-anak papa maafin papa ya sayang. Papa lupa karena terlalu bahagia. Sebagai permintaan maaf , papa akan jenguk anak-anak papa sekarang. Kalian pasti kangen sama papa." Ucap Arya sembari mengelus perut buncit Dira.
"Itu mah maunya kamu kak, bukan maunya si kembar."
"Tapi kamu suka kan sayang." Ucap Arya yang langsung membaringkan Dira di ranjang mereka, dan akhirnya acara jenguk menjenguk si kembar terjadi.
Sudah dulu ya teman-teman, satu bab dulu insya Allah nanti malam di usahain lagi up 1 babnya. Anak author sudah bangun nih, bakalan rese dia nanti gak bisa diam.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat up-nya.