
...Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna...
...~ Nafisah Humaira...
...•...
...•...
...Happy Reading...
Altaf masih mencari keberadaan Nafisah sedangkan wanita yang ia cari sedang menangis.
Nafisah bersyukur karena tadi suaminya tak melihat nya berlari ke sini. Nafisah berjalan menuju pantai dekat sini untung saja keadaan agak ramai jadi ia tidak terlalu merasa takut.
Tak ada niat untuk lari dari rumah hanya saja Nafisah sudah lelah dengan semuanya, Nafisah juga meminta izin meskipun lewat pesan singkat yang ia kirim dari ponselnya tapi setidaknya ia berharap suaminya membaca mungkin inilah akhir cerita hubungan dia dan Altaf.
Nafisah berjalan menatap langit yang di penuhi bintang, ini kali kedua dia berjalan malam seperti ini dengan cepat dan dihantui rasa takut terjadi apa-apa.
" Hai cewe. " Sapa pria yang berpenampilan nya seperti preman, Nafisah menatapnya takut kepada dua orang itu.
Ia mulai mempercepat langkah kakinya
" Tunggu dulu dong cantik. " Ujar pria itu saat mau memegang tangan Nafisah tapi Nafisah langsung menghindari tangannya.
__ADS_1
" Maaf mas saya mau pergi. " Jawab Nafisah halus dan segera berjalan tapi kembali di tahan pria itu.
" Jangan pergi dong cantik. " Ucap pria satunya. Nafisah merasa ketakutan tapi ia harus kuat dia harus melawan tak mau lagu dia menjadi wanita lemah yang bisa di pegang dengan laki-laki yang bukan mahram nya.
" Maaf bos kita pergi dulu ya. " Ucap kedua laki-laki itu, Nafisah menoleh melihat siapa yang diajak bicara sama kedua pria itu.
Nafisah menatapnya heran.
Bos, kedua lelaki itu ternyata anak buah pria yang ada di hadapannya tapi penampilannya berbeda dengan anak buahnya.
Pria ini seperti pria berpendidikan dengan memakai jas dan dasi yang menggantung di lehernya.
" Makasih mas, saya permisi dulu. Assalamualaikum. " Salam Nafisah dan segera pergi.
" Mba Nafisah. " Sapa gadis itu memeluk Nafisah.
" Sayang, kamu kenapa panik seperti ini. " Tanya Nafisah melihat gadis kecil itu.
" Tadi ada preman mba yang datang kesini dan mau mengambil salah satu dari anak-anak di sini tapi untungnya saja mba ada om tampan yang menolong kami. " Ucap gadis itu.
Nafisah bertemu gadis ini waktu dia sedang pulang dari kantor nya waktu itu . Dibawanya Nafisah masuk ke dalam rumah, rumah yang tidak begitu besar hanya terbuat dari kardus saja.
Di tempat ini banyak anak yang memulung untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
__ADS_1
" Mba Nafisah mau pulang?. " Tanya gadis itu saat Nafisah selesai memberikan obat ke umi nya gadis ini.
" Kalau mba engga pulang terus mba tidur dimana?. " Tanya Nafisah.
" Mba tidur sama Rara dan umi. " Jawab Anak ini , Nafisah melihat ibu gadis itu yang hanya tersenyum dan mengangguk.
" Mba takut merepotkan sayang. " Tolak Nafisah lagi.
Gadis itu menatap Nafisah kecewa
" Yah, mba Nafisah pulang padahal kan mba nafisah enggak merepotkan loh malah Rara senang mba kalau di sini kan jadi nemenin Rara sama umi. " Lirih Rara, Nafisah tersenyum gemas dengan anak ini.
" Baiklah mba akan menginap disini menemani rara dan umi tapi mba nafisah tanya lagi nih sama rara, apa engga merepotkan. " Ucap Nafisah.
" Tidak sama sekali mba nafisah, rara sama umi akan senang sekali. Ya kan mi. " Rara menatap umi nya yang terbaring di tempat tidur.
" Iya nak umi senang jika nak Fisah di sini. " Umi tersenyum ke arah Nafisah, Nafisah juga membalas senyumannya umi.
" Hore aku punya temen mi sekarang. " Rara tampak senang sekali.
" Ya sayang, makasih ya nak Fisah. " Ucap umi yang mengelus kepala Nafisah.
Nafisah juga senang sekali seperti mendapatkan keluarga baru.
__ADS_1
To Be Continue...