Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 35


__ADS_3

...Happy Reading...


Pagi ini Nafisah sudah bisa beraktivitas meski tidak terlalu berat.


" Non, gimana sudah membaik kah?. " Tanya mbok lis.


" Alhamdulilah mbok, fisah sudah lebih membaik lagian bosan juga mbok kalau di kamar saja. " Ujar Nafisah


" Assalamualaikum. "


" Biar fisah saja mbok. " Ujar Nafisah yang langsung berlalu membuka kan pintu.


"Waalaikumsalam, eh mba tyas. Silahkan masuk. " Ucap Nafisah mempersilahkan Tyas, Tyas pun masuk dan duduk di sofa.


" Gimana kondisi mu Fisah?. " Tanya Tyas


" Alhamdulilah mba, fisah sudah lebih membaik ko. " Ujar Nafisah lalu Nafisah dan Tyas berbincang berdua mengenai hal privasi.


Hingga Altaf pun pulang " Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. " Sahut Nafisah dan Tyas, tak lupa Nafisah mencium tangan Altaf.


" Sini mas tas nya biar fisah taruhkan di kamar sekalian juga fisah buat kan air panas buat mas mandi. " Ucap Nafisah yang berlalu ke atas sedangkan Altaf memilih duduk, dia juga sedikit berbincang sama Tyas.


Nafisah hendak turun tapi dia melihat Altaf sama Tyas tampak sedang asik berdua.


" Eh fisah sini. " Ucap Tyas


" Eum mas, fisah cuman mau bilang kalau air panas nya sudah siap. " Ujar Nafisah yang turun dari tangga untuk menghampiri Tyas dan Altaf.


" Makasih ya, kalau gitu aku mandi dulu ya. " Ucap Altaf yang langsung naik ke atas.

__ADS_1


" Fisah ko bengong kenapa?. " Tanya Tyas


" Ah engga ko mba. "


" Ada apa Fisah kalau butuh teman buat cerita, mba ada ko. " Ucap Tyas.


Nafisah hanya tersenyum berusaha menyakinkan ke Tyas kalau tidak ada apa-apa.


" Oh ya mba tidak bisa lama jadi kalau gitu mba pamit pulang ya, ingat ya Fisah kalau kamu ada apa-apa kabarkan ke mba. " Ujar Tyas, Nafisah hanya tersenyum


" Mari mba Fisah antar. " Ucap Nafisah yang langsung berjalan ke depan mengantar Tyas.


Setelah mengantar Tyas, Nafisah memilih naik ke atas aja karena dia mau bereskan kamar yang sedikit berantakan.


" Astagfirullah. " Pekik Nafisah saat masuk ke dalam kamar melihat Altaf yang bertelanjang dada hanya mengenakan handuk di pinggang saja.


" Kenapa?. " Tanya Altaf


" Mas bisa kan kalau makai baju di kamar mandi. " Ujar Nafisah


Nafisah berusaha menetralkan hatinya dengan cara dia memilih membenarkan sprei kasur saja.


" Aww. " Rintih Nafisah karena merasakan kepalanya sedikit pusing


" Kamu nggak papa?. " Tanya Altaf yang tampak khawatir, Nafisah hanya menggeleng saja.


" Serius. " Altaf tampak sangat panik saat melihat Nafisah mengeluarkan peluh keringat nya tapi Nafisah berusaha menyakinkan Altaf bahwa dia tidak apa-apa.


" Fisah tidak apa mas hanya sedikit pusing saja tadi tapi sekarang sudah nggak ko. " Ujar Nafisah.


Altaf berjalan ke arah sofa nya duduk di sana

__ADS_1


" Loh mas nggak ke kantor?. " Tanya Nafisah


" Hari ini saya mau di rumah saja. " Ujar Altaf yang asik dengan ponselnya.


Nafisah mencari ponselnya " Loh ponsel Nafisah kemana?. "


" Ponsel mu rusak tapi saya sudah belikan yang baru, ini. " Altaf langsung memberikan tas kecil yang berisi ponsel baru.


" Tapi data-data Fisah gimana?. "


" Tenang saja saya sudah pindahkan semua data-data mu ke ponsel baru mu. " Ucap Altaf.


" Terima kasih mas. " Ucap Nafisah yang berjalan ke arah Altaf dan memegang tangan Altaf.


Altaf menatapnya dengan tegang karena ini kali kedua jantung dia berdebar saat dekat Nafisah.


" Maaf. " Ucap Nafisah saat sadar dia refleks memegang tangan Altaf.


" Nggak perlu minta maaf. " Ucap Altaf tanpa menjawab Altaf, Nafisah berjalan kembali ke kasur.


Nafisah sedang asik mengotak atik ponsel baru nya dan banyak sekali pesan yang masuk Rara dan nomor tidak di kenal.


" Nomor siapa ini. " Gumam Nafisah


" Siapa?. " Tanya Altaf yang mendengar gumaman Nafisah


" Tidak tahu mas. " Sahut Nafisah, Altaf berjalan melihat nomor ponsel itu.


" Itu bukan kah nomor nya Rasyid?. " Tanya Altaf dalam hati.


" Jangan pernah menjawab nomor yang tidak kamu kenal, Paham?!. " Titah Altaf, Nafisah hanya mengangguk saja daripada membantah dosa sendiri nanti dia.

__ADS_1


" Mau apa Rasyid. " Ucap Altaf dalam hati.


To be continue...


__ADS_2