Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 41


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah melakukan hubungan intim baik Nafisah dan Altaf masih sama-sama canggung tapi tidak terlalu canggung seperti awal-awal.


" Loh mas tidak ke kantor?. " Tanya Nafisah yang membuka pembicaraan, Altaf menjawab hanya dengan gelengan kepala saja.


" Kenapa?. "


" Aku capek jadi hari ini mau di rumah saja. " Ujar Altaf yang sedang mengeluarkan perlengkapan kerja dia dari dalam tas nya.


" Ya sudah kalau gitu Fisah ke bawah ya mau bantuin mbok masak. " Ucap Nafisah, lagi dan lagi Altaf menjawab hanya dengan anggukan saja.


...•••...


" Pagi mbok. " Sapa Nafisah


" Pagi juga non, sudah bangun toh. " Ucap mbok lis yang sedang memotong sayuran.


Mbok lis melihat Nafisah tampak bahagia sekali hari ini.


" Waduh sepertinya non bahagia sekali pagi ini. " Ucap Mbok lis, Nafisah hanya tersenyum manis ke mbok.


" Alhamdulilah non, mbok ikut bahagia mendengar nya. " Ucap mbok lis.


" Pagi. " Sapa Altaf yang baru saja turun dari tangga.


" Pagi den. " Ucap mbok berbeda dengan Nafisah yang tampak malu-malu menatap Altaf.


Altaf hanya tersenyum dan berlalu ke sofa, Nafisah berniat membuatkan Altaf teh hangat karena pagi ini sedang turun hujan.

__ADS_1


" Eum mas ini Fisah buatkan teh hangat untuk mas. " Ucap Nafisah yang baru saja datang dengan membawa secangkir teh hangat.


" Terima kasih sayang. " Ucap Altaf


Blush


Pipi Nafisah langsung memerah bagaikan tomat atau kepiting rebus entahlah.


" Kenapa pipi nya merah. " Tanya Altaf yang sedikit menggoda Nafisah.


" Ah enggak apa-apa ko mas. " Elak Nafisah


" Humaira, eum seperti nya mas harus memanggil mu dengan sebutan itu deh. " Ucap Altaf


" Kenapa Humaira mas?. " Tanya Nafisah yang lugu sekali.


" Humaira artinya kemerahan dan nama Humaira itu menjadi sebutan Aisyah istrinya Rasulullah, Rasulullah juga memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira karena pipi istrinya sering memerah saat Rasulullah menggoda nya sama seperti mu. " Ucap Altaf membuat Nafisah tambah malu.


" Ternyata kamu sangat lucu sekali Nafisah. " Ucap Altaf dalam hati.


...•••...


Selesai makan Nafisah dan Altaf kembali ke kamar, sebenarnya Altaf ada kerjaan yang harus di selesaikan dan dia meminta Nafisah menemani nya.


Nafisah menemani Altaf sambil membuka handphone nya dan dia tidak sengaja melihat pendaftaran untuk mahasiswa baru. Sejujurnya dia sangat ingin melanjutkan pendidikannya.


Ya, Nafisah memang belum kuliah dan dia bisa bekerja di kantor menjadi sekretaris itu karena Adi yang membantu nya. Adi melihat Nafisah mempunyai potensi yang cukup baik walaupun dia bukan sarjana atau apalah itu.


" Kenapa?. " Tanya Altaf yang menyadari bahwa Nafisah hanya diam dan melamun.

__ADS_1


" Ah enggak ada apa-apa ko mas. " Ucap Nafisah berbohong karena dia tidak mau menyusahkan Altaf, dia ingin kuliah dengan biaya sendiri tanpa merepotkan Altaf.


" Mas, Fisah kebawah dulu ya mau ambil minum." Ucap Nafisah yang langsung ke luar kamar.


Tanpa sengaja pandangan Altaf teralihkan ke layar ponsel Nafisah yang tertinggal di sebelah nya, Altaf langsung mengambil ponsel itu.


" Pendaftaran Mahasiswa Universitas Bina Nusantara." Ucap Altaf dalam hati.


Altaf langsung menaruh ponsel Nafisah kembali karena Nafisah sudah kembali ke kamar lagi.


" Mas mau bicara sama kamu. " Ucap Altaf yang serius dan langsung menutup laptop nya.


" Ada apa mas ko serius banget. " Ucap Nafisah yang seketika bingung.


" Kamu ingin kuliah?. " Tanya Altaf tapi Nafisah hanya diam saja.


" Jawab mas yang jujur, fisah. " Titah Altaf.


" Ya, Fisah ingin melanjutkan pendidikan fisah tapi itu dulu mas sebelum Fisah memutuskan untuk menikah dengan mas. " Ucap Nafisah.


" Apa sekarang kamu masih ingin. "


" Sejujur nya Fisah masih ingin tapi Nafisah tidak mau merepotkan mas, Fisah akan mencari biaya kuliah sendiri. " Ucap Nafisah.


" Mas akan biayai kuliah mu jika kamu masih ingin melanjutkan pendidikan mu. " Ucap Altaf.


" Tapi mas. "


" Bisa jangan membantah suami. " Tegas Altaf, Altaf ini masih saja selalu begini tidak berubah ya berubah hanya tidak bersikap dingin saja si.

__ADS_1


" Besok biar mas yang urus semuanya lagian juga yang punya universitas itu teman mas jadi kamu tinggal terima beres saja, paham. " Ucap Altaf, Nafisah hanya mengangguk saja daripada membantah tar malah ribut.


To be continue...


__ADS_2