Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Arya Mengetahui Semuanya.


__ADS_3

Bugh....


Bugh....


Arya menyerang Bimo saat laki-laki itu mengakui jika ia penyebab Tari meninggalkan dirinya sehari sebelum pernikahan mereka.


Arya masih mampu meredam emosinya saat mengetahui jika Tari dan Bimo pernah menjalin hubungan tetapi saat Bimo mengakui jika ia terlibat dalam kaburnya Tari membuat Arya tidak tahan dengan amarah yang sedari tadi ia tahan.


"Dasar sialan, jadi Lo biang kerok atas kaburnya Tari. Apa Lo tidak berpikir jika kelakuanmu hampir mempermalukan keluarga gue. Kamu sudah memiliki istri tapi kenapa kamu ingin merebut Tari dariku." Teriak Arya.


"Karena gue gak mau sahabat gue hidup bersama dengan wanita yang tidak tulus mencintainya. Tari tidak mencintai kamu Ar, dia hanya bertahan karena memandang harta kamu. Buktinya dia rela meninggalkan pernikahan kalian demi bisa bersamaku.


"Tidak, Tari sangat mencintaiku. Buktinya dia kembali walau sudah di ancam oleh mertuaku. Dia tidak takut demi bisa bersamaku."

__ADS_1


Bugh....


Kali ini Dani yang melayangkan tinjunya pada wajah sepupunya itu. Dani yang sedari tadi hanya diam membiarkan Bimo dan Arya berdebat kini tidak tahan melihat kebodohan Arya. Dani merasa tidak bersalah jika ia menghadiahi Arya dengan sebuah bogem akibat kebodohan lelaki itu.


"Sialan, masih saja tidak sadar walau fakta sudah terbukti jika wanita itu tidak baik. Sudah aku katakan jika semua yang di katakan oleh wanita sialan itu tidak benar. Orang tua Dira tidak pernah mengancam Tari, bahkan orang tua Dira tidak mengetahui apa-apa. Semua yang Bimo ceritakan adalah fakta. Tari kembali kepada kamu karena ia di campakkan Bimo bukan karena ia mencintaimu. Kamu pasti akan menyesal setelah ini." Ucap Dani dengan wajah yang memerah.


Dani mengambil ponselnya dan memutar rekaman suara Antara ia dan Tari kemarin.


Dani langsung memutar rekaman tersebut dan lagi-lagi Arya syok mendengar pengakuan dari wanita yang ia tahu itu adalah suara Tari. Dalam rekaman itu dengan jelas Tari mengatakan jika ia mencintai Bimo dan memilih kembali kepada Arya hanya karena harta dan kehormatan. Arya semakin terkejut saat Tari mengakui jika orang tua Dira tidak mengancamnya bahkan Tari sendiri tidak mengenal orang tua Dira.


Arya langsung terduduk rasanya tubuhnya tidak bertenaga setelah mendengar rekaman yang membuat ia hancur dan menyesal. Menyesal karena telah mempercayai ucapan Tari dengan mudahnya dan menyakiti hati Dira dengan tuduhan-tuduhan yang tidak pernah istrinya lakukan.


Ruangan itu kembali hening ketiga laki-laki yang berada dalam ruangan itu memilih diam dengan pikirannya masing-masing. Di keheningan tersebut tiba-tiba suara ponsel Arya berdering dan menampilkan nomor baru sehingga Arya tidak menghiraukannya. Tetapi sialnya nomor tersebut terus menghubunginya sehingga Arya terpaksa mengangkatnya.

__ADS_1


"Siapa ini?" Tanya Arya.


"Kamu tidak perlu tahu kemana aku pergi, cepat katakan apa yang ingin kau katakan." Ucap Arya kembali.


"Jika kamu ingin meminta maaf, maka datanglah ke kantorku sekarang." Ucap Arya kemudian mematikan sambungan tersebut.


Dani dan Bimo menatap Arya dengan Tajam mereka sudah menebak siapa yang barusan menghubungi Arya.


"Jangan menatapku seperti itu, kalian pikir aku sebodoh itu. Tunggu saja, aku akan membuat wanita sialan itu menyesal seumur hidupnya." Ucap Arya dengan senyum misteriusnya.


Arya kembali menghubungi seseorang yang mampu membuat Bimo dan Dani bernapas lega.


Jangan Lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih

__ADS_1


__ADS_2