
Tari mulai menjalankan rencananya berbekal uang dari hasil penjualan apartemen pemberian Bimo wanita itu menyewa seorang untuk mencari tahu semua kehidupan Dira. Tari harus mengetahui kelemahan Dira untuk menggunakannya sebagai senjata untuk menyingkirkan Dira.
Setelah melihat perlakuan Arya terhadap Dira, ia yakin akan sangat sulit memiliki Arya kembali tanpa menggunakan cara licik. Tari berencana akan membuat Arya membenci istrinya sendiri dengan begitu Tari akan mudah masuk kehidupan Arya.
"Saya ingin mengetahui semua informasi mengenai perempuan ini namanya Dira, istri Arya Seno Nugroho. Cari tahu dengan detail jangan sampai ada yang terlewat. Saya tunggu hasilnya, ingat saya tidak suka kerja yang lambat jadi kalau bisa secepatnya saya sudah mendapatkan apa yang saya inginkan." Ucap Tari pada seorang laki-laki di hadapannya.
"Jika anda ingin hasil yang sempurna dengan waktu yang cepat, saya ingin anda membayar setengah dari perjanjian yang kita sepakati, sisanya setelah saya memberikan apa yang anda mau." Ucap laki-laki suruhan Tari.
"Kamu tenang saja saya akan memberikan setengah dari perjanjian yang kita sepakati. Jika kerja kamu memuaskan, saya akan memberimu bonus." Tutur Tari.
__ADS_1
Tari menghabiskan minumannya setelah pria yang akan mencari informasi yang ia butuhkan pergi setelah mendapatkan uang dari Tari. Wanita itu larut dalam lamunannya menyesali bujuk rayu Bimo yang ternyata hanya memanfaatkannya.
"Andai aku tidak terpengaruh dengan kata-kata manis Bimo, mungkin sekarang aku sudah hidup bahagia menjadi nyonya Nugroho. Menikmati kekayaan keluarga Nugroho, membeli apa yang aku inginkan, hidup dalam kemewahan dan di hormati banyak orang. Tapi sekarang wanita sialan itu yang mendapatkan tempatku. Lihat saja aku akan merebut tahta tersebut. Dira kamu hanya ratu sementara di istana Arya karena ratu sebenarnya sudah kembali." Guman Tersenyum licik.
Hari yang di tunggu tiba, Arya dan Dira akan menghadiri makan malam bersama kedua orang tua Arya di sebuah restoran mewah untuk sekedar merayakan ulang tahun mama Arya. Dira tampil cantik dan elegan dengan dress Sabrina warna hitam tak lupa kalung berlian hadiah dari Arya memperindah tampilannya malam ini.
"Kak aku sudah siap, ayo kita berangkat." Ajak Dira.
Arya seperti orang yang terkena hipnotis melihat penampilan sang istri yang begitu memukau, make up tipis yang terlihat natural membuat Arya semakin terpesona. Arya semakin bangga karena Dira memakai kalung pemberiannya seperti permintaannya.
__ADS_1
"Kak Arya ayo dong, kok bengong? Nanti kita terlambat." Ucap Dira sekali lagi karena suaminya hanya diam sembari menatapnya dengan intens.
"Ayo sayang, maaf kakak tadi tidak dengar karena terpesona denganmu. Istriku cantik sekali sepertinya aku tidak rela membawamu keluar, bagaimana kalau kita batalkan saja makan malamnya. Kakak makan kamu saja di kamar." Goda Arya.
"kakak, jangan godain Dira. Mama dan papa sudah menunggu kita. Jangan macam-macam deh kak." Tegur Dira.
"Aku gak macam-macam kok sayang cuma satu macam kok. Gimana kalau satu ronde saja sebelum kita berangkat." Arya masih berusaha menggoda istrinya.
"Gak, aku sudah capek dandan gini masa nanti ngulang lagi. Makan akunya nanti saja setelah kita pulang makan malam." Ucap Dira yang tak tega melihat suaminya menahan hasratnya.
__ADS_1