Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Jangan Mau enaknya saja


__ADS_3

"Bagus kalau begitu, saya peringatkan kepada kalian berdua. Jika kalian berani macam-macam dengan saya, saya tidak akan segan-segan menyebarkan video panas kita Bimo. Jangan mencoba mengusikku, jika kalian tidak ingin hancur." Ancam Tari.


Tak ingin berlama-lama berurusan dengan sepasang suami istri itu, Tari segera pergi setelah memperingati Bimo dan Bunga. Tari takut jika ia berlama-lama di sana rencananya bisa saja gagal apalagi jika Bimo dan Arya bertemu.


"Sedang apa wanita itu itu ada di sini. Apa jangan-jangan dia kembali mendekati Arya?" Sebab Bimo yang curiga melihat gelagat Tari.


"Sepertinya tidak mas, buktinya hubungan Dira dan Arya baik-baik saja. Selama ini Dira tidak pernah ada cerita sama aku mas." Ucap Bunga.


"Mudah-mudahan apa yang kamu katakan. benar sayang. Arya tidak kembali terjerat dengan perempuan licik itu. Kasihan Dira jika itu terjadi." Ujar Bimo berusaha berpikir positif, sejujurnya ia merasa ada yang janggal dengan kemunculan Tari di kota ini.


Arya duduk di kursi dekat ranjang Dira, lelaki itu dengan setia menunggu sang istri yang belum sadarkan diri. Kedua orang tua Arya sudah kembali ke rumah, Arya menyuruh keduanya untuk beristirahat dan ia yang akan menjaga Dira. Walau sempat mendapat cibiran dari sang mama yang tidak mempercayainya. Tetapi akhirnya Arya bisa meluluhkan hati Davina dengan mengatakan tidak akan mungkin membuat Dira celaka apalagi di dalam rahim istrinya kini sedang tumbuh darah dagingnya dan akhirnya Davina setuju dan akan kembali besok pagi.

__ADS_1


Ceklek....


Dani memasuki ruangan Dira dan melihat sepupunya sedang menunggu wanita yang kini sedang mengandung keturunan Nugroho. Dani segera mendatangi kamar Dira setelah mengetahui kabar Dira pendarahan dari Dokter kandungan yang menangani Dira.


"Bagaimana keadaan Dira?" Tanya Dani menghampiri Arya.


"Dani, kamu tahu dari mana kalau istriku di rawat di sini." Tanya Arya langsung memberondong sepupunya.


"Kenapa Dokter itu memberitahumu, apa Dokter itu tahu kalau kamu mengenal istriku?" Tanya Arya.


Mendengar pertanyaan Arya membuat Dani tersenyum mengejek, melihat kelakuan sepupunya yang tidak tahu apa-apa mengenai Dira.

__ADS_1


"Jelas saja Dokter itu tahu karena istrimu selalu periksa kehamilan di sini dan kami pernah bertemu. Oh ya, kenapa kamu tidak pernah ikut menemani Dira kontrol kandungannya? Jangan mau enaknya saja bro." Pancing Dani.


Dani memang tidak menceritakan penyakit Dira karena ia sudah berjanji pada perempuan itu tapi Dani akan berusaha memperingati sepupunya agar tidak menyesal di kemudian hari.


"Bagaimana aku ingin ikut kalau Dira hamil saja baru aku tahu tadi. Aku tidak menyangka kalau Dira dengan tega menyembunyikan kehamilannya padaku. Apa maksudnya?" Jawab Arya sedikit kesal.


"Bagaimana dia memberitahu berita kehamilannya sedangkan suaminya sedang sibuk dengan kekasihnya." Ucap Dani dengan senyum miringnya.


"Apa Dira yang menceritakannya padamu, sepertinya hubungan kalian sangat dekat di belakangku?" Ucap Arya dengan cemburu.


"Hahahaha, kamu pikir Dira perempuan yang suka menceritakan aib suaminya dan mencari perhatian pada pria lain. Dira tidak pernah berbicara apapun pada aku Ar, tapi aku sendiri yang melihat kamu sedang jalan dengan Tari. Kalian memang manusia tidak tahu malu, bermesraan di muka umum sementara kamu sudah menjadi suami orang dan satu lagi jangan samakan Dira dengan kekasih murahanmu itu karena Dira adalah wanita yang menjunjung tinggi sebuah ikatan pernikahan. Dira bukanlah wanita yang mudah dekat dengan laki-laki, dia selalu menjaga kehormatannya dan dia sangat tahu batasan jika dia sudah bersuami bukan seperti dirimu yang menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain." Ucap Dani mencengkram kerah baju Arya.

__ADS_1


__ADS_2