Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Panik


__ADS_3

"Ada apa ? ayo cerita sama mama, jangan sampai kamu membuat kesalahan karena masalah sepele nak." Ucap Davina.


"Dira mengurus surat wasiat tanpa sepengetahuan Arya ma." Akhirnya Arya menceritakan permasalahan mereka.


"Surat wasiat apa?"


"Dira menyerahkan seluruh harta dan asetnya untuk kedua anak kami ma."


"Terus apa yang membuatmu marah, bukannya itu wajar." Davina terlihat heran melihat sikap Arya.


"Arya marah karena ia tidak mempercayai Arya, Dira menganggap Arya akan menikah lagi sehingga ia takut Arya tidak akan menyayangi kedua anak kami nanti. Dira mengatakan kalau Arya buta jika sudah jatuh cinta." Tutur Arya.

__ADS_1


"Cuma itu saja kamu semarah ini?" Tanya Davina sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maksud mama, Arya tidak pantas marah dengan semua perkataan Dira. Apa Dira tidak percaya dengan cinta Arya padanya ma?" ucap Arya prustasi.


"Semua ini karena kesalahan kamu di masa lalu membuat Dira sulit percaya kepadamu. Ingat nak kamu sudah terlalu dalam menyakiti Dira. Seharusnya kamu sabar menghadapi sikap Dira yang seperti ini. Dira hanya seorang ibu yang takut anaknya tidak baik-baik saja saat dirinya tidak bisa mendampingi mereka." Davina mencoba memberi pengertian pada putranya.


"Jadi mama memihak Dira, mama setuju dengan tindakan Dira ma?" tanya Arya tidak percaya.


"Mama...., Arya gak kayak gitu ma. Gak semua laki-laki seperti apa yang di katakan mama " Ucap Arya dengan intonasi sedikit tinggi.


Niat hati ingin mencurahkan isi hati agar bebannya sedikit berkurang malah yang terjadi hal sebaliknya. Sang mama malah berpihak pada istrinya, membuat Arya semakin prustasi.

__ADS_1


"Apa, berani kamu bentak mama? sekarang kamu balik ke kamar kamu dan minta maaf sama Dira. Kamu sadar gak sih kelakuan kamu itu sudah menyakiti hati Dira. Awas saja jika terjadi sesuatu dengan menantu mama, habis kamu di tangan mama." Ancam Davina mulai emosi dengan kelakuan Arya.


Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Arya kembali ke kamarnya sesuai dengan perintah mamanya. Setelah berpikir akhirnya Arya mengakui kalau ia sudah terlalu berlebihan pada istrinya. Lagian seluruh harta istrinya akan jatuh ke tangan anak-anak mereka jadi apa yang di permasalahkan.


Arya membuka pintu kamarnya dengan tidak sabar, rasanya ingin cepat-cepat meminta maaf pada sang istri.


Ceklek.....


"Sayang maafkan kakak karena...., astaga kamu kenapa sayang?" Arya langsung berlari menghampiri Dira yang terlihat meringis kesakitan di lantai samping tempat tidur mereka.


"Dira kamu kenapa, apa yang terjadi? Sayang kamu kenapa dimana yang sakit sayang?" Arya semakin panik saat melihat darah yang kini membanjiri lantai tempat Dira duduk.

__ADS_1


Segini dulu, insya Allah nanti habis sahur di lanjut author sudah ngantuk berat.


__ADS_2