
Dira hanya pasrah saat tubuhnya berada di bawah kukungan Arya, laki-laki itu dengan semangat menjelajahi tubuh sang istri yang sedari tadi sudah membangkitkan hasratnya. Setelah selesai makan malam bersama kedua orang tuanya Arya langsung pamit untuk pulang.
Begitu sampai di apartemen Arya langsung menagih janji Dira, langsung membawa Dira ke ranjang mereka memulai pergulatan panas yang membuatnya candu. Dira bahkan kewalahan menghadapi Arya yang terlalu bersemangat menyentuhnya, tetapi Dira juga di buat melayang merasakan kenikmatan yang tiada Tara. Arya memperlakukan dengan lembut dan penuh cinta sehingga Dira kini hanya pasrah dan menerima sentuhan memabukkan yang di berikan suaminya.
Di malam yang sunyi itu kini hanya terdengar suara ******* dan erangan nikmat dari mulut keduanya yang semakin menambah indahnya percintaan sepasang suami istri itu.
Arya mempererat pelukannya saat merasakan puncak kenikmatan itu telah tiba kemudian ia memejamkan matanya menikmati pelepasannya, Dira juga melakukan hal yang sama. Wanita itu sangat bangga dengan keperkasaan suaminya yang selalu mampu membawanya terbang hingga ke langit ketujuh.
"Terima kasih sayang, Aku mencintaimu." Ucap Arya melabuhkan sebuah kecupan di kening Dira.
Arya kemudian turun dari atas tubuh Dira dan berbaring di samping istrinya, tak lupa ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya. Dira yang terkejut dengan pengakuan cinta suaminya kini terdiam seperti patung membuat Arya gemas dengan tingkah lucu istrinya.
Seperti mimpi Dira tidak menyangka kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut Arya. Pengakuan cinta Arya membuat Dira bahagia dan terharu. Akhirnya ia mampu meruntuhkan pertahanan Arya dan membuat laki-laki itu mengakui perasaannya.
"Kenapa diam saja. Kamu tidak mau membalas ungkapan cintaku?" Tanya Arya.
"Aku hanya tidak menyangka kak Arya mencintaiku. Apa perlu aku juga mengutarakan cintaku? Bukannya kak Arya sudah tahu kalau aku sangat mencintai kakak." Ujar Dira.
"Hmm aku tahu. tapi aku ingin mendengarnya langsung." Ucap arya.
"Baiklah, aku juga mencintai kak Arya. Sangat mencintai kakak, jadi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku, hanya kakak yang aku punya di dunia ini. jika nanti aku melakukan kesalahan tegur dan tuntun aku, jangan tinggalkan aku kak." ucap Dira yang kini sudah menitihkan air mata.
__ADS_1
"Iya kakak janji tidak akan pernah meninggalkan kamu. sudah jangan nangis lagi. Ayo kita tidur kamu pasti sudah lelah. Semoga di sini segera tumbuh benih-benih cinta kita. Kakak tidak sabar menunggu kabar bahagia itu." Ucap Arya merengkuh tubuh Dira ke dalam pelukannya.
Beberapa hari kemudian terlihat Tari tersenyum setelah mendapat informasi mengenai Dira dari orang suruhannya, ternyata tidak sesulit yang di bayangkan olehnya. Tari kini menemukan cela untuk menarik perhatian Arya kembali sekaligus menyingkirkan Dira tanpa menyentuhnya.
"Sepertinya sudah waktunya menunjukkan diriku di hadapan Arya. Ayo Tari mari kita mulai permainan ini." Ucap Tari dengan senyuman liciknya.
Sebelum melancarkan aksinyaTari terlebih dahulu pergi ke salon untuk mempercantik dirinya berharap Arya kembali tergila-gila kepadanya. Wanita sangat percaya diri jika Arya masih belum bisa melupakannya.
Sedangkan Arya dan Dani sedang makan siang bersama di sebuah restoran, kesibukan keduanya membuat sahabat sekaligus sepupu itu jadi jarang bertemu.
"Sudah lama kita gak makan barang seperti ini, apalagi sama si Bimo kangen bangat gue bro. Kapan kita bisa kumpul seperti dulu lagi." Ucap Dani.
"Kita semua sama-sama sibuk bro, apalagi aku dan Bimo sudah punya istri tidak seperti kamu yang masih bebas sana sini, kita sudah ada pawangnya bro gak bisa seenaknya, salah-salah gak dapat jatah nanti malam." Ucap Arya membuat Dani tertawa terpingkal-pingkal.
"Aku masih laki-laki normal, mana mungkin Dira aku anggurin, tunggu saja sebentar lagi juga Dira akan sama seperti istrinya Bimo. Kamu tu kapan nikah? jangan hobinya nyoblos sana sini tapi gak berani komitmen dan terikat dengan satu wanita ingat umur." Ucap Arya.
"Aku akan menikah dan setia pada pasanganku saat aku bertemu dengan wanita yang tepat. Aku tidak ingin membuat wanita yang aku nikahi menangis karena aku tidak bisa setia padanya. Ar aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu?"
"Kamu mau tanya apa?"
"Seandainya Tari Kembali hadir di antara kamu dan Dira. Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Dani yang sudah melihat Tari beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Kenapa harus ngomongin perempuan itu, untuk apa kembali kepada perempuan yang tidak bertanggung jawab seperti dia. Mengingat perbuatannya membuat aku naik darah saja." Ucap Arya mulai kesal.
"Baguslah kalau kamu berpikir seperti itu, semoga kamu tidak berubah pikiran suatu saat nanti. Aku hanya memperingatkan kamu untuk tidak menyia-nyiakan wanita sebaik Dira. Jangan sakiti dia hanya kamu yang ia miliki sekarang, jangan sampai kamu menyesal dan kehilangan dia. Kamu jaga dia baik-baik."
"Sepertinya kamu sakit Dani, playboy cap gayung sepertimu ternyata bisa memberikan nasehat seperti itu." Arya terkekeh geli melihat kelakuan sepupunya.
"Aku serius Arya. Tidak selamanya yang terlihat kuat dan baik-baik saja itu sedang dalam keadaan baik. Aku hanya mengingatkan kamu." Ucap Dani menepuk pundak Arya.
Sejujurnya Dani ingin sekali memberitahukan keadaan Dira yang sebenarnya tapi ia sudah terlanjur berjanji kepada Dira untuk tutup mulut tentang penyakit Dira. Apalagi tiga hari yang lalu Dira datang menemuinya untuk berobat dan ternyata kondisi jantung Dira semakin buruk.
Dani yakin jika kondisi Dira di pengaruhi kepergian kedua orang tua Dira yang begitu tiba-tiba membuat ia syok dan terlalu banyak pikiran membuat kondisinya semakin parah, ditambah kesibukan Dira yang kini mengantikan posisi sang ayah di perusahaan.
Arya hanya menganggukkan kepalanya, tidak terlalu menanggapi perkataan Dani yang menurutnya ngaur. Setelah jam makin siang hampir selesai baik Arya dan Dani sama-sama meninggalkan restoran tersebut dan kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Arya baru saja menghubungi Dira memberitahu sang istri kalau ia akan pulang terlambat malam ini karena ada pertemuan mendadak dengan rekan bisnisnya. Arya pergi meninggalkan perusahaan bersama dengan asistennya. Pertemuan tersebut di adakan di sebuah restoran.
Tari yang sedari tadi sudah mengawasi perusahaan Arya tersenyum tipis saat melihat Arya memasuki mobil dan meninggalkan perusahaan tersebut, dengan cepat Tari mengikuti mobil Arya dan mulai menjalankan aksinya.
Pertemuan Arya dan rekan bisnisnya berjalan lancar keduanya sepakat untuk menjalin kerja sama. Arya menjabat tangan laki-laki paru baya itu sebagai tanda terjalinnya kerja sama antar perusahaan mereka.
"Senang bisa bekerja sama dengan perusahan anda. Semoga kedepannya semuanya berjalan dengan lancar. Kalau begitu saya pamit dulu pak." Ucap Arya dengan sopan.
__ADS_1
Arya dan asistennya berjalan meninggalkan restoran tersebut. Arya yang fokus membalas pesan dari sang istri tidak terlalu memperhatikan sekitarnya hingga seorang perempuan menabrak dirinya.