
seorang perawat keluar dari ruang UGD dengan tergesa-gesa membuat Rio dan Lisa semakin cemas. Rio tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bertanya perihal kondisi sahabatnya.
"Bagaimana kondisi teman saya sus?"
"Sabar ya pak, teman bapak masih di periksa. saya harus memanggil Dokter spesialis jantung dulu." Jawab perawat tersebut dengan sopan.
Mendengar ucapan perawat tersebut membuat jantung keduanya semakin berdetak kencang, apa yang di khawatirkan mereka ternyata benar terjadi. Kemungkinan besar kondisi jantung Dira sedang tidak baik-baik.
"Rio bagaimana ini apa jantung Dira makin parah, aku takut rio." Ucap Lisa semakin cemas.
"Semoga Dira baik-baik saja, jangan langsung berpikiran buruk. Sebaiknya kita berdoa agar Dira baik-baik saja." Ucap Rio berusaha berpikir positif.
Keduanya diam dengan pikiran masing-masing, dalam hati kedua sahabat Dira itu memanjatkan doa kepada yang kuasa agar sahabatnya di beri kesehatan dan umur panjang.
__ADS_1
Ketika sedang asyik bercerita tiba-tiba ponsel Dani berbunyi dengan cepat ia melihat siapa yang menghubunginya.
"Sebentar ya Bim, asisten gue nelpon." Ucap Dani sebelum mengangkat telepon.
"Baik, saya akan segera ke sana." Ucap Dani mematikan sambungan telepon tersebut.
"Bim, kayaknya kita harus nongkrong lain kali. Kita harus meluangkan waktu untuk melepas rindu, nanti aku kabarin deh. Gue cabut dulu, ada pasien yang harus di periksa."
"Oke bro, makasih sudah merawat bokap gue. Gue tunggu janji Lo, jangan lupa ajak Ardi. Gue juga kangen ma tu anak." Ucap Bimo.
Dengan langkah cepat Dani segera menuju ruang UGD untuk memeriksa pasiennya dan alangkah terkejutnya Dani saat melihat seorang wanita yang terbaring tidak sadarkan diri didepannya.
"Dira" Ucap Dani masih dalam keterkejutannya.
__ADS_1
"Apa Dokter mengenal pasien?" Tanya seorang Dokter kandungan yang berdiri di samping Dani.
"Ya, Dia pasien saya dan istri sepupu saya Dok. Apa yang terjadi dengan Dira Dok?" Tanya Dani memastikan kondisi Dira.
"Pasien positif hamil dan kondisinya sangat lemah, setelah di periksa ternyata pasien mempunyai riwayat penyakit jantung bawaan. Sebaiknya Dokter Dani memeriksa pasien agar kita mengetahui seberapa parah kondisi jantung pasien. Dengan begitu kita bisa memutuskan tindakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Tutur Dokter spesialis kandungan itu.
Dani menghela napas kasar setelah selesai memeriksa keadaan Dira, hal yang ia takutkan terjadi. Dira memang dalam keadaan buruk apalagi sekarang ia sedang mengandung.
Dira sudah di pindahkan ke ruang rawat, untuk beberapa hari ke depan Dira harus dirawat untuk memastikan kondisinya. Rio dan Lisa masih setia mendampingi Dira, kini Dira sudah sadar dan sudah mengetahui kabar tentang kehamilannya. Dira tidak tahu harus bahagia atau sedih dengan hadirnya sang buah hati. Seharusnya Dira bahagia karena ini adalah yang ia dan Arya tunggu-tunggu tapi apa sekarang suaminya itu masih mau menerima calon anak mereka saat kondisi rumah tangga mereka yang sudah di ujung tanduk seperti ini.
"Kamu jangan banyak pikiran dulu istirahatlah. Ingat sekarang ada satu kehidupan yang bergantung padamu. Jangan terlalu memikirkan suamimu itu" Ucap Lisa seolah tahu beban pikiran sahabatnya.
Dani, Dokter kandungan dan seorang perawat memasuki ruangan Dira untuk memastikan kondisinya dan memberi tahu beberapa hal mengenai kesehatannya.
__ADS_1
Maaf kemarin malam gak up, anak author rewel gak mau tidur nangis terus. Akhirnya author gak sempat up karena begadang ngurusin anak bayi yang sedang rewel.