
...Happy Reading...
Ditengah sibuk nya Altaf mengurus surat perceraian di kantor pengadilan agama, bunda menelpon nya menyuruh dia kerumah nya karena bunda dan ayah sudah tau kalau Nafisah pergi dari rumah.
" Assalamualaikum. " Salam Altaf saat memasuki rumah dan tidak lupa dia menyalami kedua orang tua nya.
" Duduk. " Ucap ayah
" Al, apa benar Nafisah pergi dari rumah. " Tanya ayah tapi Altaf masih saja diam.
" Ayah mohon kamu jawab jujur dan ceritakan ke ayah kenapa Nafisah bisa sampai pergi seperti ini. " Ucap ayah lagi.
" Iya Nafisah pergi dari rumah dan karena ini salah Altaf. " Ucap Altaf
" Kamu buat apa sampai Nafisah semarah ini. " Tanya Bunda
" Eum sebenarnya Altaf sama Tyas sudah menikah 2 tahun yang lalu. " Ucap Altaf
plak
Ayah menampar Altaf
" Keterlaluan kamu al. " Ucap ayah, Altaf hanya menunduk dan memegang pipi nya yang terasa panas.
" Ayah sudah. " Bunda berusaha menenangkan ayah agar tak meluap emosi nya.
" Altaf tau kalau Altaf salah tapi sekarang Altaf dan Tyas akan bercerai. "
" Cerai?. " Bunda tampak kebingungan dengan anaknya yang satu ini.
" Iya Altaf sedang proses mengurus itu semua. "
" Apa alasan kamu bercerai dengan Tyas, al?. " Tanya bunda.
" Tyas sudah membohongi Al, bun. Waktu Al pulang mencari Nafisah Al mendapat kertas invoice kuret dari rumah sakit. "
Flash Back On.
Saat itu Altaf memang menyuruh bawahannya mencari bukti apa yang di tutupi Tyas karena Altaf melihat gelagat Tyas akhir-akhirnya mencurigakan sekali.
Altaf pernah melihat Tyas panik saat dia masuk ke kamar dan Tyas memasukkan sesuatu kertas ke dalam tasnya.
__ADS_1
Dan puncaknya adalah hari dimana Altaf ke kantor sehabis mencari Nafisah. Dia memang sengaja ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus dia kerjakan segera.
Tok tok tok
" Permisi pak al. "
" Silahkan masuk. " Altaf masih sibuk dengan berkasnya.
" Maaf pak ini saya hanya mau kasih ini. " Ucap Bani yang merupakan bawahan dia.
" Apa ini. " Tanya Altaf yang langsung melupakan berkasnya.
" Invoice pak. "
" Invoice. " Altaf kebingungan
" Iya pak ini invoice kuret atas nama Tyas saya mendapatkan ini pak. " Bani menjelaskan nya.
" Oh oke makasih atas bantuan kamu sekarang kamu boleh balik ke ruangan mu. " Ucap Altaf dan Bani pun langsung kembali ke ruangannya.
Flash back off.
Kurang lebih seperti itu Altaf menceritakan kronologi nya kepada kedua orang tuanya.
" Altaf tau ayah bakal kecewa sama Al tapi Al hanya bisa minta maaf kepada ayah dan bunda saja. " Ucap Altaf menunduk.
" Maaf mu telat Al sekarang hanya mau bawa Nafisah pulang Al. "
" Al janji akan bawa Nafisah pulang sesudah urusan Altaf sama Tyas selesai yah. " Ucap Altaf.
" Ayah akan tunggu Al dan kalau dia pulang ayah mohon dengan amat sangat jangan pernah kamu sakiti Nafisah lagi, PAHAM KAMU?!." Ayah meninggikan suara dan Altaf hanya mengangguk setelah itu ayah pergi.
Bunda menghampiri Altaf dan merangkulnya
" Al asal kamu tau ya, abi nya nafisah tak hanya membantu perusahaan kita dia pernah mendonorkan darah untuk ayah ketika ayah kecelakaan dan hampir saja ayah tak dapat di selamatkan. " Ucap Bunda.
" Mendonorkan darah?. "
" Ya sayang keluarganya Nafisah sudah banyak membantu kita. Kita sekarang harus membalas itu semua dengan cara membahagiakan Nafisah. "
" Ko Bunda sama Ayah nggak pernah cerita ke Altaf. " Altaf semakin bingung dengan semua ini.
__ADS_1
" Sayang, bunda sama ayah hanya ingin kamu bisa mencintai Nafisah dengan hati kamu bukan karena embel-embel balas budi atas apa yang mereka sudah beri kepada kita. " Ucap bunda sambil menatap Altaf
" Altaf janji bunda, Altaf akan bawa Nafisah pulang ke rumah lagi dan Altaf akan membahagiakan dia. Tapi untuk sekarang Altaf akan fokus ke perceraian Altaf sama Tyas dulu." Altaf memegang tangan bundanya.
Bunda hanya tersenyum dan mengangguk
" Terus Tyas kemana sekarang?. " Tanya bunda
" Tyas ku suruh dia pulang ke rumah yang ku belikan untuknya. "
Bunda mengangguk
" Kamu sudah makan sayang?. " Tanya bunda
" Sudah bunda. "
" Alhamdulilah kalau gitu kamu bermalam di sini saja dulu. " Ajak bunda.
" Ya bunda kebetulan juga jarak dari sini ke pengadilan agama dekat juga. " Ucap Altaf
" Ya sudah sekarang kamu bersih-bersih dulu sana abis itu kamu istirahat ya supaya besok kamu bisa fokus ke urusan mu. " Ucap bunda.
" Bunda sekali lagi Altaf minta maaf ya sudah mengecewakan bunda. " Altaf menunduk tak berani menatap wajah bunda nya.
" Sudah sayang bunda sudah memaafkan kamu lagian mana ada ibu yang tega membiarkan anaknya merasa bersalah. " Ucap bunda mengelus kepala Altaf.
" Makasih bunda kalau gitu Altaf ke kamar dulu ya. " Altaf langsung naik ke kamar nya.
...•••...
Setelah Altaf mandi pandangan dia tertuju ke foto yang di bingkai dan terpajang di meja kecil yang berada di kamar nya.
Altaf memandangi foto itu. Yah, foto pernikahan Altaf dan Nafisah waktu itu. Dia beranjak mengambil foto nya.
" Maaf kan aku Nafisah telah memberi kamu banyak luka. Aku laki-laki brengsek tapi ku janji akan terus mencari mu setelah masalah ku dan Tyas selesai.
Terima kasih sudah mencintai ku selama ini dan kamu adalah wanita terkuat yang ku tau, aku sangat bodoh Nafisah. "
Tanpa sadar air mata Altaf turun untuk saat ini dia merasa seperti mendapatkan karma atas yang dia telah perbuat.
" Abi maafkan altaf, altaf telah membuat putri abi menderita dan menangis mulu. Altaf belum bisa membahagia putri abi. "
__ADS_1
To be continue...