Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Menunggu


__ADS_3

Dira masih terbaring di atas ranjang pasien dengan segala pikiran yang ada di kepalanya, ada rasa bahagia sekaligus khawatir ia rasakan bersamaan. Bahagia karena kini ia sedang mengandung buah cintanya dengan laki-laki yang ia cintai dan rasa khawatir tidak bisa merawat dan membesarkan anaknya kelak. Sungguh Dira juga tidak yakin akan bisa bertahan saat melahirkan anaknya kelak.


Dira hanya di temani oleh Lisa yang kini sedang tertidur di sofa tak jauh dari ranjang Dira, sedangkan Rio sedang pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli minum. Air mata Dira kembali menetes saat memikirkan nasib anaknya jika dirinya tidak bisa bertahan, Dira takut jika Arya tidak menerima kehadiran anak mereka kelak. Dira juga khawatir jika Arya tidak bisa menyayangi anaknya dan satu lagi Dira takut jika Arya dan Tari menikah apakah Tari akan memperlakukan anaknya dengan baik.


"Ya Tuhan, berilah hamba umur panjang agar bisa merawat dan memberikan kasih sayang kepada anak hamba. Jika memang hamba dan suami hamba sudah tidak bisa bersama lagi hamba ikhlas ya Allah. Tapi hamba mohon beri hamba kesempatan untuk merawat anak hamba." Ucap Dira berdoa dalam hatinya.


*


*


*

__ADS_1


Arya memasuki apartemennya, terasa sunyi dan sepi. Laki-laki itu dapat memastikan jika istrinya belum pulang. Entah kenapa Arya merasa ada yang kurang dalam harinya. Sikap dan perubahan Dira yang ikut mendiamkannya dan cuek sama seperti yang ia lakukan membuat Arya menjadi kesal sendiri.


"Istri macam apa dia, jam segini belum pulang. Seharusnya ia menyambut suaminya saat pulang bekerja. Ini malah tidak tahu batang hidungnya ada dimana."


Arya merasa kesal karena tidak mengetahui keberadaan Dira, sejak tadi sebenarnya perasaannya tidak enak. Bahkan ia membatalkan acara kencannya dengan Tari agar bisa cepat pulang ke apartemen yang mana membuat Tari kesal.


Setelah selesai membersihkan diri, Arya kembali ke ruang tamu untuk menunggu kedatangan Dira. Tapi hingga jam sebelas malam wanita yang ia tunggu tidak juga tampak. Rasa cemas dan khawatir semakin menjadi. Ingin menghubungi Dira tapi Arya merasa gengsi apalagi hubungan mereka belakangan ini sedang tidak baik.


"Kamu kenapa sih Arya, ngapain mikirin wanita licik itu. Dia tidak pantas untuk mendapatkan perhatianmu. Ingat Arya gara-gara Dira kamu tidak bisa menikahi Tari." Ucap Arya mengingatkan dirinya. Entahlah hati dan pikirannya tidak sejalan membuat laki-laki itu prustasi.


Karena lelah menunggu akhirnya Arya tertidur di sofa ruang tamu hingga pagi tiba. Sinar matahari yang masuk melalui celah gorden membuat tidurnya terusik. Dengan malas Arya membuka matanya dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.

__ADS_1


Setelah sadar sepenuhnya Arya melihat jam di ponselnya dan menyadari kalau ia tertidur akibat menunggu istrinya.


"Apa dia sudah pulang, kalau sudah pulang pasti dia membangunkan aku. Apa ia marah sehingga membiarkan aku tidur di sini." Ucap Arya berbicara dengan dirinya sendiri.


Tak ingin menduga-duga akhirnya Arya memutuskan untuk melangkah ke dapur karena biasanya jam segini Dira sedang sibuk membuat sarapan. Ternyata dugaannya salah, dapur mereka masih rapi dan sepi tidak menunjukkan adanua aktivitas di sana.


"Pasti ia masih tidur atau mandi." Ucap Arya melanjutkan langkahnya ke kamar mereka.


Lagi-lagi nihil, Arya tidak menemukan istrinya di manapun. Arya semakin heran dimana istrinya sekarang.


"Kalau rame author up lagi, jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin update.

__ADS_1


__ADS_2