
"Astaga, maaf mbak saya tidak sengaja." Ucap Arya.
Arya mengambil ponselnya yang terjatuh tanpa melihat siapa wanita tersebut. Arya merasa bersalah karena sedari tadi ia tidak terlalu memperhatikan jalannya karena terlalu fokus dengan ponselnya.
"Tidak apa-apa saya juga salah karena terburu-buru tadi." Ucap Tari dengan suara yang di buat selembut mungkin.
Deg
"Suara itu." Ucap Arya dalam hatinya.
Dengan cepat ia menatap wanita itu dan benar saja wanita itu adalah Tari seperti dugaannya. Wajah Arya langsung datar dan dingin melihat wanita yang tega meninggalkannya sehari sebelum pernikahan mereka kini ada di hadapannya. Sedangkan Tari dia pura-pura terkejut dan langsung melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Arya astaga, maaf tadi aku tidak sengaja. Aku gak nyangka kita bisa bertemu di sini. Apa kabar?" Ucap Tari dengan ramah.
Bahkan Tari tidak sungkan menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kekasihnya itu. Tari masih menganggap Arya kekasihnya karena tidak pernah ada terucap kata-kata putus dari keduanya. Arya tersenyum sinis melihat tingkah wanita yang ada di hadapannya itu, Arya merasa Tari tidak punya malu bertemu dengannya setelah apa yang di perbuat oleh wanita itu, tak ingin meladeni Tari Arya langsung pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata.
Melihat Arya yang tidak menggubris bahkan terlihat dingin kepadanya membuat Tari ketar ketir takut rencananya gagal jika Arya seperti itu. Dengan cepat ia melanjutkan rencananya dengan berakting sebagus mungkin.
"Sebenci itukah dirimu padaku Ar? Maafkan aku karena terpaksa meninggalkanmu. Aku tahu aku salah tapi itu semua bukan inginku. Aku terpaksa Arya, bukan cuma kamu yang tersiksa tapi aku juga. Aku harus melepaskanmu karena aku tidak ingin melihatmu hancur jika kita tetap bersama."
Arya menarik tangan Tari yang ingin memasuki mobilnya. Rasa penasaran laki-laki itu membuatnya menyusul Tari dan ingin meminta kejelasan tentang ucapannya Tadi.
"Apa maksud ucapanmu tadi ?" Tanya Arya masih dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
Tari masih menangis dan memilih diam, ia bahkan meminta Arya melepaskan tangannya.
"Tolong lepaskan tanganku Ar, semuanya sudah terjadi jadi sudah tidak ada gunanya kamu mengetahuinya. Hidup bahagialah dengan wanita licik itu." Ucap Tari.
"Siapa wanita licik, jangan mengada-ada kamu istriku bukanlah wanita seperti itu. Kamulah yang meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas" Ucap Arya mulai emosi.
"Apa kamu yakin istrimu itu sebaik yang kamu lihat, wanita itulah yang membuatku terpaksa meninggalkan kamu Ar." Teriak Tari.
Akting yang sangat sempurna di tambah dengan air mata buaya yang menjadi pelengkap drama yang di buat Tari, Arya semakin bingung dengan ucapan Tari. Tari terlihat sangat menyedihkan sehingga Arya merasa bingung. Ingin menanyakan tapi tidak enak karena mereka sedang di tempat umum terlebih beberapa pasang mata sudah memperhatikan perdebatan mereka tanpa terkecuali sang asisten yang sedari tadi ikut bersamanya. Arya yang tak ingin Masalah pribadinya di ketahui banyak orang mengajak Tari berbicara di tempat yang aman setelah menyuruh asistennya pulang dengan mobilnya. Sedangkan Arya memilih pergi dengan menyetir mobil Tari dan membawa wanita itu untuk mencari tahu alasan apa yang membuat Tari meninggalkannya.
"Maafkan jika up-nya lama, jika ada yang sedang menunggu author up tapi sepertinya tidak ada deh. Maklum novelnya kan sepi ðŸ˜
__ADS_1