
Tari terkejut dengan kata-kata terakhir Dani, wanita itu tidak mengerti dengan ucapan Dani barusan. Ada rasa cemas takut saat Dani mengatakan apakah ia akan berakhir sebagai narapidana.
"Tidak mungkin, aku tidak pernah melakukan tindakan kriminal, aku hanya sekali menabrak sebuah mobil di kota X. Hanya Bimo dan istrinya yang mengetahui hal tersebut dan tidak mungkin ia berani buka mulut. Mungkin Dani hanya menggertakku saja. Ia Dani hanya menakut-nakutiku saja. Aku harus cepat bertemu dengan Arya agar Dani tidak menyampai berita yang bisa membuat Arya semakin menjauhiku." Guman Tari dalam hati.
Tari memutuskan pergi dari apartemen Arya, wanita itu menebak jika Arya memang belum kembali. Tari kini di hantui rasa cemas dan takut dengan perkataan Dani. Wanita itu takut jika kasus dirinya menabrak mobil tercium oleh polisi apalagi sekarang ia kehilangan ponselnya. Jangan sampai Bimo tahu jika ia sudah tidak memiliki video mesum mereka, jika itu terjadi maka tamatlah riwayatnya.
Sedangkan di dalam apartemennya Dani tertawa terbahak-bahak mendengar rekaman suara dirinya dan Tari tadi. Dani memang merekam percakapan mereka dan hal tersebut berhasil menambah bukti agar Arya mengetahui seberapa licik wanita yang ia bela itu.
"Sepertinya aku tidak sabar menunggu besok, aku sudah tidak sabar melihat wajah penyesalan sepupuku itu. Dira bukanlah sumber dari masalah kamu dan Tari. Tetapi Tari yang menjadi sumber kehancuran hidup istrimu itu." Ucap Dani merasa iba dengan hidup Dira.
__ADS_1
Arya dan Dira sudah sampai di apartemen mereka, Arya bahkan menggendong Dira karena ketiduran di mobil. Arya tak ingin mengganggu tidur sang istri sehingga ia memutuskan untuk menggendong Dira.
Dengan pelan dan hati-hati ia membaringkan Dira di atas ranjang mereka, membuka sepatu Dira dan menyelimuti tubuh mungil sang istri. Tak lupa kecupan selamat malam ia hadiahkan di kening Dira.
"Selamat malam dan selamat tidur sayang. Semoga mimpi indah." Ucap Arya pelan.
Arya kemudian keluar dari kamarnya, untuk menerima panggilan dari Dani. Sedari tadi ponselnya terus bergetar membuat Arya semakin penasaran akan apa yang ingin di sampaikan sahabatnya itu.
"Baiklah kalau begitu besok kita bertemu di kantorku saja." Ucap Arya kemudian mematikan ponselnya.
__ADS_1
Arya semakin penasaran siapa pelaku yang menabrak mobil mertuanya. Arya memang harus bersabar menunggu besok untuk mengetahui siapa orang tersebut karena tidak mungkin ia menyuruh kedua sahabatnya untuk datang ke apartemennya. Arya tidak ingin membuat Dira syok jika mengetahui siapa pelaku tabrak lari tersebut.
Arya takut kabar ini akan mempengaruhi kesehatan istrinya. Arya juga tidak ingin meninggalkan Dira sendiri di apartemen, jika besok ada asisten rumah tangga yang akan datang untuk membersihkan apartemen mereka dan Dira akan ada yang menemani istrinya begitulah pikir Arya saat ini.
*****
"Kakak berangkat kerja dulu ya, kalau kamu pengen sesuatu bilang sama bik Tuti. Kakak janji tidak akan lama. Kalau ada apa-apa hubungi kakak." Ucap Arya mencium kening Dira.
"Iya kak." Balas Dira.
__ADS_1
"Bik tolong jaga istriku selama saya ke kantor. Kalau ada apa-apa hubungi saya. Saya akan memberi bik Tuti bonus jika menjaga istriku dengan baik." Ucap Arya.
"Oke tuan, siap laksanakan." Ujar Bik Tuti membuat Dira dan Arya tertawa.