
"Bukan kamu yang hancur dan di rebut kebahagiannya, tapi istriku yang kau hancurkan hidupnya dan kau rebut seluruh kebahagiaannya. Karena ulahmu istriku harus kehilangan kedua orang tuanya." Ucap Arya dengan nada tinggi.
Duar....
Baik Dira dan Tari sama-sama terkejut dengan ucapan Arya. Dira kini sudah mulai menerka apa yang sebenarnya terjadi. Apa mungkin Tari yang menjadi pelaku yang menabrak mobil orang tuanya. Walau hatinya terasa sakit tetapi Tari masih memilih diam dan bersembunyi untuk mengetahui apa yang selanjutnya terjadi. Mungkin setelah ini semuanya akan terkuat begitulah yang ada di pikiran Dira.
Tari heran mengapa Arya mengatakan jika dirinya penyebab kedua orang tua Dira meninggal. Karena memang Tari tidak mengetahui siapa yang ia tabrak.
"Maksud kamu apa Arya, jangan sembarang menuduh kamu." Ucap Tari.
__ADS_1
"Jika kamu lupa biar Bimo yang mengingatkan kamu tentang kejadian dimana kamu menabrak sebuah mobil di kota X." Ucap Arya dengan seringai yang menakutkan.
Tari langsung menatap Bimo dengan tajam, berharap laki-laki itu bungkam. Tapi sepertinya nasib baik sedang tidak berpihak pada Tari karena Bimo yang ia ancam lewat tatapan tajamnya hanya membalas dengan senyum miring seolah sedang mengejek Tari.
"Kenapa Tari, kamu terkejut saat Arya mengetahui kejadian itu. Apa perlu saya katakan siapa yang menjadi korban dari kecelakaan akibat dari kelalaianmu itu. mobil yang kamu tabrak itu adalah mobil kedua orang tua Dira. Karena ulah kamu kedua orang tua Dira meninggal dunia dan sebentar lagi kamu akan menikmati dinginnya jeruji besi untuk membayar semua kejahatan yang kamu lakukan." Tutur Bimo yang sangat puas menikmati wajah panik Tari.
"Semua ini tidak benar, jangan asal tuduh kalian. Apa kalian punya bukti kalau aku yang menjadi pelaku tabrakan itu." Tantang Tari yang yakin jika ketiga orang itu tidak memiliki bukti.
Tari tersenyum puas saat melihat ketiga lelaki itu diam saja tetapi senyuman itu hanya bertahan sebentar saja. Tiba-tiba Dani kembali memutar sebuah video yang membuat Tari tidak dapat berkutik lagi. Tari menatap tajam kearah Bimo yang kini tersenyum puas melihat dirinya yang kini tidak mengelak lagi.
__ADS_1
"Aku akan membalas kalian semua, terutama kamu Bimo. Aku akan membuat kamu menyesali semua perbuatanmu ini. Kamu sudah terlalu jauh ikut campur dengan hidupku." Ancam Tari.
"Silahkan saja, aku akan menunggu ucapanmu itu. Apa kamu memiliki sesuatu untuk menghancurkan aku?" Ledek Bimo.
"Aku akan menyebarkan video panas kita Bimo, agar kita sama-sama hancur. Jika aku harus berakhir di penjara maka kamu juga harus berakhir dengan kehancuran karir, nama baik dan keluargamu."
"Silahkan sebarkan aku tidak takut, apa kamu masih punya video panas kita. Bukannya kamu baru kehilangan ponselmu beberapa hari yang lalu?" Ucap Bimo menertawakan wanita yang ada di depannya.
"Dasar bajingan, ternyata kamu dalang di balik hilangnya ponselku." Ucap Tari menyadari jika itu semua ulah Bimo.
__ADS_1
"Sudah cukup mulut kotormu itu berbicara, sekarang kamu harus mempersiapkan dirimu untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu." Ucap Arya yang sudah merasa muak dengan Tari.