Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Peringatan Keras Istri


__ADS_3

Jika hubungan Arya dan Dira semakin buruk berbeda dengan sepasang suami istri yang makin hari makin romantis, siapa lagi kalau bukan Bimo dan Bunga. Setelah di cuekin selama berminggu-minggu akhirnya Bimo dapat meluluhkan hati sang istri tercinta. Terbukti degan perubahan Bunga yang kembali perhatian dan semakin manja pada Bimo.


Bimo berjanji tidak akan mengulang kesalahan bodoh yang membuat istrinya terluka. Bimo sangat menyesal saat mendapati Bunga yang diam-diam menangis karena perbuatannya.


Bunga memang sudah memaafkannya kesalahan Bimo, tapi saat melihat video mesum tersebut membuat hati wanita yang kini sedang mengandung darah dagingnya itu terluka. Wanita mana yang tahan saat melihat suaminya sedang bercinta dengan wanita lain. Bahkan Bimo butuh waktu untuk membuat luka di hati istrinya sembuh. Dengan sabar ia menerima sikap cuek dan dingin Bunga, bahkan Bimo harus rela tidak mendapat jatah selama berminggu-minggu.


Beruntung kesabaran Bimo membuahkan hasil walau ia harus menderita lahir dan batin tapi tak apa karena ia sadar dengan kesalahan yang ia perbuat sehingga ia pantas mendapatkan hukuman dari istrinya.


Kini justru sebaliknya Bunga yang beberapa Minggu lalu selalu cuek dan dingin kini tidak mau jauh-jauh dari Bimo, entahlah mungkin Bunga sudah bisa melupakan kesalahan suaminya atau mungkin efek dari kehamilan Bunga. Sepertinya Sang buah hati tidak rela jika ibunya menghukum ayahnya.


Di dalam ruangan Bimo, sang istri sedang duduk di pangkuannya melahap bibirnya dengan agresif. Bimo tersenyum bahagia melihat perubahan Bunga yang kini lebih berani dan agresif. Saat dirinya di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan tiba-tiba Bunga datang berkunjung tanpa memberitahu dahulu.


Setelah memasuki ruangan Bimo tanpa basa basi Bunga langsung duduk di pangkuan suaminya dan melakukan apa yang sudah ada di pikirannya sejak di rumah tadi. Bunga yang tiba-tiba merindukan suaminya, rindu akan kehangatan dan keintiman mereka tanpa pikir panjang langsung mendatangi suaminya.


Setelah puas dengan bibir Bimo barulah Bunga memeluk suaminya mencium aroma tubuh Bimo yang bagai candu untuknya. Bimo membalas pelukan sang istri, Bimo mengusap rambut panjang Bunga sesekali ia mengecup rambut indah itu.


"Ada apa, kenapa tidak memberitahu kalau mau datang? Biar mas jemput." Tanya Bimo dengan lembut.


"Anak kamu rindu dengan ayahnya." Jawab Bunga.

__ADS_1


"Benar yang rindu cuma anak kita bukan ibunya?" Goda Bimo membuat pipi Bunga merona.


"Dua-duanya, rindu sama suami sendiri tidak di larang jadi apa yang salah atau mas Bimo gak suka kalau aku datang?"


Bimo langsung dibuat gelagapan dengan pertanyaan sang istri, ternyata ia sudah salah bertanya seperti itu, dengan cepat Bimo harus menjinakkan wanita yang ada di hadapannya jangan sampai sang ratu meradang. Bimo harus ekstra sabar dengan perubahan mood Bunga yang tidak stabil, salah sedikit bisa panjang urusannya.


"Siapa bilang mas gak suka kamu datang, justru mas ingin kamu selalu di samping mas jadi lebih semangat kerjanya." Rayu Bimo.


"Ya sudah, kalau begitu aku temanin mas kerja. Aku duduk di sana ya, biar mas bisa fokus kerjanya." Bunga menunjuk sofa yang ada di ruangan suaminya.


Bimo mengangguk dan membiarkan istrinya duduk di sofa. Setelah itu ia kembali melanjutkan pekerjaannya agar bisa cepat selesai dan ia bisa memiliki waktu lebih banyak dengan Bunga. Tidak terasa sudah setengah jam berlalu, Bimo yang sedari tadi asyik dengan setumpuk kertas yang ada di mejanya kini menyempatkan diri untuk menatap sang istri yang ternyata sudah tertidur di sofa.


Jam sudah menunjukkan waktunya makan siang, Bimo menghentikan pekerjaannya karena perutnya sudah terasa lapar terlebih Bimo tidak akan membiarkan sang istri terlambat makan, Bimo menghampiri Bunga yang masih tertidur dengan pulas di sofa. Saat ingin membangunkan istrinya tiba-tiba ponsel di saku Bimo berbunyi dengan cepat ia menjawab panggilan dari sang mama.


"Iya ma ada apa? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Bimo yang khawatir mendengar Isak tangis sang mama.


"Apa astaga kenapa bisa? Iya ma Bimo akan segera ke sana." Ucap Bimo.


Bunga terbangun mendengar suara Bimo yang terdengar seperti menahan emosi. Setelah suaminya mematikan panggilan tersebut barulah ia bertanya.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa emosi seperti itu. Apa ada masalah?" Tanya Bunga dengan lembut membuat emosi Bimo sedikit mereda.


"Mama bilang papa masuk rumah sakit karena terkena serangan jantung. Karyawan di perusahaan papa membawa kabur uang perusahan, sekarang perusahan sedang bermasalah. Mama meminta tolong agar aku bisa membantu memulihkan perusahaan karena papa sedang di rawat." Tutur Bimo.


"Ya sudah kapan kita berangkat, sudah seharusnya kamu membantu papa. Kasihan papa sudah tua, siapa lagi yang membantu papa jika bukan kamu. Biar asisten kamu yang mengurus perusahaan ini sementara."


"Kamu yakin ikut, mas gak bisa memastikan berapa lama kita berada di sana. Bukannya kamu ingin melahirkan disini di temani mama." Ucap Bimo.


Bimo memang mendirikan perusahaannya sendiri di kota tempat tinggal sang istri. Sehingga ia dan mertuanya tinggal di kota yang sama sementara kedua orang tua Bimo tinggal di kota yang berbeda.


"Yakin, aku akan selalu ikut kemana suamiku pergi. Aku tidak ingin memberi kesempatan kepada para pelakor yang semakin menjamur di luar sana. para wanita gatal itu pasti akan mempunyai Seribu cara untuk menjerat kamu. Apalagi suamiku ini tampan dan mapan." Ucap Bunga dengan tegas.


"Kamu gak percaya sama mas?" Tanya Bimo.


"Ya aku tidak percaya dengan kamu mas, bukannya laki-laki tidak bisa lama-lama menahan hasratnya berbeda dengan kami perempuan yang masih berpikir panjang untuk melakukan hal bodoh itu. Seminggu saja libur karena aku datang bulan kamu uring-uringan bagaimana jika lebih. Pasti iman kamu akan goyah jika di goda terus menerus. Aku akan mengantisipasi hal tersebut, aku tidak akan memberi cela untuk orang ketiga masuk ke dalam rumah tangga kita mas, cukup satu kali aku kecolongan. Jika kamu masih berani mengulanginya lagi, lihat saja aku juga bisa seperti kamu. Saat itu terjadi hatiku sudah tidak untukmu lagi mas. Perlu kamu ingat jika kalian para lelaki bisa berselingkuh tanpa cinta dan hanya mengandalkan nafsu berbeda dengan kami perempuan jika kami berselingkuh pasti dengan hati dan perasaan. Itu tandanya posisi kalian sudah tergantikan bukan seperti kalian yang hanya mencari selingan dengan alasan bosan dengan istri." Tutur Bunga.


Bimo menelan ludah mendengar peringatan keras istrinya.


"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up lagi"

__ADS_1


__ADS_2