
...Suatu saat nanti kamu akan menyadari pedihnya kehilangan, tapi terlalu lambat untuk memperjuangkan ...
...Happy Reading...
" Al gimana kata dokter?. " tanya bunda, altaf kembali memeluk bunda
" Kondisi Nafisah___________."
...•••...
Suasana semakin tegang karena Altaf menggantungkan kalimat nya.
" Al,Nafisah kenapa?. " Tanya bunda
" Kondisi Nafisah semakin memburuk bun. " Ujar Altaf lirih.
" Astagfirullah. "
Setelah Altaf mengucapkan itu semua pada terdiam lemas terutama Altaf, Altaf sangat takut sekali akan kondisi Nafisah.
" Altaf. " Panggil seseorang yang baru saja datang, Altaf mengangkat kepala dan menatap orang itu yang ternyata Tyas.
" Tyas. "
" Bunda, ayah. " Tyas menyalami kedua orang tua Altaf, Altaf hanya terdiam.
" Permisi bu ini makanannya. " Ucap mbok lis yang baru saja datang.
" Ini untuk mu Al. " Ucap bunda
" Taruh situ saja bun, al belum mau makan. " Ucap Altaf. Tyas melihat itu dia memang hafal sekali mantan suami nya ini.
" Al makan dulu aku tau kamu pasti belum makan kan. " Ucap Tyas berusaha membujuk Altaf.
" Nanti saja. " Ucap Altaf
" Pak Altaf. " Panggil Dokter kepada Altaf
__ADS_1
" Ya dok. "
" Bisa ikut saya lagi sebentar. " Ucap dokter itu, Altaf hanya mengangguk saja.
" Pak Altaf saya dan tim yang lain menyarankan untuk kita memasang alat ventilator karena melihat kondisi Ibu Nafisah yang semakin menurun lagi tapi memasang alat ventilator itu banyak resiko nya pak. " Jelas dokter itu.
Altaf terdiam dia sangat bingung tapi dia harus melakukan apapun demi istrinya.
" Lakukan yang terbaik menurut dokter saja, saya mohon lakukan yang terbaik untuk istri saya. " Ucap Altaf.
" Baik pak kalau gitu saya akan segera memasangkan alat ventilator secepatnya. " Ucap dokter langsung segera melakukan tindakan sedangkan Altaf kembali ke kursi dan duduk dengan lemas.
" Apa kata dokter al?. " Tanya bunda
" Dokter menyarankan untuk memasang alat ventilator pada Nafisah karena kondisi Nafisah semakin menurun. " Ucap Altaf
" Kalau gitu Al kamu dan mbok pulang saja biar ayah dan bunda yang berjaga di sini. "
" Al akan di sini sampai Nafisah sadar. " Altaf menggelengkan kepalanya
" Tapi al kamu harus istirahat. " Ucap ayah yang berusaha membujuk Altaf untuk istirahat
" Biarkan Altaf di sini, aku yang akan bersama altaf. Ayah sama mbok pulang saja kasian mbok dia lelah sekali. " Saran bunda.
" Ya sudah kalau gitu ayah akan nganter mbok pulang. " Ucap ayah.
Ayah dan mbok langsung segera pulang, Altaf tak henti terus memandangi Nafisah dari kaca saja.
" Al, makan dulu. " Ucap bunda lagi
" Bun, al nggak lapar. "
Tyas masih ada di situ hanya memandangi Altaf dia bisa melihat Altaf begitu menyayangi bahkan mencinta Nafisah karena terlihat jelas dari cara Altaf khawatir nya.
Dia bahagia jika mantan suaminya akhirnya bahagia dengan Nafisah karena dia juga menganggap Nafisah sudah sebagai adiknya sendiri.
Tyas yakin cepat atau lambat dia juga akan menemukan tambatan hati nya kembali dan Nafisah sama Altaf akan bahagia selamanya.
__ADS_1
Altaf menyender kan badannya di pintu sambil terus menatap Nafisah yang terbaring kaku di ranjang rumah sakit.
" Bunda kalau gitu Tyas pamit pulang ya sudah malam juga. " Ucap Tyas sambil menyalami tangan bunda.
" Al, kamu juga harus mikirin kesehatan kamu ya jangan lupa makan kalau nggak makan kamu sakit terus siapa yang akan jaga Nafisah." Ucap Tyas sambil memegang bahu Altaf.
" Terima kasih Tyas sudah datang. " Ucap Altaf tersenyum ke arah Tyas.
" Aku pamit pulang dulu ya mungkin besok aku akan ke sini lagi, boleh kan. " Tanya Tyas.
" Selalu terbuka jika kamu ingin melihat kondisi Nafisah. " Ucap Altaf.
" Kalau gitu aku pulang ya, assalamualaikum. " Ucap Tyas yang tak lupa tersenyum ke arah bunda.
" Kamu ganti baju dulu sana , nih bunda sudah bawakan baju ganti sekalian kamu sholat maghrib sana doain istri mu. " Ucap bunda.
" Ya bun kalau gitu Altaf titip Nafisah ya. " Altaf langsung berjalan ke kamar mandi untuk ganti baju dan melangsungkan sholat maghrib.
Selama sholat Altaf menumpahkan air mata nya
" Ya allah yang maha pengasih lagi maha penyayang hamba mohon kepada mu kembalikan lah istri hamba sungguh hamba kasian melihat dia seperti itu. Hamba sangat menyayanginya ya allah, ya allah ya tuhan ku ampunilah kesalahan hamba yang telah menyia- nyiakan istri sebaik Nafisah sungguh hamba menyesal ya allah. Ya allah ya tuhan ku jika ku di berikan kesempatan lagi untuk bersama nya hamba janji hamba akan membahagiakan dia selamanya.
Adzhibil ba’sa allahumma rabban naasi wasyfii anta syaafi laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqma.
(Hilangkanlah rasa sakit Ya Allah Rabb manusia, sembuhkanlah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit).
Amin amin ya rabbal al'amin . "
Altaf mengusap wajahnya sekaligus menghapus air mata yang mengalir
" Al. " Panggil bunda.
" Ya bunda, kenapa?. "
" Nafisah. "
" Nafisah kenapa bun. " Altaf tampak begitu panik saat melihat bunda seperti itu.
__ADS_1
To be continue...