
Tari menelan ludahnya saat mendengar rekaman suaranya dan Dani, dia tidak menyangka jika Dani merekam kata-kata yang mampu membuat rencana yang sudah di susun rapi hancur karena kecerobohannya. Nyali wanita itu itu mulai menciut saat menatap wajah Arya yang memerah akibat terbakar emosi. Raut wajah yang sangat mengerikan yang tidak pernah Tari lihat dari seorang Arya.
Sementara di balik pintu Dira juga terkejut saat mendengar rekaman tersebut. Ia tidak menyangka jika Tari sejahat itu. Bukan maksud hati ingin menguping membicarakan orang-orang yang berada di dalam ruangan suaminya tapi saat ingin memasuki ruangan suaminya Dira mendapati pintu yang tidak tertutup sempurna sehingga ia dapat mendengar suara pertengkaran beberapa orang di dalam sana.
Sebagai manusia biasa yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi membuat Dira memutuskan untuk mendengar dan mengintip apa yang sedang diperdebatkan oleh ketiga laki-laki dan satu wanita itu.
__ADS_1
"Arya ini semua gak benar, Dani hanya merekayasa semuanya. Kamu harus percaya sama aku. Aku sangat mencintai kamu sayang." Bujuk Tari masih tidak mengakui kebohongannya.
"Tidak usah berkilah lagi Tari, aku sudah muak dengan kebohongan kamu. Aku tidak menyangka bahwa kamu adalah wanita murahan yang rela melakukan segala cara agar bisa mendapatkan apa yang kamu mau." Teriak Arya semakin muak melihat Tari yang masih tidak mau mengaku.
"Tidak Arya, aku tidak seperti itu. Ini semua karena wanita sialan itu. Jika ia tidak datang di hidup kamu semua pasti tidak seperti ini. Kamu pasti masih sendiri dan kita akan kembali menjadi pasangan. Istri kamu yang sudah membuat hidupku hancur dan merebut semua kebahagiaanku Arya." Teriak Tari yang sudah mengeluarkan air mata buayanya.
__ADS_1
Tari merasakan pipi kanannya terasa nyeri akibat tamparan yang baru saja di beri oleh Arya, laki-laki yang selama ini tidak pernah melayangkan tangannya atau berkata kasar pada Tari . Tapi hari ini Arya tanpa ragu-ragu menampar wajahnya dengan emosi yang semakin membara.
"Sudah ku katakan jangan libatkan istriku, berhenti menjelek-jelekkan istriku dengan semua kebohonganmu itu. Aku bersumpah akan membencimu seumur hidup karena kebohongan-kebohongan yang kamu buat membuatku menyakiti hati istriku. Karena kamu aku menyia-nyiakan wanita sebaik Dira." Ucap Arya dengan nada yang bergetar.
Arya bukanlah tipe laki-laki yang mudah melayangkan tangan pada wanita, tapi kalau ini dia tidak dapat menahan emosi yang sudah ia redam yang akhirnya meledak juga.
__ADS_1
Air mata Arya mulai menetes dan tubuhnya sedikit bergetar saat mengingat betapa jahatnya ia pada Dira, istri yang tulus mencintai dan menyelamatkannya dari rasa malu akibat di tinggal kabur oleh calon pengantinnya. Arya sangat menyesal dan merasa bodoh karena mudah tertipu dengan mulut busuk wanita yang ada di hadapannya. Bahkan Dani sahabatnya sudah berkali-kali menasehati dan mengingatkan dirinya dan yang lebih bodohnya Arya tidak pernah percaya dengan pembelaan yang selalu Dira katakan bahwa ia dan orang tuanya tidak akan mungkin melakukan cara kotor seperti yang di tuduhkan oleh Tari.
Dira yang masih setia menyaksikan pertengkaran tersebut merasa terharu karena Arya membela dirinya yang terus di fitnah Tari. Tetapi rasa haru itu seketika berubah menjadi berita buruk saat Dira mendengar suaminya mengatakan hal yang membuat terkejut.