Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Semuanya Sudah Hancur


__ADS_3

Arya membeku saat mendengar semua dari mulut sepupunya itu, laki-laki itu merasa bodoh karena tidak mengetahui apa yang sedang di alami istrinya. Arya tidak menyangka jika Dira tega menyembunyikan hal sebesar ini padanya.


"Kenapa kamu menyembunyikan ini dari aku dek. Kenapa tidak mendengarkan saran dari Dani, kehamilan ini sangat beresiko bagi kamu." Ucap Arya dengan emosi.


Dira hanya diam tak berani untuk menatap sang suami yang terlihat kecewa saat mengetahui fakta yang selama ini dia simpan dengan rapi. Hanya air mata yang terus mengalir dari mata indahnya mulutnya terasa terkunci wanita hamil itu tidak tahu harus menjawab apa.


"Kenapa diam saja , jawab aku dek kenapa kamu menutupi hal sebesar ini. Seharusnya kamu tidak melanjutkan kehamilan kamu jika hanya akan membahayakan nyawamu. Ini tidak main-main Dira nyawa kamu yang jadi taruhannya." Ucap Arya kecewa.

__ADS_1


Dira mengangkat kepalanya memberanikan diri untuk menatap mata Arya yang sudah memerah menahan emosi dan rasa kecewa yang begitu dalam.


"Apa kakak pikir aku akan tega membunuh darah dagingku sendiri. Aku juga sudah bosan dengan penyakit ini, sejak lahir aku sudah menderita penyakit sialan ini. Semuanya sudah hancur kak, Aku kehilangan kedua orang tua aku tapi aku masih bisa bangkit karena ada kakak di sisiku tapi tuhan seakan tidak rela jika aku bahagia. Dia juga mengambil kakak dengan menghadirkan masa lalu kakak. Sekarang aku hanya punya mereka anak-anakku sebagai alasan aku untuk bertahan. Aku tidak akan menyesal jika memang nyawa ini harus melayang saat menghadirkan mereka ke dunia ini. Jika mereka aku gugurkan untuk apa lagi aku hidup kak, setidaknya nyawaku akan berharga dengan kehadiran dua kehidupan yang akan lahir. Mereka berhak untuk lahir, dan semoga saja takdir mereka baik tidak seperti ibunya ini. Aku sudah lelah menghadapi semua ini, biarlah seperti ini. Aku hanya akan mengikuti takdirku, seharusnya kakak bahagia karena dengan kematianku akan mempermudah jalanmu untuk lepas dariku." Ucap Dira yang sudah berderai air mata.


Arya memejamkan matanya, rasanya sangat sakit saat ia menatap manik mata sang istri yang terlihat putus asa menghadapi takdirnya. Wanita yang ia lihat selama ini selalu ceria ternyata menyimpan luka yang amat dalam, Dira terlihat sangat rapuh.


"Tapi sayangnya hanya kamu yang aku cintai, jadi percuma jika aku sembuh. Aku sudah lama mencintai kamu kak, bahkan sebelum kamu mengenal wanita itu. Tapi kenapa wanita itu yang kamu cintai bukan aku. Bahkan setelah ia meninggalkan kamu, kamu masih tetap mencintainya. Kamu bahkan tidak pernah menatap aku sedikit saja, apa kamu tidak pernah melihat semua pengorbananku selama ini. Apa sesakit ini mencintai kamu kak, jika benar. Maka biarkan aku membawa mati cinta yang menyakitkan ini." Teriak Dira.

__ADS_1


Air mata Arya semakin deras, hatinya merasakan seperti di Hujam beribu anak panah, sakit dan perih itu yang ia rasakan saat mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut istrinya. Lelaki itu menggeleng saat Dira mengatakan kalau ia tidak pernah mencintai wanita itu, entahlah walau masih gamang dengan hatinya tapi Arya tidak rela saat Dira mengatakan itu.


Dira mengambil tasnya dan segera keluar dari ruangan Dani. Baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba dadanya terasa sesak membuat Dani dan Arya khawatir.


Arya dengan sigap menopang tubuh Dira yang hampir ambruk.


"Dira kamu kenapa?" Tangis Arya semakin pecah melihat Dira yang terlihat kesakitan.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat lagi.


__ADS_2