
"Dira kamu mau kemana sayang? Ayo pulang si kembar menunggu kamu. Sayang kamu mau kemana, ayo pulang dengarkan aku sayang. Dira sini sayang ayo pulang sama kakak." Arya mengulurkan tangannya tapi Dira malah semakin menjauh darinya membuat Arya menjadi panik.
"Dira, Dira jangan pergi. Dira....." Teriak Arya bangun dari mimpinya.
Hendra langsung mendekati Arya yang baru sadar, berusaha menenangkan putranya yang kembali histeris mencari keberadaan Dira.
"Kamu tenang nak, jangan seperti ini. Istighfar nak ingat Allah." Hendra memeluk Arya untuk menenangkannya.
"Pa Dira meninggalkan aku pa, dia pergi pa. Arya mengajaknya pulang tapi dia hanya diam saja lalu pergi meninggalkan Arya. Bagaimana ini pa?" Ucap Arya menceritakan mimpinya.
"Tenang nak, kamu hanya mimpi saja. Kamu hanya kelelahan sampai tadi kamu pingsan. Dira tidak akan meninggalkan kamu."
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan papanya barulah Arya sedikit tenang, Hendra memberikan air minum untuk Arya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Setelah minum Arya baru teringat jika sebelum tak sadarkan diri ia sedang berbicara dengan Dani mengenai kondisi Dira. Hal itu memicu Arya kembali histeris yang mengira istrinya sudah tiada.
"Arya tenang, kamu harus tenang jangan seperti ini. Dira tidak meninggalkan kamu." Bentak Hendra yang sudah kewalahan menghadapi Arya.
" Tapi tadi. Dani mengatakan kalau Dira...."
"Jadi di mana istriku pa?" Tanya Arya.
" Kamu tenang nak, Dira ada di ruangannya di temani mama, tapi istri kamu koma nak." Akhirnya Arya mengetahui keadaan Dira sebenarnya.
__ADS_1
Arya kini sudah berada di ruangan Dira setelah memaksa papanya membawa ia bertemu dengan Dira. Tangis Arya kembali pecah saat melihat betapa banyaknya alat-alat medis yang menempel di tubuh Dira. Rasanya Arya tidak tega melihat semua itu, hatinya teriris melihat kondisi Dira yang sangat menyedihkan.
"Sudah kamu harus sabar, papa jamin istri kamu akan mendapatkan pengobatan terbaik. Kamu harus kuat dan jangan menangis di dekat Dira karena dia pasti mendengar kamu. Sebaiknya kamu harus ceria dan bahagia di dekatnya." Ucap Hendra mengelus punggung Arya yang bergetar akibat menangis sedari tadi.
"Apa yang di katakan om Hendra benar Ar, jangan tunjukkan kesedihan kamu pada Dira karena dia bisa mendengar apa yang kamu katakan. Sebaiknya kamu ajak dia bicara setiap hari, ceritakan kisah bahagia kalian atau anak kembar kalian agar Dira terangsang dan cepat sadar dari komanya. Buat Dira kembali memiliki semangat untuk bertahan. Kamu tenang saja jika Dira sudah sadar, Dira akan kembali menjalani operasi jantung. Operasi jantung terpaksa di lakukan karena kondisi jantung Dira sudah parah, operasi bertujuan untuk menambal dan menjahit lubang di jantung, memperbaiki atau mengganti katup jantung dan melebarkan pembuluh darah." Tutur Dani panjang lebar.
"Apa tidak ada cara lain selain operasi Dan?" Tanya Arya yang merasa ngeri jika Dira melakukan operasi jantung.
"Jantung Dira sudah terlalu parah Ar, menurut catatan medis istri kamu, Dira bahkan sudah pernah memasang kateterisasi pada jantungnya. Jalan yang harus di pilih setelah kateterisasi pada jantung tidak efektif mengatasi penyakit jantung bawaan adalah dengan operasi jantung dan jika langkah operasi tidak berhasil hanya ada satu cara yang bisa menyelamatkan Dira." Tutur Dani menjelaskan.
"Apa itu Dani?" Tanya Hendra penasaran.
__ADS_1
"Tranplantasi jantung om" Jawab Dani