Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Menjenguk


__ADS_3

Dira terlihat tidak sabar menunggu suaminya yang masih berada di dalam kamar mandi, sudah hampir setengah jam ia menunggu lelaki itu tapi tak kunjung keluar dari dalam sana membuat wanita dengan perut buncit itu tidak berhenti mengomel dengan wajah kesalnya.


"Lama sekali sih mandinya, sudah seperti putri raja saja. Lihat papa kalian mandinya lama, mama saja perempuan mandinya cuma bentar. Heran sama papa kalian entah ngapain di dalam sana, apa papa kalian bertapa di kamar mandi." Ucap Dira berbicara dengan bayi-bayi yang ada dalam kandungannya.


Dira terlihat gusar menunggu sang suami yang masih betah di kamar mandi, sedangkan ia sudah siap untuk pergi ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan jantung serta kandungannya dan tak lupa mereka juga akan menjenguk Bunga dan bayinya.


Ceklek.....


Terlihat Arya keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang berbalut handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya membuat Dira tergoda dengan keindahan tubuh suaminya.


"Astaga, bisa-bisa masih tergoda padahal tadi kamu kesal setengah mati pada suami kamu Dira." Ucap Dira bersungut-sungut, heran dengan dirinya yang lupa jika sedang menahan kesal pada lelaki yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih sayang?" Tanya Arya melihat Dira yang mengomel tidak jelas.


"Lagi kesal sama orang yang mandinya lama, gak tahu tu orang mandi atau bertelur di dalam." Sindir Dira membuat Arya tersenyum karena gemas melihat istrinya yang kesal.


"Maaf ya sayang kalau kamu sudah nunggu lama" Ucap Arya sembari memeluk dan mencium pipi Dira.


"Hmmm, ya sudah sana cepat pakai baju. Aku sudah tidak sabar mau ke rumah sakit, mau lihat anaknya Bunga. Kakak cepat siap-siapnya." Suruh Dira.


*****


"Kak ayo cepat, jalannya lelet sekali sih." Ucap Dira pada suaminya.

__ADS_1


"Sabar dong sayang, bukan kakak yang lelet tapi kamu yang kecepatan. Ingat sayang kamu lagi hamil tua jadi jalannya pelan saja. Hati-hati jangan membahayakan keselamatan kamu dan twin. Gak usah buru-buru, Bunga dan anaknya gak bakal lari kok." Tutur Arya yang sejak tadi mengkhawatirkan sang istri.


Dira tersenyum kaku menyadari dirinya yang sudah sedikit ceroboh sehingga membuat suaminya khawatir, dengan patuh Dira mengikuti perintah Arya untuk berjalan dengan hati-hati, tak lupa kini tangannya sudah di genggam Arya memastikan sang istri aman dalam jangkauannya.


*****


"Kak calon menantu kita tampan sekali." Ucap Dira yang sedang menggendong anak Bimo dan Bunga.


Arya hanya tersenyum melihat sang istri yang sangat bahagia menggendong bayi tersebut, dalam hati Arya berdoa agar Tuhan mengabulkan doanya. " Ya Allah kasihanilah hamba, sembuhkanlah istriku hamba ingin melihatnya tersenyum bahagia saat menggendong anak kami. Berilah keajaiban itu untuk istriku ya Allah."


Setelah melihat bayi dan mengucapkan selamat pada Bimo dan Bunga, Arya dan Bimo memilih duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut sedangkan istri mereka sedang sibuk dengan obrolan mereka, entahlah kedua lelaki itu selalu di abaikan jika istri mereka sudah bersama.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi kesehatan Dira?" Tanya Bimo, lelaki itu memang mengetahui jika sebelum datang ke sini Arya dan Dira terlebih dahulu pergi untuk melakukan kontrol.


__ADS_2