Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Kembar


__ADS_3

"Ayo kita berangkat, kamu sudah siap ?" Tanya Arya pada Dira yang masih duduk di depan meja riasnya.


Dira hanya mengangguk lemah, karena tidak dapat mencegah suaminya yang ingin ikut ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Dira. Arya memaksa untuk ikut walau Dira sudah menolak dengan alasan suaminya harus kerja. Tetapi Arya mengatakan jika hari ini dia tidak sibuk jadi bisa menemani istrinya, Arya juga mengatakan kalau selama ini Dira selalu pergi sendiri tanpa di temani olehnya. Lelaki itu mengatakan kalau dirinya merasa menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab.


Flashback


"Aku berangkat sendiri saja kak, kak Arya pergi kerja saja." Tolak Dira secara halus.


"Hari ini Kakak tidak ke kantor. selama ini kamu selalu menolak untuk di temani dengan alasan Kakak harus kerja. Tapi hari ini tidak ada alasan karena kakak sudah membereskan semua kerjaan kakak agar bisa menemani kamu. Kakak merasa menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab membiarkan istrinya periksa kehamilan sendiri " Ucap Arya.


"Aku tidak ingin kak Arya jadi repot, biar aku saja kakak pergi kerja saja." Dira masih berusaha untuk membujuk Arya agar mengurungkan niatnya.


"Kamu kenapa sih Dira, bukannya seorang wanita biasanya sangat senang jika suaminya ikut menemani. Tetapi kenapa kamu tidak, apa kamu menyembunyikan sesuatu?" Tanya Arya mencurigai istrinya.

__ADS_1


Dira sedikit terkejut dengan spontan ia menggelengkan kepalanya, membuat Arya tersenyum mengelus rambut basah istrinya.


"Ya sudah kalau begitu bersiaplah, setelah ini kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan kamu dek."


Dira hanya mengangguk terlihat ia tidak bersemangat kali ini. Sepertinya Arya sangat ingin menemani dirinya untuk melihat perkembangan anak mereka.


Flashback of


"Ibu Adira kirania" Panggil seorang suster.


"Silahkan masuk Bu" Suruh suster dengan sopan.


Arya dan Dira segera masuk ke dalam ruangan Dokter kandungan tersebut. Jantung Dira berdetak dengan cepat takut apa yang ia sembunyikan selama ini di ketahui oleh suaminya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dira sudah pasrah jika memang hari ini Arya mengetahui tentang penyakitnya.

__ADS_1


Sama dengan Dira detak jantung Arya juga berdetak dengan cepat, laki-laki itu juga merasa gugup karena ini pengalaman pertamanya ikut menemani istrinya memeriksakan kandungannya. Arya juga sudah tidak sabar ingin melihat calon anak-anaknya, bulan lalu Dira mengatakan jika ia sedang mengandung bayi kembar hal ini yang makin membuat Arya semakin penasaran ingin ikut memeriksakan kehamilan istrinya.


"Apa kabar Bu Dira, wah kali ini ibu datangnya tidak sendiri. Pasti bahagia sekali ya Bu, di temani suaminya." Ucap sang Dokter basa basi.


Dira dan Arya hanya tersenyum menanggapi ucapan Dokter tersebut. Kemudian Dira menaiki ranjang pasien dan berbaring di sana. Dokter mulai memeriksa kandungan Dira dengan melakukan USG.


"Semuanya bagus ya Bu Dira, hanya saja berat badannya masih kurang. Bu Dira harus memperbanyak makan agar berat badan bayinya bisa bertambah, nah sekarang kita sudah bisa melihat jenis kelaminnya, mereka sudah tidak malu-malu lagi seperti bulan lalu." Ucap Dokter tersebut.


"Jenis kelaminnya apa dok?" Tanya Arya tidak sabaran.


Arya sangat antusias dan terharu saat tadi ia melihat layar monitor yang memperlihatkan kedua anak kembarnya tak terasa air mata Arya menetes saat mendengar detak jantung calon anaknya.


"Wah pak Arya beruntung sekali ini, jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan. Tetapi habis ini ibu Dira harus menemui Dokter Dani ya, karena kehamilan kembar ini semakin berisiko bagi kesehatan ibu." Ucap Dokter tersebut.

__ADS_1


Deg....


Arya mematung saat mendengar ucapan dokter tersebut "Beresiko, kenapa harus bertemu dengan Dani bukannya Dani Dokter spesialis jantung." Guman Arya


__ADS_2