Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Sedikit Egois


__ADS_3

Yang bilang ceritanya makin aneh atau gak suka lihat perempuan lemah mengemis cintalah. Maaf jika tidak sesuai dengan ekspektasi anda karena cerita ini hanyalah kehaluan author saja. Jika tidak suka atau tidak berkenan di hati silahkan skip saja. Kadang malas up karena lihat komentar yang bikin semangat jatuh, akan lebih baik jika anda meninggalkan komentar yang membangun kalau tidak mau setidaknya jangan berkomentar yang membuat rasa percaya diri seseorang jatuh.


Oke kita lanjut ya, maaf curhat dikit.


Dira merasa lega setelah mengatakan semua isi hatinya dan syukurlah ternyata Arya menyanggupi permintaannya, walau sempat terjadi perdebatan karena Arya tidak menyangka jika Dira berencana memberikan bayi tersebut kepadanya. Dira terpaksa berbohong agar Arya tidak bertanya lagi tentang apa yang membuat Dira dengan suka rela memberikan anaknya.


Flashback

__ADS_1


"Apa kamu sudah gila, kamu sanggup memberi bayi itu untukku. Ibu macam apa kamu. Dimana-mana seorang ibu tidak mau berpisah dari bayinya tapi kamu malah dengan senang hati memberikannya." Ucap Arya yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Dira. Walau harus berpisah dengan Dira tapi ia tidak akan tega memisahkan anak dari ibunya.


"Aku hanya tidak ingin bayi itu hidup menderita karena aku tidak akan mampu merawatnya dengan baik karena aku akan pergi jauh kak, bukannya malah bagus jika anak ini nanti tinggal bersama kamu kak. Kamu masih bisa mengawasi harta yang sudah menjadi hak anak ini nantinya. Atau jangan-jangan kekasihmu itu keberatan. Tapi sepertinya tidak jika ia tahu sebagian harta keluarga kamu sudah menjadi milik anak ini nantinya." Sindir Dira.


" Dira sudah jangan bahas Tari, ini masalah rumah tangga kita, jangan masukkan orang lain ke dalamnya." Ucap Arya merasa tertampar dengan sindiran istrinya.


Sejujurnya Arya juga ragu jika Tari bisa menerima kehadiran anaknya kelak sehingga Arya menyuruh Dira untuk tidak membahas itu.

__ADS_1


Dira memang sudah menyerah dan memilih mundur tapi ia memilih sedikit egois dengan mengajukan syarat kepada suaminya. Dira hanya ingin merasakan bahagia bersama lelaki yang ia cintai di penghujung usianya. Walau semuanya adalah kebahagian yang semu tapi tak mengapa setidaknya ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan suami dan anaknya walau hanya sebentar saja.


Dira juga tidak lupa memikirkan kehidupan anaknya kelak, bukan karena serakah tapi wanita itu hanya memastikan jika sang anak kelak akan hidup nyaman dan berkecukupan.


...*****...


Dani dan Bimo kini sedang berbincang di ruang kerja Bimo. Setelah semalaman tidak bisa tidur karena merasa bersalah pada Arya dan Dira, secara tidak langsung ia juga terlibat dalam kembalinya Tari dalam kehidupan Sahabatnya sehingga membuat seorang wanita baik dan tulus tersakiti.

__ADS_1


Bimo mengajak Dani bertemu di kantornya karena aktivitas yang cukup padat sehingga keduanya harus menyempatkan untuk bertemu dan membicarakan sesuatu yang sangat penting.


Bimo memutuskan akan mencari cara untuk membantu mengungkap kejahatan Tari tapi ia juga harus memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menghilangkan video panasnya yang selama ini menjadi senjata Tari untuk membuatnya tidak berkutik dan hanya satu orang yang bisa ia andalkan untuk melancarkan aksinya itu. Ya siapa lagi kalau bukan Dani sang Dokter sekaligus sahabat yang mempunyai sejuta solusi dengan segudang ide brilian yang laki-laki itu miliki.


__ADS_2