
Hari ini si kembar sudah bisa di bawa pulang, Hendra si kakek baru tengah sibuk mengurus administrasi kepulangan kedua cucunya sedangkan Davina dan kedua baby sister yang sudah siap membantunya merawat si kembar sedang menuju ruangan Dira untuk melihat sekaligus berpamitan pada menantunya itu. Tak tanggung-tanggung Hendra dan Davina langsung mencari baby sister dari yayasan yang tentunya sudah terlatih dan mempunyai pengalaman yang cukup baik dalam menjaga dan merawat bayi, Kakek dan nenek tersebut tidak ingin kedua cucu berharganya di rawat oleh pengasuh tanpa di bekali ilmu merawat bayi. Tak masalah jika mengeluarkan biaya besar asal kedua cucunya merasa aman dan nyaman. Bukan tidak mau merawat cucunya tapi Davina tahu jika ia tidak akan sanggup merawat si kembar sendirian, jika Dira sudah sembuh Davina juga tidak ingin menantunya itu terlalu lelah dalam merawat si kembar. Keputusan mempekerjakan baby sister adalah pilihan yang tepat yang penting mereka tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan atau merawat si kembar seratus persen pada baby sister, baik Davina dan Dira nantinya akan terlibat dan memantau si kembar. Jangan sampai si kembar lebih sayang atau lebih dekat dengan pengasuhnya di banding dengan orang tuanya.
Arya menangis saat melihat kedua buah hatinya yang terlihat sangat menggemaskan, Untuk pertama kalinya Arya menggendong anak-anaknya. Rasa haru bercampur rasa bersalah memenuhi ruang hatinya, Arya yang sempat tidak menghiraukan kedua bayi kini sudah sadar berkat Davina sang mama.
__ADS_1
Setelah berpikir semalaman membuat Arya menyadari kesalahannya, apa yang di katakan oleh mamanya sangat benar. Dengan tidak memperdulikan kedua anaknya itu sama saja ia tidak menghargai perjuangan dan pengorbanan Dira yang sudah bersusah payah untuk melahirkan mereka, bahkan Dira rela bertarung nyawa demi kedua buah hati mereka. Arya sudah bertekad akan menjaga Dira dan kedua buah hatinya. Arya tidak akan mengulangi kesalahannya.
Arya masih sibuk dengan kedua bayi kembarnya sementara Davina dan kedua baby sister duduk di sofa menunggu Hendra yang masih mengurus administrasi si kembar. Dira masih sama, nyenyak dalam tidur panjangnya.
__ADS_1
"anak-anak papa, nanti kalau sudah pulang jadi anak yang baik budi ya di rumah. Jangan rewel kasihan kakek, nenek dan kedua sus kalian . Maafkan papa yang belum bisa ikut pulang untuk menjaga dan merawat kalian, papa harus jaga mama. Kalian doain mama biar cepat bangun ya, bilangin sama mama kalau papa sangat rindu padanya." Ucap Arya pada bayi kembarnya.
Semua orang terharu mendengar ucapan Arya, Hendra yang baru saja memasuki ruangan tersebut juga ikut menitihkan air mata melihat nasib putra dan menantunya. Hendra mendekati sang putra, mengelus pundaknya memberi kekuatan pada Arya yang terlihat lemah dengan keadaan Dira.
__ADS_1
"Kamu yang sabar, jangan lupa berdoa pada Allah agar Dira segera di sembuhkan. Tak ada yang tak mungkin jika tuhan sudah berkehendak. Apa kamu tidak ingin memberikan si kembar nama sebelum mereka di bawa pulang?"
Sudah dulu ya, nanti di lanjut lagi. Author mau ke pasar belanja dulu, nanti keburu anak gue bangun malah ribet semua mau ngikut.
__ADS_1