
"Wah yang baru pulang Liburan wajahnya bersinar sekali." Goda Bimo kepada sahabatnya.
"Gimana gak bersinar Bim, kalau selama liburan di kasih vitamin terus sama bininya. Ingat si Dira jangan terlalu lelah jangan Lo hajar terus." Tambah Dani.
"Iya pak dokter, gue selalu ingat pesan pak Dokter." Ucap Arya membuat Bimo ikut tersenyum.
Siang itu Arya, Dani dan Bimo sudah berkumpul di ruangan Arya. Seperti biasa mereka akan bercanda dan berbincang jika sedang berkumpul.
"Udah ah bercandanya, gue mau dengar apa yang kalian tahu tentang kecelakan yang menimpa kedua mertua gue?"
__ADS_1
Bimo seketika menelan ludahnya saat pertanyaan tersebut keluar dari mulut sahabatnya. Walau sudah siap menerima amukan dari Arya tetapi Bimo tidak memungkiri jika saat ini jantungnya berdetak dengan kencang. Rasa gugup dan takut semakin menjadi saat Bimo menatap wajah Arya yang kini sudah berubah dalam mode serius.
"Silahkan kamu tonton ini." Dani memperlihatkan bukti video dari kamera dashboard mobil Bimo.
Arya mulai menarik napas sebelum melihat isi rekaman tersebut. Kemudian memfokuskan matanya untuk menonton video yang di berikan sahabatnya. Arya sangat terkejut saat melihat seorang perempuan yang sangat ia kenal keluar dari dalam mobil yang telah menabrak mobil mertuanya. Arya menggelengkan kepalanya, rasanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan.
"Tari, tidak mungkin. Katakan jika ini bohong Dani, kalian jangan bercanda." Ucap Aryatidak percaya.
"Rekaman itu asli hasil dari kamera dashboard mobil gue Ar. Sebenarnya yang menjadi target Tari bukan mertua Lo tapi mobil gue." Ucap Bimo dengan gugup.
__ADS_1
"Maksudnya? Gue gak ngerti Bim kenapa Tari mengincar mobil kamu, ada masalah apa kamu dengan Tari?" Tanya Arya semakin bingung.
Ketiga orang tersebut terdiam, Bimo masih belum mampu untuk menjelaskan semuanya karena takut sahabatnya itu tidak bisa memaafkannya sedangkan Arya hanya diam sembari menatap tajam ke arah Bimo. Arya merasakan ada sesuatu yang tidak beres antara Bimo dan Tari.
"Arya kamu harus janji agar tidak marah pada Bimo karena ia melakukan ini juga demi kamu. Bimo memang salah tapi Bimo juga tidak ingin kamu selamanya terjebak bersama dengan wanita seperti Tari." Ucap Dani memperingatkan.
Dani tidak ingin kedua sahabatnya itu bermusuhan setelah kejadian ini. Dani berusaha menjadi penengah untuk kedua sahabatnya, agar apa yang ia takutkan tidak terjadi.
"Kalau begitu cepat kamu katakan Bimo, ada hubungan apa kamu dengan Tari?" Tanya Arya penuh dengan penekanan.
__ADS_1
"Gue dan Tari pernah menjalani hubungan sebelum menikah dengan Bunga. Gue sengaja menyembunyikan hubungan gue dengan Tari karena Tari adalah wanita penghibur yang membuat kedua orang tua gue marah dan berakhir menjodohkan gue dengan Bunga. Gue memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu karena ternyata gue merasa cocok dan jatuh hati dengan Bunga. Tari prustasi dan mendekati kamu untuk membuktikan kalau ia bisa mendapatkan laki-laki selain gue. Sebenarnya gue gak rela jika kalian bersama, apalagi saat mendengar berita pernikahan kalian karena jujur gue sering melihat Tari keluar masuk hotel dengan beberapa pria yang berbeda saat kalian pacaran.