
Dira meringis kesakitan di dalam kamarnya, terpaksa ia menunda untuk membicarakan tentang rumah tangganya dengan Arya karena tadi tiba-tiba dadanya terasa sesak. Beruntung Dira bisa menjauh dari Arya, perempuan itu berpura-pura marah dengan perkataan Arya agar bisa menjauh dari suaminya.
Dira tidak ingin Arya tahu kondisinya, Dira tidak ingin Arya menaruh iba kepadanya. Sedangkan Arya memasuki kamar tamu untuk beristirahat laki-laki itu sudah tidak mau satu kamar dengan Dira.
Bimo dan Bunga kini sudah tinggal di rumah orang tua Bimo, ayah Bimo juga sudah keluar dari rumah sakit. Beliau hanya perlu rawat jalan saja sedangkan Bimo sudah di sibukkan dengan segudang pekerjaan yang kini beralih kepadanya.
Bunga yang sedang hamil sangat bahagia tinggal di rumah mertuanya, kedua mertuanya sangat bahagia mendengar kabar kehamilannya. Bahkan ayah mertuanya menjadi lebih semangat untuk sembuh karena ingin melihat cucunya lahir ke dunia.
Seperti pagi ini Bunga berniat membantu ibu mertuanya membuatkan sarapan pagi untuk mereka tapi sang ibu mertua menyuruh Dira untuk duduk di meja makan saja. Ibu Bimo tidak ingin sang menantu sampai kelelahan dan berakibat buruk untuk kandungan Bunga. Selama ini mereka sudah lama menanti pewaris untuk keluarga mereka yang tak kunjung hadir, sekarang Tuhan sudah memberikan kepercayaan untuk menantunya jadi sebisa mungkin Ibu Bimo tidak ingin sesuatu yang buruk tejadi kepada menantu dan calon cucunya.
__ADS_1
"Biar mama saja, kamu duduklah jangan sampai kamu kelelahan nak." Ucap mama Bimo dengan suara lembutnya.
Tak perlu menunggu terlalu lama sarapan sehat sudah terhidang di meja makan, Bunga dan keluarga suaminya sarapan pagi bersama. Setelah sarapan Bunga mengantarkan Bimo sampai teras.
"Mas berangkat dulu ya, nanti mas usahakan cepat pulang. Kalau kamu ada perlu atau lagi pengen sesuatu minta sama bibik jangan keluar sendiri mas tidak ingin kamu kenapa-kenapa." Ucap Bimo mengingatkan istrinya.
"Oh iya, kenapa aku gak Dira aja. Nanti deh aku hubungi dia siapa tahu dia lagi gak sibuk." Bolehkan mas?" Tanya Bunga.
Dira dan Bunga memang sering bertukar kabar melalui ponsel setelah makan siang bersama waktu itu. Bunga memang suka dengan kepribadian istri dari sahabat suaminya itu sehingga mereka menjadi akrab walau jarang bertemu.
__ADS_1
"Boleh, kamu hubungi saja istri Arya siapa tahu dia sedang tidak sibuk. Tapi jangan lupa nanti hubungi mas kalau mau pergi dengan Dira." Tutur Bimo mengizinkan istrinya bertemu dengan istri sahabatnya.
Bunga langsung bergegas ke kamarnya setelah sang suami berangkat kerja. Wanita itu sudah tidak sabar untuk menghubungi Dira, terbukti ia langsung menghubungi Dira setelah menemukan ponselnya.
Senyum cerah terlihat di bibir indah bunga setelah meletakkan ponselnya di atas meja rias yang ada di kamarnya. Bunga sudah tidak sabar menunggu siang karena ia dan Dira sepakat untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang sudah mereka tentukan.
"Syukurlah Dira sedang tidak sibuk, aku sudah tidak sabar bertemu dengannya kenapa jarum jam ini lama sekali berputarnya." Ucap Bunga berbicara sendiri.
"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya. Author up-nya 1 bab dulu ya. nanti malam up 1 bab lagi."
__ADS_1