
Arya semakin prustasi setelah mendengar berita yang di sampaikan Dani, pikiran buruk kini bersarang di kepalanya. Mencari seorang pendonor jantung bukanlah perkara mudah. Jika operasi tidak berhasil maka Arya harus mencari seorang pendonor jantung. Untuk berjaga-jaga Hendra bahkan sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari seorang pendonor, Hendra bahkan harus berkali-kali menguatkan sang anak yang begitu hancur meratapi kondisi menantunya.
Keadaan Arya sangat miris sudah beberapa hari dengan setia Arya menunggu sang istri yang masih nyaman dengan tidur panjangnya. Bahkan Arya tidak mau mendengarkan saran dari kedua orang tuanya untuk pulang beristirahat sedangkan sang mama sudah menawarkan diri untuk menggantikan dirinya menjaga Dira.
Arya menolak, lelaki itu tidak ingin jauh dari bidadari hatinya. Arya sudah berjanji dengan diri sendiri jika ia sendiri yang akan mengurus Dira sampai sembuh. Arya akan membuktikan bahwa cintanya sangat besar untuk sang istri. Arya bahkan tidak pernah meninggalkan ruangan Dira, bahkan sampai saat ini Arya belum melihat bayi kembarnya.
__ADS_1
Davina hanya bisa mengusap dadanya melihat Arya yang tidak pernah menanyakan kondisi si kembar, wanita paru baya itu memaklumi sikap sang putra yang begitu ketakutan dengan kondisi menantunya. Kini ia harus kerja ekstra untuk memantau kondisi kedua cucu, menantu, serta putranya yang terlihat seperti mayat hidup.
Tetapi hari ini Davina sudah terlalu geram pada sang putra, sudah dua Minggu dan besok si kembar sudah boleh di bawa pulang karena kondisinya sudah membaik tapi sekalipun Arya tidak pernah melihat kedua bayinya.
Davina datang dengan kotak bekal dan baju ganti yang sengaja ia bawa untuk Arya, sesampai di kamar rawat Dira, Davina langsung menyuruh putranya untuk makan dulu sementara Davina mendekati menantunya yang terlihat damai dalam tidurnya.
__ADS_1
"Mama ngomong apa sih? Jangan bicara yang buruk di depan istriku. Dia bisa dengar ma, nanti Dira sedih lagi."
"Kalau kamu tahu seperti itu, kenapa kamu tidak peduli pada si kembar. Kamu pikir kalau kamu seperti ini Dira tidak akan tahu kalau selama ini kamu tidak pernah peduli pada anak-anak kalian. Sudah dua Minggu usia si kembar tapi sampai saat ini kamu belum memberikan nama untuk mereka, jangankan untuk memberi nama menjenguk mereka saja kamu tidak pernah." Tutur Davina mengeluarkan unek-uneknya.
"Bukan tidak peduli ma, tapi mereka sudah ada mama yang jaga. Aku hanya ingin fokus pada Dira. Apa salah?" Ujar Arya.
__ADS_1
"Tidak salah nak, tapi coba luangkan waktumu sedikit untuk sekedar melihat anak kembarmu. Mereka pasti ingin merasakan cinta dari ayahnya, kelahiran si kembar adalah hadiah dari Dira yang begitu mahal. Dengan tidak memperdulikan si kembar itu sama saja kamu tidak menghargai pengorbanan Dira yang rela bertarung nyawa. Dira pasti tidak masalah jika kamu pergi meninggalkannya sebentar untuk melihat anak-anak kalian. Apa kamu khawatir meninggalkan istrimu? kamu tenang saja ada mama yang siap menjaga Dira, bahkan papamu sudah menyewa seorang perawat untuk menjaga dira jadi apa yang kamu takutkan?"