Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Anugerah


__ADS_3

Setelah drama jahit menjahit selesai, Bunga segera di bersihkan oleh suster sedangkan Bimo sedang mengazankan anaknya. Setelah selesai mengazankan sang putra, Bimo membawa bayi mereka mendekati sang istri. Bunga yang baru selesai di bersihkan langsung tersenyum saat Bimo memperlihatkan wajah Anak mereka.


"Tampan sekali" Puji Bunga.


"Tentu dong sayang, siapa dulu papanya." Ucap Bimo bangga.


"Dasar narsis" Ejek Bunga.


"Tapi kamu cintakan" Ucap Bimo menggoda istrinya.


"Hmmmm" Jawab Bunga.

__ADS_1


Bimo tersenyum melihat Bunga, wanita yang baru saja bertaruh nyawa demi menghadirkan keturunannya ke dunia ini. Bimo menghadiahi sang istri sebuah kecupan di kening sebagai tanda ucapan terima kasih pada wanita itu.


Cup....


"Terima kasih, telah memberikan hadiah terindah dalam hidupku. Mas akan membalasnya dengan mencintai dan menyayangi kamu dan anak kita selama mas masih bernapas. Terima kasih karena memberi mas kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita dan maafkan mas yang pernah menyakiti hati kamu sayang." Ucap Bimo dengan tulus.


"Iya mas, Bunga juga minta maaf karena selama ini belum bisa menjadi istri yang baik untuk mas."


"Ssst, kamu jangan ngomong seperti itu sayang. Kamu sempurna jadi seorang istri, mas yang terlalu beruntung memiliki istri seperti kamu."


*****

__ADS_1


Kedua orang tua Bimo sangat bahagia setelah melihat sosok mungil yang kini berada dalam gendongan mama Bimo. Penantian panjang mereka kita berubah manis dengan lahirnya penerus keluarga mereka. Sempat pasrah dengan keadaan dimana mereka mengetahui sang menantu di vonis susah untuk mengandung membuat harapan itu pupus.


Mungkin ini adalah hadiah dari kesabaran dan keikhlasan kedua orang tua Bimo yang berbesar hati menerima kondisi sang menantu, tanpa menuntut keturunan dari pernikahan anak mereka. Walau dalam hati sangat menginginkan kehadiran sang cucu tapi mereka tidak egois seperti kebanyakan orang tua yang akan menyuruh anaknya menikah lagi saat menantu mereka tidak bisa memberi keturunan.


"Tampannya cucu kakek, cepat besar ya sayang. Biar bisa main sama kakek, nanti kakek ajarkan main bola." Ucap sang papa membuat semua orang tersenyum bahagia.


"Iya kakek, tapi kakek harus jaga kesehatan supaya kuat nanti menemani aku main bola." Jawab mama Bimo menirukan suara anak kecil.


Ruang rawat Bunga penuh dengan kebahagiaan membuat wanita yang baru saja sah menjadi seorang ibu itu meneteskan air mata. Bunga tidak pernah menyangka akan merasakan situasi seperti ini, semenjak mengetahui dirinya sulit hamil wanita itu terus menguatkan hati dan mentalnya jika suatu hari nanti sang suami akan memiliki istri lain yang bisa memberinya keturunan.


Membayangkan dirinya yang ikut menyambut kehadiran penerus keluarga suaminya dari perempuan lain, berusaha berbesar hati menerima takdirnya yang akan memiliki madu karena ketidak sempurnaan dirinya sebagai wanita.

__ADS_1


Tetapi Tuhan masih berbaik hati padanya, dengan menitipkan keajaiban di dalam rahimnya. Sebuah anugrah yang menjadi setitik harapan untuk dirinya yang sudah pasrah dengan keadaan.


"Terima kasih ya Allah, aku akan menjaga anugerah yang engkau titipkan kepada kami dengan baik." Ucap bunga dalam hati.


__ADS_2