Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Draft


__ADS_3

Tari sudah kembali ke apartemennya setelah selesai makan siang, Arya mengantarkan dirinya pulang karena Arya ingin kembali bekerja. Tari memasuki apartemen dengan kesal. Tari melemparkan tasnya ke ranjangnya, wanita itu sedang kesal dan marah setelah mengetahui sebuah fakta tentang pernikahan Arya dan Dira.


"Sial ternyata menyingkirkan wanita itu tidak semudah yang aku bayangkan, bagaimana caranya agar Arya kembali mempertimbangkan rencananya untuk menceraikan wanita itu. Aku tidak ingin semua harta orang tua Arya jatuh ke tangan Dira. Kalau mereka cerai, Arya akan menjadi pria miskin yang tidak punya apa-apa. Aku tidak mau hidup susah." Teriak Tari dengan emosi.


Tari sudah mengetahui isi perjanjian pranikah Arya dan Dira. Secara hati-hati ia menanyakan isi perjanjian tersebut agar Arya tidak curiga, dan benar saja apa yang di khawatirkannya terjadi. Di dalam surat perjanjian pranikah itu tertulis jika Dira yang akan menjadi istri satu-satunya dan jika Arya ketahuan mempunyai hubungan terlarang dengan wanita lain, maka seluruh harta kedua orang tuanya akan di kepada Dira dan panti asuhan.


Tari semakin takut karena Dira sudah mengetahui hubungan dirinya dan Arya, Tari yakin Dira akan menggunakan surat perjanjian pranikah itu sebagai senjata untuk melawan Arya. Sebenarnya Arya bersedia meninggalkan Dira dan merelakan kehilangan harta tersebut. Arya berencana akan memulai kembali dari bawah dengan tabungan yang ia miliki, tapi Tari tidak setuju dengan alasan tidak ingin membuat Arya menderita karenanya.

__ADS_1


Tari tidak rela jika harta kekayaan orang tua Arya jatuh ke tangan Dira dan sebagian di donasikan ke panti asuhan. Tari menyuruh Arya untuk tidak mengambil keputusan terburu-buru agar tidak menyesal. Padahal ia sengaja mengulur waktu untuk memikirkan bagaimana caranya ia bisa menyingkirkan Dira tetapi semua harta itu masih aman.


*


*


Arya terlihat cemas menunggu Dira yang tak kunjung pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Arya sudah menghubungi ponsel istrinya tapi tidak di jawab membuat ia semakin khawatir. Berselang lima belas menit terdengar suara pintu di buka dengan cepat Arya berdiri dari duduknya dan benar saja Dira memasuki apartemen dengan raut wajah lelahnya.

__ADS_1


"Dari mana saja kamu, pulang selarut ini?" Ucap Arya dengan lantang.


Dira yang tidak menyadari keberadaan suaminya terkejut tetapi tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dira hanya menghela napas dan berjalan menuju kamarnya. Rasanya untuk saat ini ia malas untuk meladeni Arya yang pasti jika ia menjawab keduanya akan berdebat apalagi Dira masih emosi dengan kejadian di restoran tadi siang.


"Dira jawab pertanyaanku, jangan melawan aku suamimu." Ucap Arya dengan nada yang semakin tinggi.


Dira terpaksa menghentikan langkahnya tak tahan dengan sikap Arya, ia memutuskan untuk meladeni arya. Dira tersenyum sinis menatap suaminya yang terlihat sedang emosi, dengan tenang ia menjawab pertanyaan Arya yang mampu membungkam mulut lelaki itu.

__ADS_1


"Suami seperti kamu pantas untuk di lawan, karena kamu sendiri tidak bisa memberi contoh yang baik untukku. Suami macam apa kamu yang berani-beraninya maka siang romantis dengan wanita lain. Apa kamu sudah lupa apa yang di lakukan wanita itu kepada kamu. Dia mencampakkanmu ingat itu. Kamu adalah laki-laki terbodoh yang pernah aku temui.


__ADS_2