
...Happy Reading...
Senyuman Altaf tak pernah luntur saat mengingat kejadian kemarin, momen bahagia dia dan Nafisah.
" Mas. " Panggil Nafisah yang terlihat sedikit manja di pagi hari ini.
" Ya sayang, kenapa?. " Tanya Altaf yang sedang bersandar di sofa.
" Kita kan di sini tinggal sehari lagi gimana kalau besok kita ke Istana Tjiu Samarinda. "
" Eum ide bagus tuh sayang sekalian besok kita puas-puasin liburan sebelum balik ke Jakarta lagi." Ucap Altaf.
Liburan mereka di perpanjang yang aturannya 3 hari menjadi 4 hari karena permintaan Nafisah, Altaf pun ikut saja asal istrinya yang cantik ini bahagia.
Pagi ini mereka hanya menghabiskan waktu di hotel saja karena Nafisah lelah efek kemarin jalan terus.
...•••...
Hari pun sudah sore tak terasa sekali dan mereka pun belum makan siang karena Altaf yang mendadak ada pekerjaan yang dikirim oleh kantor.
Maklum CEO jadi super sibuk deh walaupun liburan tapi pekerjaan sama Altaf diutamakan.
" Mas. "
" Apa sayang?. " Altaf menoleh ke arah Nafisah yang setia duduk di samping nya sejak ia mengerjakan tugas dari kantor nya tadi.
__ADS_1
" Lapar. " Ucap Nafisah yang memasang wajah melas nya itu, Altaf merasa bersalah sekali karena dia tadi terlalu fokus pekerjaan sampai lupa kalau dia dan Nafisah belum makan sejak siang tadi.
" Ya allah maafkan mas, mas terlalu fokus sampai lupa kalau kita belum makan. Eum, mau makan apa."
" Gimana kalau kita makan ayam suwir cabai hijau, Fisah lagi pengen makan itu. " Ucap Nafisah
" Dimana yang menjual ayam suwir cabai hijau itu?." Tanya Altaf.
" Kayaknya ada deh yang jual di dekat sini, eum biar Fisah searching dulu. " Ucap Nafisah.
Altaf hanya tersenyum melihat tingkah Nafisah yang entah semakin hari semakin gemas sekali.
" Ada nih mas di dekat sini. "
" Fisah ambil tas dulu. " Nafisah pun melangkah ke arah gantungan dekat lemari untuk mengambil tasnya, lalu mereka berdua pun pergi ke rumah makan yang sudah di cari oleh Nafisah.
...•••...
" Kalau makan jangan belepotan bisa? kaya anak kecil saja kamu. " Ujar Altaf yang mengambil nasi di sudut bibir Nafisah.
" Ihh mas. " Ucap Nafisah yang cemberut
" Jangan seperti ini buat aku nggak tahan tau, kamu tuh gemas sekali kalau kaya gini sayang. " Ucap Altaf.
" Mas udah ah jangan gombal di sini, ingat tempat mas. " Ucap Nafisah.
__ADS_1
" Ya sudah kamu jangan buat iman mas runtuh dong. " Ucap Altaf yang menggoda Nafisah.
" Apa si mas udah ah kita pulang yuk. " Ajak Nafisah
" Cie mau cepat-cepat ya sayang. "
" MAS ALTAF!. " Nafisah kesal sekali di buat jengkel oleh Altaf.
" Ya sayang. "
" Udah ah mas ayok. " Nafisah pun menarik tangan Altaf, Mereka pun keluar dari rumah makan ini dan mereka pulangnya jalan kaki karena memang dekat tidak jauh dari hotel.
...•••...
Sesampai nya mereka di rumah langsung bersih-bersih, setelah itu merek beranjak ke kasur.
" Mas, Fisah pegal. " Ucap Nafisah yang berharap Altaf peka dan mau memijat kan kaki nya.
" Sini biar mas pijat nya. " Ucap Altaf yang ternyata peka.
Tak lama kemudian Nafisah pun tertidur.
" Selamat malam istri ku. "
To be continue...
__ADS_1