Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 39


__ADS_3

...Diam nya seorang istri bukan berarti malah membiarkan mu berbuat semakin menyakitiku semau mu...


...Happy Reading...


Warning 18+


" Lepasin aku. " Nafisah meronta saat sudah sampai di kamar, Altaf menurunkan Nafisah perlahan.


" Kenapa mas seperti tadi. " Tanya Nafisah, Altaf menatap Nafisah dengan tatapan dingin


" Saya tidak suka kamu sama Rasyid seperti tadi. " Ujar Altaf


" Tapi mas aku sama dia tadi hanya tidak sengaja bertemu. "


" Bisa jangan bantah nggak!. " Tegas Altaf


" Egois. " Gumam Nafisah


" Kamu bilang apa tadi, coba ulangi kata-kata mu. " Titah Altaf


" Mas egois. "


" Kenapa mengatakan saya egois?. " Altaf menatap Nafisah seolah tidak terima dengan ucapannya.


" Ya mas egois tadi mas bertemu sama mba tyas tapi Fisah hanya diam saja dan sekarang mas marah ketika fisah yang tidak sengaja bertemu sama Rasyid. "


" Apa mas cinta sama Fisah jadi mas seperti ini." Cicit Nafisah, Altaf hanya diam.


" Kalau mas tidak cinta sama Fisah tidak usah begini caranya seolah-olah mas cemburu dan membuat Nafisah berpikir mas mencintai ku. " Lanjut Nafisah


Altaf memperpendek jarak antara dian Nafisah

__ADS_1


" Bisa tidak jangan berucap seperti itu. "


" Mas, Nafisah hanya berkata sejujurnya ucapan mas saat di rumah sakit tidak akan terbukti untuk ku jika mas mencintai fisah mas akan menyentuh ku dan menjadi kan aku istri seutuhnya untuk mas tapi nyatanya mas aja tidak pernah menyentuhku, mas hanya menjadikan aku sebagai status saja. " Ujar Nafisah


" NAFISAH HUMAIRA STOP!. "


"Saya bisa melakukan itu tapi tidak seperti ini Nafisah. " Ujar Altaf


" Harus seperti apa mas? atau memang benar mas hanya ingin buat Nafisah senang saja. " Altaf semakin mendekat kan jaraknya.


Altaf mencium bibir Nafisah dengan sangat ganas dan dia semakin memperdalam.


" Izinkan saya mengambil hak saya. " Ucap Altaf


...•••...


Sesudah adegan panas dia bersama Altaf membuat dia dan Altaf saling diam-diaman.


Entah kenapa setelah adegan itu malah membuat hatinya sangat sakit, dia merasa sekarang dirinya sangat hina meski dia sama altaf sudah suami istri dan berhak melakukan itu tapi saat ini hatinya malah sakit.


" Kenapa diam?. " Tanya Altaf yang sedari tadi memandangnya


" Menyesal? bukankah kamu sendiri yang berucap seperti itu. " Ucap Altaf, Nafisah memilih diam dan berdiri namun kenyataan nya sangat susah karena sangat perih di bagian area bawahnya.


" Aww. " Ringis Nafisah


" Kenapa? perih. " Tanya Altaf


" Ya elah make nanya ya jelas perih lah. " Ucap Nafisah dalam hati.


" Mau saya bantu?. " Tanya Altaf

__ADS_1


" Tidak usah mas, Fisah bisa sendiri. " Ucap Nafisah tanpa menatap Altaf


" Sabar Al, lu juga salah si kenapa lu nurutin ucapan Nafisah jadi begini kan. Lu emosi dia juga emosi. " Batin Altaf.


Nafisah pun sengaja menyalakan shower kamar mandi karena dia akan menumpahkan air matanya.


Berbeda dengan Nafisah yang sedang menangis di kamar mandi, kini Altaf juga sedang bersihkan diri di kamar mandi bawah sambil memikirkan gimana nanti kalau bertemu Nafisah lagi.


" Terus lu harus apa Al sekarang ayo dong Al mikir jangan jadi bego gini. " Gerutu Altaf.


...•••...


" Mbok masak apa? Fisah bantu ya. " Ujar Nafisah.


" Silahkan non, mbok seneng malah kita bisa masak bareng seperti ini lagi. " Ucap Mbok


" Ekhm. " Deheman seseorang membuat Nafisah menoleh ke arahnya


" Sedang masak apa?. " Tanya Altaf yang keliatan kaku sekali.


Nafisah tidak menjawabnya


" Ah ini den mbok sama non sedang masak makanan kesukaan aden. " Mbok yang menjawab.


" Eum mbok tolong ini di lanjutkan ya Fisah mau ke kamar sebentar. " Ucap Nafisah yang sengaja menghindar dari Altaf.


Mbok hanya tersenyum dan Nafisah pun langsung berlari ke kamar.


" Non Fisah kenapa, den?. " Tanya mbok


" Biasa mbok perubahan hormon kali. " Ucap altaf yang sengaja berbohong ke mbok karena nggak mungkin kan dia mengatakan sejujurnya.

__ADS_1


" oke al ayo dong lakukan sesuatu. " Gerutu Altaf dalam hati.


To be continue...


__ADS_2