
...Happy Reading...
Pencarian Nafisah tetap di lanjut, hari demi hari Altaf semakin kacau.
" Nafisah dimana kamu? kenapa waktu itu menghindar, apa kamu nggak sayang sama mas lagi, kesalahan mas terlalu sulit iya untuk Fisah maafkan."
Altaf duduk di meja kerja nya sambil melihat foto pernikahan dia dan Nafisah waktu itu.
" mas rindu senyum mu fisah." Tanpa sadar air mata nya telah berhasil lolos dari pelupuk matanya.
...•••...
Disisi lain Nafisah sedang duduk di halaman.
" maafkan Nafisah mas waktu itu nafisah memilih pergi saat mas panggil."
__ADS_1
" Loh ndok kamu di sini toh." Ucap si embah yang duduk di samping ku, aku hanya tersenyum padanya.
" Kamu kenapa ndok seperti nya kamu sedang melamun, memikirkan apa ndok?." Tanya si embah yang mengusap pundak ku.
" Ah nggak ko mbah, fisah hanya sedangkan memikirkan kandungan fisah saja." Ucap Nafisah sedikit berbohong.
" Ngga usah bohong ndok, si embah tau kamu tuh lagi kangen karo bojo mu kan." Ucap si embah yang tepat sasaran membuat ku hanya tersenyum saja.
" Eum Fisah hanya mikir keadaan suami fisah di sana ya , apa dia bahagia di sana."
" Tapi__."
" Ndok nggak baik loh marahan berlarut sama suami sendiri bukannya nambah pahala malah dosa loh." Ucap si embah yang membuat hati ku serasa teriris.
" Aku akan coba memaafkan dia dan mungkin kalau suatu saat dia berhasil menemukan ku, aku akan ikut dia pulang." Ucapku yang membuat si embah tersenyum
__ADS_1
" Walah si embah lupa lagi masak air , iya sudah kalau gitu si embah tinggal ke dalam ya." Si embah pun langsung masuk ke dalam.
" kamu lagi apa mas di sana? apa kamu sudah makan di sana."
" Fisah rindu mas."
...•••...
Sudah hampir satu bulan pencarian Nafisah namun Altaf belum juga berhasil menemukannya.
' tok tok tok '
" masuk."
" maaf pak ini ada jadwal dinas bapak, bapak minggu depan harus ke daerah pedalaman ini yang berada di kota Bandung."
__ADS_1
" Iya kamu siapkan semuanya." Hanya ucapan itu yang Altaf keluarkan, karena semenjak Nafisah pergi semua nya berubah.