Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bayi Kembar


__ADS_3

"Tapi sekarang belum waktunya Dira melahirkan, Apa tidak ada cara lain selain operasi?" Tanya Arya prustasi.


"Dira harus melakukan operasi secepatnya, agar bayi di dalam kandungannya bisa di selamatkan. Walau belum waktunya tapi usia kandungan Dira sudah bisa untuk melahirkan. Setelah lahir anak kalian akan mendapatkan perawatan khusus karena lahir secara prematur." Tutur Dani.


"Kalau begitu lakukan yang terbaik untuk menantuku, kami percaya pada kalian tim medis. Tolong selamatkan menantu dan kedua cucuku." Pinta Hendra.


Dira segera di pindahkan ke ruang operasi, para medis sudah bersiap melakukan tugasnya. Sedangkan Arya dan kedua orang tuanya hanya bisa menunggu di luar ruang operasi dengan perasaan tidak menentu. Wajah tegang dan jantung berdebar-debar menanti kabar baik atau buruk mereka tidak tahu. Saat ini mereka hanya bisa berdoa dan pasrah akan garis takdir yang Tuhan berikan.

__ADS_1


Arya bahkan tidak bisa duduk diam menunggu operasi yang sedang berjalan, sedari tadi laki-laki itu selalu mondar mandir di depan ruang operasi. Khawatir takut menjadi satu, dalam hati tak henti ia berdoa untuk keselamatan istrinya. Jika di suruh memilih, Arya lebih memilih istrinya dari pada anak-anaknya. Bukan tidak menginginkan kedua anaknya tapi rasa cinta dan sayangnya pada Dira terlampau besar, sehingga Arya tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Dira.


Tetapi keadaan tidak memungkinkan untuk ia memilih, karena kondisi Dira memang sangat tipis untuk bertahan sehingga Dokter memilih kedua bayi tak berdosa itu untuk di selamatkan terlebih dulu. Jika mereka menyelamatkan sang ibu dan mengorbankan kedua bayi itu belum tentu Dira bisa bertahan sehingga Dokter memilih menyelamatkan bayi kembar tersebut dengan alasan kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih besar. Kini Arya hanya bisa menunggu keajaiban yang Tuhan berikan pada sang istri untuk bertahan agar mereka bisa berkumpul kembali.


Setelah menunggu beberapa saat terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi membuat kedua orang tua Arya terlihat bahagia, Davina dan Hendra saling berpelukan karena cucu yang mereka nanti-nantikan sudah lahir ke dunia.


"Mas cucu kita sudah lahir, mereka sudah lahir mas." Ucap Davina dengan haru.

__ADS_1


Davina mendekati Arya yang tidak bereaksi apapun mendengar tangisan kedua bayi kembarnya, Davina heran mengapa Arya terkesan cuek dengan kelahiran anak-anaknya karena yang ia tahu selama kehamilan Dira, Arya sangat menyayangi bayi kembarnya.


"Nak anak kalian sudah lahir, kamu dengarkan suara tangisannya. Kamu kenapa nak, kamu tidak bahagia mendengar suara tangis anak-anakmu." Tanya Davina melihat Arya yang diam membisu berbeda dengan mereka yang bahagia mendengar tangisan bayi yang baru lahir itu.


"Bagaimana aku bisa bahagia ma, sementara aku tidak bisa memastikan apakah istriku baik-baik saja di dalam sana. Aku takut ma, arya tidak siap kehilangan Dira." Tangis Arya kembali pecah.


Davina memeluk putranya, sangat sakit melihat anaknya serapuh ini. Kini akhirnya ia melihat putranya jatuh cinta begitu dalam pada seorang perempuan. Perempuan yang pernah ia sakiti begitu dalam.

__ADS_1


"Kita berdoa ya agar Dira baik-baik saja. Kamu harus positif dong pikirannya, Dira pasti kuat." Hanya kata-kata itu yang mampu Davina ucapkan pada sang putra.


Dua orang perawat membawa keluar dua box bayi, Hendra dan Davina langsung mendekati perawat untuk melihat kedua cucu mereka.


__ADS_2