Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bintang Jatuh


__ADS_3

Dira sangat bahagia menikmati makan malam bersama Arya, wanita hamil itu mendapat kejutan makan malam romantis yang membuatnya terharu. Arya sangat bahagia melihat wajah bahagia sang istri dengan kejutan yang ia siapkan mampu membuat senyum Dira terlihat sepanjang mereka makan malam.


"Bagaimana apa kamu senang?" Tanya Arya.


"Iya kak, Dira bahagia terima kasih sudah bersusah payah menyiapkan semua ini. Walau semuanya palsu, aku tidak peduli karena saat ini aku hanya ingin bersama dengan kakak dan anak-anak kita." Ucap Dira tersenyum.


Dira memang sangat bahagia walau ia mengira jika suaminya hanya ingin menyenangkan dirinya karena sudah mengetahui penyakitnya. Dira berpikir jika Arya hanya merasa bersalah dan kasihan melihat dirinya. Dira berpikir jika Arya hanya menuruti permintaannya karena Arya telah berjanji akan memperlakukannya dengan baik sebelum mereka bercerai nantinya.


Dira tidak mempermasalahkan hal tersebut karena tujuannya adalah menikmati hari-hari terakhirnya bersama anak-anak dan suaminya saja. Sedangkan Arya di buat bingung dengan ucapan Dira.


"Palsu, maksud kamu apa dek?" Tanya Arya.


"Semua ini hanya karena rasa iba dan memenuhi perjanjian kita sajakan kak? Aku tahu kakak hanya ingin membuat aku bahagia di ujung hidupku. Aku akan menikmati semua ini kak karena ini adalah impianku, maaf membuat kakak susah dengan pura-pura menjadi suami yang mencintai istrinya." Ucap Dira tersenyum tipis.


"Dek ini nyata, aku tidak bersandiwara. Maafkan kakak yang terlalu menyakitimu begitu dalam dan maafkan kakak yang terlambat menyadari semua ini. Ini semua tidak palsu Dira tapi nyata, ini adalah bukti perasaan kakak untukmu. Bukan rasa iba atau kasihan tapi semua ini adalah cara kakak untuk memperbaiki kesalahan kakak padamu. Maafkan kakak yang terlambat menyadari perasaan ini. Adira kirania aku mencintaimu dan semua ini aku lakukan untuk wanita yang aku cintai ibu dari anak-anakku." Tutur Arya meneteskan air matanya.


Akhirnya Arya mengungkapkan perasaannya karena tidak ingin istrinya salah mengartikan semuanya, Arya sangat sedih Dira salah mengartikan semuanya membuat Arya merasa bahwa inilah hukuman untuk dirinya. Wanita yang ia cintai tidak percaya dengan cinta yang ia miliki.


Mendengar semua itu Dira hanya tersenyum dan mengangguk saja. Dira tidak ingin memperpanjang pembicaraan mereka karena tidak akan ada gunanya jika suaminya itu jujur atau sedang bersandiwara karena pada akhirnya Dira memang tidak bisa bersama dengan Arya.


Setelah makan malam Arya dan Dira kembali ke kamar mereka, melihat malam yang sangat indah membuat Dira enggan untuk masuk ke dalam kamar. Dira lebih memilih untuk duduk di gazebo yang ada di dekat kolam renang sembari menikmati indahnya langit malam yang di penuhi bintang-bintang.


"Mau kemana lagi dek, ayo masuk?" Ajak Arya.

__ADS_1


"Sebentar lagi kak, Dira masih ingin duduk di sini. Dira ingin melihat bintang kak."


Arya menghela napasnya, sebenarnya ia tidak setuju dengan keinginan istrinya karena khawatir Dira kedinginan, laki-laki itu masuk ke dalam kamar mereka meninggalkan Dira yang sedang asyik menikmati indahnya langit malam. Dira hanya diam saja saat melihat Arya memasuki kamar mereka, mengira jika Arya ingin beristirahat di kamar. Ada sedikit rasa kecewa karena tadinya Dira berharap bisa duduk berdua menatap bintang di langit sesuatu yang sangat romantis menurut wanita itu.


Dira mulai merasakan dingin menusuk kulit, angin berhembus menambah udara semakin dingin tapi tidak menyurutkan keinginan Dira yang ingin menikmati indahnya cahaya bulan yang bersanding dengan ribuan bintang berkelap kelip yang mampu menenangkan hatinya.


Dira merasakan tubuhnya menghangat saat melihat kebelakang ternyata Arya kembali dengan jaket yang kini menghangatkan tubuhnya. Arya tersenyum membuat Dira semakin terpesona dengan ketampanan suaminya itu.


"Udara dingin tidak bagus untuk wanita hamil, jadi pakai ini jika masih ingin di luar." Suruh Arya kemudian membantu Dira memakai jaketnya.


"Terima kasih kak"


"Hmmm, kakak akan menemani kamu disini. Apa melihat bintang keinginan mama atau anak-anak papa." Goda Arya sembari mengelus perut Dira.


Keduanya kini menikmati indah pemandangan langit yang begitu indah, berada di tempat sebagus ini dengan suasana yang mendukung menambah kesan romantis bagi Arya dan Dira.


"Masih dingin?" Tanya arya yang kini duduk di belakang Dira sembari memeluk wanita hamil itu.


Arya tidak ingin istri dan kedua anaknya merasakan dinginnya udara sehingga ia memeluk Dira dengan erat. Lelaki itu begitu menjaga Dira, Arya ingin menebus semua kesalahannya dengan memberikan semua cinta, kasih sayang dan semua perhatiannya untuk Dira.


"Tidak"


Dira menatap ke arah langit yang di penuhi bintang. Menikmati pelukan hangat laki-laki yang ia cintai di bawah indahnya sinar bulan.

__ADS_1


"Kamu suka melihat bintang seperti ini?" Tanya Arya sesekali mengecup pipi Dira.


"Hmmm, Karena Dira ingin melihat bintang jatuh dan meminta permohonan kata orang sih akan terkabul."


"Kamu masih percaya yang begituan dek. Bukannya itu hanya mitos?" Tanya Arya tersenyum dengan tingkah Dira.


"Namanya juga usaha kak, eh itu ada bintang jatuh kak." Tunjuk Dira dengan heboh.


Arya melihat langit dan benar saja ia melihat bintang jatuh. Arya melihat Dira yang kini sedang khusyuk berdoa dengan memejamkan matanya dengan cepat Arya juga memejamkan matanya meminta permintaannya dan berharap bisa terkabul.


"Tuhan aku hanya ingin laki-laki yang aku cintai juga bisa mencintaiku walau sebentar saja. Selamatkan anak-anakku tuhan. Jaga dan lindungi mereka. Satu lagi tuhan, berikanlah kebahagian untuk suamiku tuhan semoga ia bisa hidup dengan wanita yang ia cintai dan semoga apa yang ia impikan bisa segera terwujud." Pinta Dira.


"Tuhan tolong kabulkan doa hamba, sembuhkan sakit istriku dan tolong beri kekuatan kepada kedua anak dan istriku dalam menjalani semua ini. Hamba hanya ingin anak dan istriku bisa selamat nantinya karena hamba sangat mencintai ketiganya jangan pisahkan kami tuhan.Tolong tunjukkan mukjizatmu aku ingin menghabiskan hidupku bersama mereka bertiga." Doa Arya.


"Loh kakak juga ikut berdoa, kakak minta apa? Bukannya kakak tidak percaya?" Tanya Dira penasaran.


"Rahasia, Namanya juga usaha apa salahnya di coba." Jawab Arya menirukan ucapan Dira tadi.


Dira hanya tersenyum tipis sementara Arya kembali memeluk erat istrinya seolah tidak ingin menyia-nyiakan momen mereka, entahlah semakin hari Arya semakin takut dan cemas. Walau optimis istrinya selamat tapi dalam hatinya juga was-was takut akan kehilangan wanita yang kini memenuhi hatinya.


"Kita masuk ke kamar yuk, hari sudah semakin malam udara juga semakin dingin tidak baik untuk kamu dan anak-anak kita. kakak merindukan kamu dan anak-anak sepertinya sudah waktunya kakak mengunjungi mereka." Ucap Arya dengan cepat menggendong Dira dan membawanya ke dalam kamar mereka.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2