
Bimo sangat terkejut saat mendengar nama wanita yang hampir saja merusak rumah tangganya. Semakin penasaran dan tidak ingin menduga-duga membuat Bimo langsung menanyakan kebenarannya.
"Apa maksud semua ini ? wanita murahan, Tari kenapa wanita itu ikut kalian sebut-sebut?" Tanya Bimo kepada Arya dan Dani.
"Tari wanita murahan yang menjadi kekasih lelaki sialan ini, atau yang lebih tepatnya calon istri yang meninggalkan dirinya sehari sebelum pernikahan tanpa alasan yang jelas. Wanita sialan itu kembali hadir dan merusak rumah tangga Dira dan bodohnya laki-laki ini masih menjalani hubungan terlarang dengan Tari sementara ia sudah beristri." Ucap Dani penuh emosi.
"Sudah aku katakan jaga mulutmu itu, Tari bukan wanita murahan atau wanita licik seperti yang kamu tuduhkan. seharusnya tuduhan itu lebih pantas kamu sematkan pada Dira yang sudah menjadi penyebab Tari meninggalkan aku." Amuk Arya yang tidak terima kekasihnya di rendahkan.
"Jangan terlalu bodoh jadi laki-laki, apa kamu yakin apa yang di tuduhkan kekasihmu itu benar. Kalau hanya dengan kata-kata atau bualan semata jangan terlalu menghakimi Dira. Bagaimana jika ternyata kekasihmu itu berbohong dan Dira tidak bersalah sama sekali. Harusnya kamu bersyukur karena Dira yang sudah menyelamatkan kamu dan keluargamu dari rasa malu saat Tari meninggalkanmu." Tutur Dani berapi-api.
__ADS_1
Bimo hanya diam berusaha menyimak perdebatan antara kedua sahabatnya itu. Berusaha mencerna apa yang ia dengar barusan. Ternyata dugaannya benar jika pertemuannya dengan Tari tadi ternyata berhubungan dengan Arya. Bimo juga menyimpulkan jika Tari sudah berhasil menghasut Arya sehingga membenci Dira, tetapi satu yang masih menjadi misteri bagi laki-laki itu, kebohongan apa yang di ucapkan Tari sehingga Arya mau kembali bersama wanita itu.
"Jangan bertengkar seperti ini, sebaiknya kita bicarakan dengan baik-baik, jangan emosi karena itu akan semakin memperparah keadaan bukan menemukan solusi." Ucap Bimo mencoba menjadi penengah di antara kedua sahabatnya.
"Aku hanya ingin memperingatinya agar tidak menelan mentah-mentah semua ucapan yang keluar dari mulut busuk kekasihnya itu. Arya saya ingatkan sekali lagi jangan sampai kamu menyesal suatu hari nanti. Karena mungkin saat ini kamu tidak mengetahui apa yang sedang istrimu hadapi. perlakukan dia dengan baik sebelum semuanya terlambat dan hanya penyesalan yang menemanimu nanti." Ucap Dani yang sudah lelah menghadapi kebodohan sepupunya itu.
Arya menatap tajam sepupunya itu, ada rasa takut terselip dalam hatinya saat pendengar peringatan yang sudah berulang kali di ucapkan Dani.
"Sudah jangan seperti ini, kita sedang di tempat umum. Lihat sedari tadi para pengunjung cafe sudah memperhatikan kita." Ucap Bimo.
__ADS_1
Dani dan Arya baru sadar setelah mendengar ucapan Bimo, tak ingin menjadi tontonan banyak orang. Dani memutuskan pergi dari cafe itu tak ada gunanya duduk berlama-lama dengan Arya, yang ada hanya menambah emosinya saja.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bimo karena Dani sudah berdiri dari duduknya.
"ke rumah sakit, percuma disini bisa-bisa aku menghajar manusia bodoh satu ini." Jawab Dani kemudian pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
Setelah kepergian Dani, Bimo langsung memberondong Arya dengan berbagai pertanyaan. Bimo harus mencari tahu apa yang sudah di katakan wanita licik seperti Tari kepada sahabatnya.
"Apa yang di katakan Dani benar, kamu kembali menjalin hubungan dengan Tari. Apa yang sudah Tari katakan sehingga kamu membenci istrimu sendiri?"
__ADS_1