
Bimo melajukan mobilnya dengan cepat rasanya ia sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah sakit. Saat sang mama menghubunginya memberikan kabar jika Bunga sudah di rumah sakit dan akan melahirkan membuat ia panik setengah mati.
Bimo bahkan merutuki dirinya yang sudah meninggalkan Bunga, hanya untuk nongkrong bersama sahabatnya. Sehingga sekarang ia tidak bisa berada di samping istrinya untuk mendampingi Bunga.
"Sial, harusnya tadi gue gak usah ninggalin Bunga. Kamu kenapa tiba-tiba bego sih Bim, harusnya kamu bawa Bunga saja tadi. Dira juga pasti senang jika Bunga ikut. Kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi, Bunga pasti akan memarahiku karena sudah ingkar janji." Tutur Bimo menyesali kebodohannya.
Perjalanan ke rumah sakit sedikit lambat karena calon ayah itu terjebak macet, berkali-kali terdengar umpatan keluar dari mulut Bimo. Rasanya untuk sampai ke rumah sakit ia harus melewati berbagai cobaan yang menguras emosi.
__ADS_1
"Ya tuhan, tolong saya tuhan, permudah jalan saya untuk menemani istriku yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati kami. Hamba ingin berada disampingnya untuk menguatkan istriku tuhan." Pinta Bimo di tengah kemacetan itu.
Tak berapa lama setelah Bimo memanjatkan doa tersebut, terlihat mobil-mobil di depannya mulai bergerak. Kali ini nasib baik menghampiri laki-laki yang terlihat kacau dan prustasi itu. Akhirnya ia bisa keluar dari kemacetan yang membuatnya terlambat sampai ke rumah sakit dimana Bunga berada. Dengan cepat Bimo kembali menjalankan mobilnya, rasanya ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan istri tercintanya.
Bimo berlari menyusuri ruangan setelah sebelumnya bertanya dimana istrinya berada, setelah mengetahui posisi sang istri dengan cepat Bimo mencari ruangan tersebut.
"Pa di mana istriku pa?" Tanya Bimo dengan wajah penuh keringat tak lupa napas calon ayah itu juga tersengal-sengal karena sedari tadi ia terus berlari.
__ADS_1
"Astaghfirullah kamu ngagetin papa saja, dari mana saja kamu? Bukannya jadi suami siaga malah kelayapan kemana-mana, untung ada mama dan papa kalau tidak siapa yang akan membawa menantu papa ke rumah sakit. Cepat sana masuk, dari tadi Bunga sudah mencari kamu. Temani istri kamu dia butuh kamu." Suruh papa Bimo, terlihat ia sedikit lega dengan kehadiran putranya.
Bimo langsung memasuki ruangan tersebut dan mendapati Bunga yang sedang meringis kesakitan. Terlihat sang mama dengan setia mengelus pinggang menantunya, tak lupa mengingatkan Bunga untuk sabar dan selalu mengingat Allah.
"Astaghfirullah ma, ini sakit sekali ma. Bunga gak kuat ma, rasanya pinggang Bunga mau patah ma. Aduh ma tolong Bunga ma." Aduh Bunga pada sang mertua.
"Kamu yang sabar ya nak, sebentar lagi sakitnya akan hilang kok. Kamu harus kuat karena sebentar lagi kamu akan bertemu dengan anak kamu." Mama Bimo kembali menyemangati Bunga yang sudah menangis kesakitan.
__ADS_1
Bimo meneteskan air matanya menyaksikan bagaimana Bunga menahan rasa sakit demi melahirkan keturunannya. Laki-laki itu kembali teringat bagaimana ia dulu dengan bodohnya sempat melukai hati wanita itu. Mulai hari ini Bimo berjanji akan setia pada sang istri serta akan membahagiakan istri dan anaknya. Mulai saat ini dan seterusnya keluarga akan menjadi perioritas utamanya.