Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Masa Bodoh


__ADS_3

Keduanya kini sudah sampai di sebuah mall setelah di antar oleh sopir pribadi mertua Bunga. Terlihat keduanya sangat bahagia ketika memasuki mall tersebut. Dira juga sudah memutuskan akan melakukan apapun yang membuat ia bahagia.


Memutuskan mempertahan


kan kandungannya walau nyawanya menjadi taruhannya. Dira hanya ingin menikmati hidupnya, melakukan apapun yang ingin ia lakukan dan hidup bahagia di sisa umurnya.


Kini wanita itu sudah tidak peduli dengan segala kekacauan dalam hidupnya, Dira yakin ini adalah yang terbaik untuknya sehingga ia harus menghadapi semua ini.

__ADS_1


Dira hanya bisa berdoa dan berusaha bertahan agar bisa hidup lebih lama lagi, dengan begitu ia bisa bersama dengan anaknya nanti. Jika takdir berkata lain apa boleh di kata, bukankah rezeki, jodoh dan maut hanya tuhan yang tahu.


Dira dan Bunga tertawa bahagia saat sedang makan malam di sebuah restoran kedua wanita hamil itu sedang makan malam karena sudah kelaparan dan lelah setelah puas berbelanja.


"Dir kapan-kapan kita pergi ke salon berdua ya. Hitung-hitung perawatan supaya semakin di sayang suami. Kita harus tetap cantik kapanpun dan di manapun agar suami kita tidak tergoda dengan perempuan murahan yang semakin merajalela di muka bumi ini." Ucap Bunga tiba-tiba kesal karena mengingat Tari yang pernah berhubungan dengan suaminya.


"Iya nanti aku kabari, Takut amat sih kalau Bimo di embat mbak-mbak pelakor. Emang pernah kejadian? Kayaknya Bimo cinta bangat sama kamu gak mungkin deh." Ucap Dira sedikit bercanda.

__ADS_1


"Iya deh kalau begitu kita pulang sekarang saja, ini sudah malam gak baik untuk wanita hamil seperti kamu." Ucap Dira.


"Aku doain kamu juga cepat nyusul semoga cepat isi." Ucap Bunga yang belum mengetahui kehamilan Dira.


*****


Hari terus berganti tidak terasa sudah tiga bulan usia kandungan Dira. Tidak banyak yang berubah dalam hidup Dira, wanita itu menjalankan harinya seperti biasa. Dira hanya melakukan apa yang ia inginkan agar suasana hatinya bahagia. Hubungannya dengan Arya semakin dingin, Dira sudah tidak peduli lagi dengan semua kelakuan Arya yang semakin menjadi-jadi dengan kekasihnya. Dira hanya fokus pada kesehatannya dan bayi yang ada dalam kandungannya, Dira bahkan tidak memberitahu kabar kehamilannya kepada Arya. Mereka memang masih tinggal di bawah atap yang sama tapi komunikasi mereka memang sangat buruk, bahkan mereka sudah tidak bertegur sapa jika sedang berada di apartemen.

__ADS_1


Jika Dira sudah tidak peduli dengan suaminya berbeda dengan Arya yang uring-uringan menghadapi tingkah Dira yang sudah masa bodoh dengan kelakuannya. Entahlah walau setiap hari Tari selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya pada Arya, tapi di hati dan pikirannya hanya ada Dira. Dengan sekuat tenaga laki-laki itu selalu berusaha menyingkirkan perasaan aneh itu dan selalu mengingatkan dirinya tentang Tari yang menjadi korban dari kelicikan istrinya.


Arya yang sudah tidak tahan melihat Dira yang sudah tidak peduli dengannya walau sang istri sering memergokinya sedang bersama Tari, Arya hanya melongo mendengar ucapan Dira. Apalagi kata-kata Dira beberapa hari yang lalu membuat Arya semakin merasa hina dan rendah di mata wanita itu.


__ADS_2