Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Hadiah


__ADS_3

Tari mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan Arya yang begitu manis untuk Dira. Bahkan Arya dengan terang-terangan menggoda Dira di depan seorang karyawan tanpa rasa malu. Tari yang tidak sengaja melihat Arya dan Dira saat sedang berbelanja di mall yang sama memutuskan mengikuti keduanya untuk memastikan hubungan Arya dan Dira baik-baik saja seperti yang di katakan oleh Rara.


"Sialan ternyata Rara tidak bohong, Arya memperlakukan perempuan itu dengan sangat baik. Sepertinya akan semakin sulit untuk menarik perhatian Arya." Guman Tari.


Setelah selesai membayar belanjaan istrinya Arya mengajak Dira ke toko perhiasan. Laki-laki itu ingin memberi hadiah untuk Dira karena sejak mereka menikah Arya belum pernah membeli apa-apa untuk Dira. Arya juga sekalian ingin mencari hadiah ulang tahun untuk mamanya.


"Kita ngapain kesini kak, Kak Arya mau beli perhiasan?" Tanya Dira.


Arya hanya menjawab pertanyaan sang istri dengan anggukan kepalanya.


"Untuk siapa kak? Oh aku tahu pasti untuk mama, bukannya seminggu lagi mama ulang tahun." Tebak Dira.


"Kamu kok tahu mana ulang tahun seminggu lagi?" Tanya Arya penasaran.


"Kakak lupa kalau orang tua kita bersahabat, setiap tahun mereka selalu melakukan makan malam saat salah satu di antara mereka ulang tahun, Dira selalu ikut merayakan ulang tahun mama tapi sayangnya kak Arya tidak pernah ikut. Mama bilang kakak sedang sibuk." Tutur Dira.

__ADS_1


Arya hanya diam karena apa yang di katakan istrinya memang benar dia memang sibuk. Kadang sibuk dengan pekerjaan kadang juga sibuk pacaran dengan Tari, hingga Arya memilih tidak hadir untuk ikut makan malam merayakan ulang tahun mamanya. Arya hanya akan memberikan kado untuk mamanya.


"Tapi ulang tahun mama kali ini kakak akan hadir kita akan malam bersama." Ucap Arya.


"Tahun-tahun sebelumnya kak Arya yang tidak hadir, tahun ini dan seterusnya orang tua aku yang tidak hadir." Ucap Dira kembali teringat kepada almarhum orangtuanya.


Arya memeluk Dira yang bersedih lagi "Sudah jangan sedih lagi. Papa dan mama pasti akan hadir, mereka selalu ada di hati kita. Jangan nangis lagi nanti papa dan mama marah anak kesayangannya sedih lagi."Hibur Arya.


Arya dan Dira melihat beberapa koleksi berlian keluar terbaru yang di perlihatkan karyawan toko. Arya mempercayakan istrinya untuk memilih hadiah untuk sang mama. Arya yakin Dira sangat tahu selera mamanya. Dira sudah memilih salah satu koleksi berlian yang menurutnya sangat cocok untuk ibu mertuanya.


Arya tersenyum, sama seperti Dira ia juga sangat menyukai pilihan istrinya. Arya kemudian menyuruh Karyawan toko untuk mengambilkan sebuah kalung berlian yang menarik perhatiannya sedari tadi. Kalung berlian yang terlihat simpel tapi terlihat sangat elegan. Kalung dengan rantai simpel dan liontin dengan potongan tegas sehingga memberi kesan modis menjadi pilihan Arya.


Melihat kalung tersebut membuat Arya membayangkan Dira akan terlihat cantik dan sangat cocok untuk istrinya yang tidak terlalu suka dengan barang-barang yang terlihat berlebihan atau ramai.


"Kakak beli dua untuk mama?" Tanya Dira saat Arya menyuruh karyawan toko untuk mengambilkan kalung tersebut.

__ADS_1


Arya hanya diam dan menunggu karyawan itu memberikannya kalung tersebut, kemudian Arya memasangkan kalung tersebut di leher sang istri dan benar apa yang ia bayangkan istrinya sangat cantik mengenakan kalung tersebut.


"Cantik" ucap Arya


"Mbak saya beli yang ini dan yang tadi di pilihkan istri saya.berapa totalnya?" Tanya Arya yang tak bisa melepas pandangannya dari Dira.


"Untuk Aku kak?" Tanya Dira ragu.


"Ya, untuk istriku. Kalung ini semakin cantik saat kamu pakai. Nanti saat kita makan malam saat merayakan ulangtahun mama kamu pakai ya sayang." Ucap Arya.


Dira tersenyum bahagia karena Arya membelikannya perhiasan dan memuji dirinya, tak lupa Dira mengucapkan terima kasih karena sudah di beri kalung sebagus itu .


Sedangkan Tari semakin panas melihat Arya memasang kalung berlian yang terlihat cantik di leher Dira, membuatnya semakin kesal dan merutuki kebodohannya.


"Seharusnya aku yang mendapatkan semua itu, lihat saja aku pasti akan merebut kembali tempat itu."

__ADS_1


__ADS_2