Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 44


__ADS_3

...Happy Reading...


" Nafisah. " Panggil seseorang yang membuat Nafisah dan Altaf menoleh ke arahnya.


Wajah Altaf pun berubah saat melihat siapa yang memanggil Nafisah.


...•••...


" Rasyid. " Nafisah tampak terkejut saat melihat Rasyid lah yang ternyata memanggilnya.


" Mau apa anda di sini. " Tanya Altaf dengan nada cuek dan muka dingin nya.


" Gue ke sini karena nggak sengaja dan gue manggil Nafisah bukan Anugrah Dwi Altaf Aksara, Paham. " Ucap Rasyid.


" Siapapun yang berurusan dengan Nafisah berurusan juga sama saya. " Ujar Altaf


" Sayangnya gue nggak ada urusan sama lu, Altaf."


Nafisah bingung sekali harus apa karena suasana saling tegang seperti ini.


" Sudah sudah apaan si kalian kaya anak kecil, kamu juga ngapain di sini dan sepertinya Fisah sudah katakan jangan pernah mendekati Nafisah karena Nafisah sudah menikah dengan Mas Altaf, masih kurang paham kah kamu. " Ujar Nafisah yang akhirnya membuka suara.


Rasyid diam


" Fisah rasa kamu paham dengan ucapan Nafisah jadi Fisah mohon kamu jangan pernah menganggu urusan Nafisah dan Mas Altaf. " Lanjut Nafisah.

__ADS_1


" Saya rasa anda bisa pergi dari sini. " Ucap Altaf, Rasyid pun melangkah pergi tapi belum jauh dia kembali lagi dan mendekat ke Altaf.


" Gue nggak akan nyerah Al, lu liat aja nanti." Bisik Rasyid yang hanya bisa di dengar Altaf saja. Rasyid pun pergi dari sini.


Altaf masih terpaku di tempatnya, dia sangat takut apa yang akan Rasyid lakukan nanti.


" Loh mas masih diam di sini. " Ucap Nafisah yang menyadari bahwa Altaf tidak berjalan di samping nya melainkan masih terdiam di tempat semula nya.


" Mas. "


" Mas Altaf. " Nafisah memegang tangan Altaf terkaget sedikit.


" Ada apa?. " Tanya Altaf yang akhir nya sadar dari diam nya.


" Mas yang ada apa, dari tadi kenapa masih diam di sini dan bahkan Nafisah panggil tidak menjawab. " Ujar Nafisah yang agak kesal dengan Altaf.


" Nggak ada ko dah yuk kita lanjutkan belanja nya abis itu kita pulang. " Ucap Altaf yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan karena dia tidak mau Nafisah ikut ke dalam masalah dia sama Rasyid.


Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan belanja dan setelah itu mereka pulang ke rumah.


...•••...


" Mas ke kamar saja duluan, Fisah mau bantuin mbok bereskan belanja dulu. " Ucap Nafisah


" Ya sudah kalau gitu mas ke kamar ya. " Ucap Altaf yang sambil mengelus kepala Nafisah dengan lembut sekali.

__ADS_1


" Sini mbok biar Fisah bantuin. " Ujar Nafisah, Nafisah membantu mbok menyusun belanja dan setelah itu dia membuatkan teh hangat untuk Altaf.


Dia sengaja membuatkan minuman hangat untuk Altaf karena dia tau Altaf sedang kalut sekali pikirannya.


Tok tok tok


Nafisah mengetuk kamar terlebih dahulu sebelum memutuskan masuk ke dalam.


" Mas. " Panggil Nafisah ketika membuka pintu kamar, Nafisah melihat Altaf yang sedang duduk di sofa dengan tangan yang menutupi wajahnya.


" Mas, ini fisah buatkan teh hangat untuk mas. " Ucap Nafisah yang langsung menaruh teh hangat itu di atas meja.


" Mas kenapa. " Tanya Nafisah yang duduk mendekat di samping Altaf.


" Mas. " Nafisah memegang pundak Altaf karena Altaf tidak menjawabnya.


" Mas kalau ada masalah cerita ke Fisah, Fisah insya allah bisa menjadi tempat mas bercerita. " Ucap Nafisah berusaha memeluk Altaf.


" Bisa jangan saya nggak. " Tegas Altaf sontak membuat Nafisah terkejut, Nafisah terdiam cukup lama.


" Baiklah kalau gitu Fisah keluar dari kamar, maaf ya tadi Fisah cerewet itu semua karena Fisah khawatir sama mas. " Ucap Nafisah yang langsung beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari kamar.


" Shit !. " Umpat Altaf.


" Al apa yang lu lakukan tadi arghh malah membuat Nafisah sedih kan. " Ucap Altaf sambil menjambak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Nafisah keluar kamar memilih untuk duduk di ayunan balkon belakang. Air mata Nafisah lolos begitu saja anggaplah dia lemah karena memang kenyataannya dia paling tidak bisa di bentak seperti tadi tapi dia harus kuat.


To be continue...


__ADS_2